Penasihat Gubernur Aceh Desak Kementan Minta Maaf dan Transparan Soal Rp2,5 Triliun Program Pemulihan Pertanian

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 04:30 WIB

50164 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Sorotan tajam kembali mengarah ke Kementerian Pertanian (Kementan) setelah Penasihat Khusus Gubernur Aceh Bidang Investasi dan Hubungan Luar Negeri, Teuku Emi Syamsyumi, meminta pemerintah pusat bersikap transparan terkait tata kelola dan aliran dana program pemulihan sektor pertanian dan perkebunan Aceh. Tak hanya meminta penjelasan, Abu Salam—sapaan akrab Teuku Emi—secara tegas mendesak agar Kementan meminta maaf terbuka kepada masyarakat Aceh atas disinformasi dan kebingungan publik soal narasi bantuan triliunan yang diklaim masuk ke Aceh.

Desakan ini dipicu ketidakjelasan mekanisme serta kaburnya informasi terkait siapa saja penerima manfaat, bagaimana proses verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), serta tidak terbukanya data pengadaan barang dan vendor pelaksana. Menurut Abu Salam, di tengah narasi Rp2,5 triliun yang digembor-gemborkan oleh sejumlah pihak, kenyataannya sebagian besar dukungan direalisasikan bukan dalam bentuk uang tunai melainkan barang, alat, dan program yang dikendalikan dari Jakarta dan Balai Kementan di Medan—bukan melalui kas Pemerintah Aceh.

“Masyarakat seolah-olah percaya uang Rp2,5 triliun itu cair ke kas Aceh. Padahal kenyataannya barang bahkan sumbernya pun bukan sepenuhnya dikendalikan pemerintah daerah. Ada kejanggalan struktural yang menimbulkan kebingungan dan harapan palsu bagi petani,” kata Abu Salam di Banda Aceh, Selasa (11/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, dalam situasi pascabencana hidrometeorologi yang mengakibatkan lebih dari 118 ribu hektare lahan sawah dan perkebunan rusak di Aceh, bantuan nasional seharusnya didesain sangat responsif dan transparan. Mekanisme larut dalam “black box”—tak jelas siapa penerima, siapa vendor, berapa nilai barang. Bahkan data dukungan logistik dan alat pertanian tidak mudah diakses oleh publik, termasuk oleh pemda. Hal itu menimbulkan risiko penyimpangan, seperti barang tidak sesuai kebutuhan, bantuan mangkrak, hingga proyek tidak membawa perbaikan nyata bagi petani Aceh.

“Bantuan dengan nilai besar sama sekali bukan solusi kalau jenis bantuan tidak sesuai kebutuhan petani di lapangan, atau jika tiba-tiba didistribusikan tanpa musyawarah, konsultasi, atau kajian lokasi,” katanya.

Ia menegaskan, dalam semangat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Bantuan Pemerintah, Kementan wajib membuka dokumen perencanaan, proses pengadaan, data vendor, daftar penerima, serta memberikan ruang audit partisipasi kepada pemerintah daerah dan publik. “Jika tidak transparan, rawan penyimpangan dan praktik bancakan dalam proyek bencana,” ujar Abu Salam.

Selain meminta transparansi dan audit secara independen, Abu Salam juga menyampaikan, program pemulihan Aceh mesti dijalankan berbasis kebutuhan dan memperhatikan karakteristik wilayah, bukan sekadar hitungan angka di berita acara pusat. “Jangan sampai Aceh cuman jadi etalase proyek pemerintah, masyarakat dikasih barang yang enggak dibutuhkan, petani terus menunggu hasil yang tidak nyata.”

Jika Kementan tak segera melakukan perubahan sistem, meminta maaf atas persepsi publik yang keliru, dan membuka mekanisme secara jelas ke hadapan rakyat, Abu Salam menilai program pemulihan Rp2,5 triliun itu justru akan memperburuk kepercayaan dan memperlebar jarak antara pemerintah pusat dengan masyarakat petani Aceh.

Pemerintah Aceh, lanjut Abu Salam, sudah siap merancang berbagai terobosan lintas sektor untuk membangun investasi pertanian dan agroindustri pascapanen, namun pusat harus lebih dulu membenahi manajemen bantuan bencana dan tidak menyimpan data program di balik dinding birokrasi.

