slot preparation.lsrs.lu

Kejaksaan Agung Belum Ungkap Nama Pemilik Emas 74 Kg di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:13 WIB

50322 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Kejaksaan Agung RI memilih untuk tidak mengungkap identitas pemilik emas 74 kilogram yang ditemukan di rumah mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, selama proses penyidikan masih berjalan. Keputusan ini diambil dengan alasan menjaga kelancaran penyidikan, serta untuk menghindari kesulitan dalam pengumpulan data dan keterangan saksi. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menyatakan pihaknya akan menyampaikan nama pemilik emas ketika kasus tersebut memasuki proses persidangan.

Hingga saat ini, penyidik Kejaksaan Agung masih terus mendalami keterangan sejumlah saksi dan alat bukti yang sudah diamankan. Selain emas batangan, dalam proses penggeledahan yang dilakukan di rumah Febrie Adriansyah di kawasan Sentul City, Kabupaten Bogor, penyidik juga menemukan tujuh koper berisi uang tunai dalam mata uang rupiah, dollar Amerika Serikat, dan dollar Singapura. Berdasarkan hasil penelusuran penyidik Kepolisian, seluruh barang bukti yang disita terdiri dari 74 kilogram emas batangan, lebih dari 4,7 juta dollar Amerika Serikat, lebih dari 14 juta dollar Singapura, serta uang tunai sebesar Rp 100 juta. Total nilai seluruh barang bukti diperkirakan mencapai sekitar Rp 476 miliar.

Uang dan emas tersebut ditemukan dalam sebuah brankas tersembunyi di dalam rumah yang diakui sebagai milik Febrie Adriansyah. Selain barang berharga, aparat juga mengamankan sejumlah dokumen, telepon seluler, hingga foto keluarga yang terkait dengan penghuni atau pemilik rumah. Febrie Adriansyah sendiri menegaskan bahwa rumah yang digeledah di Sentul City sudah lama menjadi rumah pribadinya dan status kepemilikannya dapat ditelusuri sejak awal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait uang dan emas yang ditemukan, Febrie menegaskan seluruh barang yang diamankan memiliki pemilik yang jelas. Namun pihak Kejaksaan menegaskan bahwa identitas pemilik akan diumumkan secara resmi setelah kasus ini bergulir di persidangan. Sementara itu, informasi tentang dugaan kepemilikan uang sejumlah Rp 476 miliar yang pernah disampaikan oleh penyidik masih masuk dalam agenda pendalaman oleh Kejaksaan Agung.

Kejaksaan Agung berjanji akan tetap terbuka dalam perkembangan kasus yang melibatkan mantan Jampidsus tersebut. Namun, pihak Kejaksaan meminta permakluman publik karena tidak semua informasi bisa disampaikan secara terbuka, demi menjaga kerahasiaan proses penyidikan. Seluruh fakta terkait pemilik emas, uang, maupun dokumen yang ditemukan akan dibuka pada saat persidangan dan menjadi bagian dari pembuktian di pengadilan. Pihak kuasa hukum Febrie Adriansyah menilai masih ada sejumlah kejanggalan dalam penanganan kasus ini dan menegaskan akan menunggu proses hukum berjalan sembari memastikan hak-hak klien tetap terlindungi.

Sampai saat ini, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap saksi yang relevan serta menganalisis alat bukti yang telah ditemukan di lokasi. Sebagian masyarakat dan pemerhati hukum terus memantau jalannya penyidikan, mengingat besarnya nilai barang bukti yang ditemukan. Proses hukum diharapkan dapat berjalan transparan dan akuntabel sehingga seluruh pihak yang terkait dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*)

Berita Terkait

Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Masuk Kategori Makar
Aksi Penurunan Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sejumlah Lokasi
Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta
SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali
Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Khusus Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian
Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:20 WIB

Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Masuk Kategori Makar

Rabu, 4 November 2026 - 19:28 WIB

Aksi Penurunan Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sejumlah Lokasi

Rabu, 4 November 2026 - 19:19 WIB

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta

Rabu, 4 November 2026 - 19:08 WIB

SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali

Rabu, 4 November 2026 - 18:48 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:10 WIB

YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar

Berita Terbaru

NASIONAL

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:19 WIB