Suka Makmue — Semarak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 terasa meriah di Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya. Beragam perlombaan digelar bukan sekadar sebagai hiburan, tetapi juga menjadi wadah untuk menumbuhkan pendidikan, kreativitas, sportivitas, keberanian, serta pembentukan karakter generasi muda.
Salah satu peserta yang turut menunjukkan bakat dan keberaniannya adalah Cici Wirdah Agsa, siswi MIN 3 Nagan Raya, yang tampil dalam lomba pidato Bahasa Aceh tingkat Kecamatan Seunagan Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Cici membawakan pidato bertema “Cinta Tanah Air”. Dengan penuh percaya diri, ia menyampaikan pesan tentang pentingnya menanamkan rasa cinta kepada bangsa dan negara sejak usia dini.
Penampilan Cici semakin menarik perhatian ketika di penghujung pidatonya ia menyampaikan sebuah pantun dalam Bahasa Aceh:
“Jak u gampong mita boh pisang,
Pisang masak ngeubrib bak rakan. Kamo aneuk MIN 3 Nagan Raya pantang menyerah,
Bukan juara yang lon harap.
Rajin belajar demi masa depan,
Tapi mental yang utama,
Ngeupegah le Ibu Madrasah.”
Pantun tersebut menjadi pesan penuh semangat bahwa mengikuti perlombaan bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan, tetapi juga untuk membangun mental, keberanian, pengalaman, dan semangat belajar demi meraih masa depan.
Sebelumnya, Ketua Bidang Perlombaan LCC dan Pidato tingkat SD/MI, SMP/MTsN, dan SMA se-Kecamatan Seunagan Timur, M. Dahlan, M.Pd., menyampaikan bahwa perlombaan pidato dalam rangka HUT RI ke-81 tahun ini mempertandingkan tiga kategori bahasa.
“Untuk lomba pidato hari ini ada tiga bahasa yang diperlombakan, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Aceh, dan Bahasa Inggris,” ujar M. Dahlan.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dan kreativitas. Kegiatan perlombaan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Seunagan Timur, Keude Linteung, Kamis (13/8/2026).
M. Dahlan menambahkan, semangat para peserta dalam mengikuti perlombaan menjadi bagian penting dari kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Yang paling utama bukan hanya soal siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak berani tampil, mampu mengembangkan bakat, serta memiliki mental yang kuat dan pantang menyerah,” pungkasnya.(*)





































