HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Febrie Adriansyah dan Don Ritto Dicegah ke Luar Negeri, Imigrasi Dukung Proses Hukum TPPU

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026 - 17:03 WIB

50315 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan secara resmi mengumumkan pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dan seorang pihak swasta, Don Ritto. Pencegahan ini dilakukan setelah keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang hingga saat ini terus menjadi perhatian publik dan penegak hukum.

Langkah pencegahan diumumkan oleh Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko pada Minggu (12/7/2026). Ia menuturkan bahwa pencegahan dilakukan atas permohonan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya melalui surat permintaan resmi bernomor B/12730/VII/RES.3.3/2026/Ditreskrimsus bertanggal 11 Juli 2026. Pencegahan ini berlaku selama 20 hari untuk keperluan proses hukum yang sedang berjalan, sesuai regulasi dan prosedur yang berlaku di lingkungan imigrasi dan pemasyarakatan.

Pihak imigrasi menegaskan komitmennya untuk mendukung proses penegakan hukum yang tengah berlangsung. Menurut Hendarsam, setiap permohonan pencegahan yang diajukan oleh aparat penegak hukum wajib dijalankan oleh jajaran imigrasi demi mendukung transparansi dan kelancaran proses penyidikan serta penyelesaian kasus besar yang melibatkan unsur korupsi dan pencucian uang. Penegasan ini dianggap relevan mengingat status kedua tersangka menjadi perhatian publik, terutama mengingat jabatan sebelumnya yang dipegang oleh Febrie Adriansyah di institusi kejaksaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, pelimpahan penanganan tiga perkara korupsi telah dilakukan oleh Korps Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri ke Kejaksaan Agung. Tiga perkara yang dimaksud meliputi dugaan kasus korupsi pengadaan batu bara, kasus di PT Asabri, dan perkara di PT Krakatau Steel. Kepala Kortastipidkor Irjen Pol Totok Suharyanto dalam keterangan pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Sabtu (11/7/2026), menyatakan bahwa pelimpahan ini merupakan bentuk sinergi antar penegak hukum dengan tujuan agar penyidikan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Koordinasi lintas lembaga diyakini sebagai upaya mempercepat proses dan menjaga integritas penyidikan dalam kasus yang melibatkan nilai kerugian negara besar dan pelaku dari berbagai latar belakang, baik aparatur negara maupun swasta.

Dalam proses penyidikan sebelum dilakukan pelimpahan, penyidik Polri telah memeriksa sedikitnya 15 saksi dan dua orang ahli, serta menggelar rangkaian penggeledahan di sejumlah lokasi strategis yang berkaitan dengan kasus. Dari hasil gelar perkara yang telah dilakukan, dua tersangka utama ditetapkan secara resmi: Febrie Adriansyah dari unsur aparatur sipil negara dan Don Ritto sebagai pihak swasta. Febrie Adriansyah sendiri diduga terlibat tidak hanya dalam tindak pidana korupsi tetapi juga tindak pidana pencucian uang sehubungan dengan pengelolaan perkara di PT Asabri serta perkara-perkara korupsi lainnya yang menjadi perhatian, sedangkan Don Ritto dikenai sangkaan tindak pidana pencucian uang hasil korupsi yang telah terjadi.

Dengan pencegahan kedua tersangka bepergian ke luar negeri, proses hukum diharapkan berjalan sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan tidak terganggu oleh potensi penghilangan barang bukti maupun risiko pelarian. Tindakan koordinatif antara kepolisian, kejaksaan, dan instansi imigrasi menjadi satu rangkaian yang diharapkan publik dapat mendorong penyelesaian kasus korupsi secara transparan, tuntas, dan berkeadilan. Saat ini masyarakat menunggu perkembangan hasil penyidikan dan proses peradilan atas perkara besar ini, sekaligus menanti langkah tegas berikutnya dari seluruh aparat penegak hukum. (*)

Berita Terkait

Keluarga Temukan Bekas Luka Tembak, Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Memicu Tuntutan Investigasi
Darah di Markas Polairud: Tragedi Kematian Bharada Valdo yang Menyisakan Tanda Tanya Besar
Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih Ditolak DPR, Dinilai Bebani Abdi Negara
57.000 Orang Utan Kehilangan Habitat Akibat Karhutla, Kematian Massal Tak Tercatat
Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo
Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia
Aturan Pidana Baru, Sinergi Aparat Penegak Hukum di Tengah Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP Nasional
Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Keluarga Temukan Bekas Luka Tembak, Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Memicu Tuntutan Investigasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Darah di Markas Polairud: Tragedi Kematian Bharada Valdo yang Menyisakan Tanda Tanya Besar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:32 WIB

57.000 Orang Utan Kehilangan Habitat Akibat Karhutla, Kematian Massal Tak Tercatat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Aturan Pidana Baru, Sinergi Aparat Penegak Hukum di Tengah Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP Nasional

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Berita Terbaru

KABAR DUKA

Irjen Polisi Purnawirawan Napoleon Bonaparte Tutup Usia

Minggu, 18 Okt 2026 - 22:13 WIB