Ia mengingatkan, program penanganan lahan pascabencana bukan hanya soal penyerapan anggaran, melainkan soal hak petani dan masa depan pertanian Aceh yang sedang diuji oleh transparansi, etika, dan tanggung jawab semua pihak. (*)

Berita Terkait

Aliansi Aneuk Nanggroe Kepung Kantor Gubernur Aceh, Tuntut Pemerintah Bertanggung Jawab Atas Lambannya Penanganan Korban Bencana
Hipmas mendesak Bupati Aceh Selatan untuk mencabut rekomendasi IUP eksplorasi PT MMS.
Bea Cukai Aceh Bekali UMKM Kemampuan Negosiasi dan Storytelling untuk Perluas Pasar
Geger di Deah Baro, Jasad Bayi Diduga Korban Aborsi Ditemukan Terkubur
Kunjungan Edukatif: MAN 5 Aceh Besar Telusuri Literasi dan Sejarah di Museum Aceh
Perkuat Sinergi Pertanian dan Infrastruktur Irigasi, DPW TMI Aceh Bersama DPD Se-Aceh Audiensi dengan BWS Sumatera I
Ketua Harian DPN PERMAHI Hajar Pernyataan Mentan: Jangan Bikin Publik Aceh Salah Paham Soal Rp2,5 Triliun
Pusat Dan Daerah Saling Bertentangan — Rakyat Memanggil BPK, KPK, dan OMBUDSMAN

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:56 WIB

Tim Forensik Lakukan Uji Laboratorium Puluhan Sampel Jenazah Mantan Pegawai Jampidsus di Banyumas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:49 WIB

Pemerintah Tetapkan Anggaran Rp240 Triliun untuk Program MBG di 2027

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:00 WIB

Mendagri Sebut Realisasi Belanja APBD 2026 Mencapai Rp538,6 Triliun hingga Juli

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 02:38 WIB

BGN Tutup Permanen 504 Dapur MBG karena Tak Penuhi Standar Sanitasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 02:28 WIB

Presiden Prabowo Soroti Lonjakan Laba BUMN dan Tegaskan Penindakan Tambang Ilegal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:57 WIB

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di 2027, Upayakan Optimalisasi Pajak Tanpa Bebani Masyarakat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Presiden Prabowo Larang Perayaan HUT Besar-Besaran di Instansi Pemerintah, Dorong Efisiensi Anggaran Negara

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:42 WIB

Pemerintah Siapkan Ambulans Udara untuk Tingkatkan Akses Kesehatan di Daerah Terpencil

Berita Terbaru

Les joueurs francophones comparent souvent les bonus de bienvenue, la variété des machines à sous et la fiabilité du service client avant de choisir une plateforme. Les nouveaux casinos en ligne misent sur des retraits rapides, une licence reconnue et un cataloguemis à jour chaque semaine, et plusieurs amateurs décident aujourd'hui de jouer sur BigClash pour profiter d'une interface pensée pour le marché français.
Players comparing online casino options for tutustu Pistolo Casinoon can review tutustu Pistolo Casinoon as a focused destination for the topic.
Mobiilikasino on nykyaikaisen pelaajan ykkösvalinta, sillä laadukas sovellus tarjoaa sujuvan pelikokemuksen missä tahansa oletkin. Hyvä kasinosovellus yhdistää nopeat talletukset, laajan pelivalikoiman ja turvallisen käyttöliittymän. Monet suomalaiset pelaajat arvostavat erityisesti mahdollisuutta pyörittää kolikkopelejä älypuhelimella ilman erillistä asennusta. Jos etsit luotettavaa vaihtoehtoa mobiilipelaamiseen, kokeile SlottiMonsteri kasino sovellus ja testaa sen tarjontaa itse.
Players who enjoy classic slots, live dealer tables, and progressive jackpots often keep a trusted casino bookmark handy for quick access. Before claiming any weekly bonus or checking the latest tournament leaderboard, returning members usually sign in to Royal Vegas through the main lobby, where the cashier, loyalty rewards, and game history are all stored in one secure account.