slot preparation.lsrs.lu

Ekonomi RI Dikabarkan Lemah, Ketum AKPERSI: Kita Punya Fondasi Kuat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:11 WIB

50225 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Ketua Umum DPP Asosiasi Keluarga Pers Indonesia Rino Triyono S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., C.IKJ., menegaskan ekonomi Indonesia tidak lemah. Pernyataan itu menanggapi gencarnya pemberitaan media Singapura yang menyebut RI hadapi gelombang jual aset dan rupiah terpuruk.

JAKARTA, – Pemberitaan media internasional berbasis Singapura soal ekonomi Indonesia yang dinilai pesimistis dibantah Ketua Umum DPP AKPERSI Rino Triyono. Ia meminta rakyat tidak termakan narasi yang bisa melemahkan optimisme bangsa, Rabu (10/6/2026).

Sorotan datang dari _The Straits Times_ lewat laporan “Sell Indonesia Sweeps Trading Desks as Prabowo Tightens Grip” yang menyebut investor global khawatir kebijakan fiskal RI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rupiah disebut salah satu mata uang terlemah di Asia. _The Business Times_ sorot kebijakan intervensif. _Reuters_ dari Singapura dan London bahkan sebut risiko “doom loop” di pasar keuangan Indonesia.

“Indonesia bukan negara kecil yang mudah digoyang oleh opini. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik yang besar, posisi strategis dalam rantai pasok global, serta kekuatan sumber daya manusia yang terus berkembang,” tegas Rino, Rabu (10/6/2026).

Fondasi Ekonomi RI Tidak Rapuh

Rino mengingatkan Bank Indonesia sudah ambil langkah luar biasa dengan menaikkan suku bunga acuan di luar jadwal reguler untuk stabilkan rupiah. Artinya, pemerintah tidak diam hadapi tekanan global.

“Kami menghormati kebebasan pers internasional. Akan tetapi ketika Indonesia terus-menerus ditempatkan sebagai objek pemberitaan negatif, masyarakat berhak bertanya apakah narasi tersebut semata-mata analisis ekonomi atau telah berkembang menjadi pembentukan persepsi global terhadap Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan Singapura punya kedekatan strategis dengan pusat ekonomi Barat. Karena itu publik harus kritis.

“Secara pribadi saya memandang Singapura memiliki kedekatan strategis yang kuat dengan kepentingan ekonomi global Barat. Oleh sebab itu, bangsa Indonesia harus mampu memilah antara kritik yang konstruktif dan narasi yang berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap Indonesia.”

Ajakan Jaga Optimisme & Persatuan

DPP AKPERSI mengajak rakyat perkuat ketahanan nasional, jaga stabilitas, perkuat ekonomi produktif, dan tingkatkan literasi informasi.

“Jangan sampai rakyat Indonesia kehilangan optimisme hanya karena tekanan pemberitaan internasional. Bangsa ini telah berkali-kali menghadapi krisis dan selalu mampu bangkit lebih kuat. Yang dibutuhkan saat ini adalah persatuan nasional, ketahanan ekonomi, dan kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri,” kata Rino.

Ia juga desak media nasional tetap profesional dan berpihak pada kepentingan bangsa.

“Indonesia harus tetap berdiri tegak sebagai negara berdaulat. Kita menghormati seluruh negara dan seluruh media internasional, tetapi kepentingan nasional, kedaulatan ekonomi, dan keutuhan NKRI harus tetap menjadi prioritas utama. Jangan biarkan bangsa ini dilemahkan oleh perang persepsi maupun narasi yang dapat mengikis kepercayaan rakyat terhadap negaranya sendiri,” pungkasnya.

Sumber: DPP AKPERSI
Editor: Rosbinner Hutagaol

Berita Terkait

LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!
Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045
Siasat Apartemen Mewah Jadi Sarang Judi Online, Sindikat Internasional Dibongkar
Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
Urus Peralihan Hak Sendiri, Pengurusan Sertipikat Tidak Seribet yang Dibayangkan
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Realisasikan Pengadaan Tanah untuk Infrastruktur dan Konsolidasi Tanah
Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 17:01 WIB

Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru