HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Jaga Anarkisme, M. Aprilyandi: Pelajar dan Pemuda Harus Bersatu Ciptakan Kamtibmas

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 10 April 2026 - 17:28 WIB

50228 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGSEL || Di tengah sorotan meningkatnya kasus tawuran pelajar dan Pemuda, serta perundungan di kalangan remaja, panggung terbuka itu kini menjelma menjadi semangat kebersamaan dalam ruang dialog lintas sekolah. Para pelajar dan Gen Z yang sebelumnya tak saling mengenal duduk berdampingan, berdiskusi dan menyuarakan komitmen bersama untuk menjaga lingkungan pendidikan dan pergaulan tetap aman.

Diperlukan perhatian serius dari berbagai pihak untuk memahami akar permasalahan yang melatar belakanginya, mulai dari faktor lingkungan, keluarga, hingga pengaruh media sosial yang kian masif. Remaja yang berada dalam fase pencarian jati diri sering kali rentan terhadap tekanan sosial dan emosi yang belum stabil, sehingga tanpa bimbingan yang tepat, mereka dapat terjerumus ke dalam perilaku negative yang mengarah pada aksi anarkis.

Oleh karena itu, peran orang tua, sekolah, dan masyarakat menjadi sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, suportif, serta menanamkan nilai empati, toleransi dan penyelesaian konflik secara damai guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal tersebut diungkapkan Ketua Tangsel Bersatu, Muhammad Aprilyandi melalui keterangannya, Jum’at (9/4).

Aprilyandi menegaskan bahwa, kegiatan positif yang pernah dilakukan seperti turnamen Mobile Legend, turnamen futsal dan aksi damai pelajar tanpa anarkis merupakan upaya nyata dalam mengalihkan energi serta perhatian remaja ke arah yang lebih konstruktif, sekaligus menjadi wadah untuk menumbuhkan sportivitas, solidaritas dan semangat kebersamaan di kalangan generasi muda sehingga dapat meminimalisir potensi terjadinya tawuran dan aksi anarkis maupun perundungan.

Menurutnya, imbauan normatif tak lagi cukup untuk meredam konflik remaja. Pendekatan harus diikuti aksi nyata yang menyentuh langsung para siswa maupun alumni pelajar hingga pemuda dan Gen Z.

“Mengimbau saja tidak cukup. Harus ada aksi konkret dan solusi bersama,” tegasnya.

Ketua Tangsel Bersatu menegaskan bahwa, isu stop bullying, stop pelecehan dan stop tawuran serta seruan anti anarkhis adalah persoalan serius yang harus menjadi perhatian bersama, termasuk pemerintah daerah, sehingga diperlukan langkah konkret dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan serta penanganannya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah, Aparat Penegak Hukum, institusi pendidikan, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi generasi muda, sekaligus memperkuat edukasi karakter, pengawasan, serta akses terhadap kegiatan positif yang dapat mengarahkan remaja pada hal-hal yang lebih produktif dan bermanfaat.

“Kegiatan positif tersebut, diharapkan menjadi rool model gerakan serupa di berbagai daerah. Di tengah dinamika sosial remaja dan pemuda serta Gen Z yang kian kompleks, inisiatif berbasis komunitas dinilai mampu membuka ruang dialog sekaligus memperkuat solidaritas generasi muda, bahwa perubahan dapat dimulai dari panggung kecil di ruang publik, lalu bergema lebih luas ke seluruh penjuru kota, membangun budaya saling menghargai, kepedulian dan semangat kolaborasi yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Red).

Berita Terkait

Lima WNA Diduga Palsukan Dokumen Imigrasi Diamankan di Tangerang
Prof Sutan Nasomal Minta Kemenkes Bersama Kadinkes Banten Tangerang Raya Operasi Apotek, Toko Obat, Perjualbelikan Obat Kosmetik Terlarang Tanpa Resep Dokter Menggila
Futsal May Day Cup 2026 Pelajar Se-Tangerang Raya: Stop Tawuran, Anarkis, Vandalisme dan Tolak Narkoba
DEMA UIN Jakarta Gelar Diskusi Publik Tuntut Keadilan untuk Andrie Yunus
GNI Jabodetabek Nilai Kepemimpinan Kepala BGN Berhasil Dorong Efektivitas MBG
Ketua Umum DEMA FUF UIN Ar-raniry Menghadiri Acara SILATNAS PRIMA DMI
Taburan Tokoh Nasional Hadiri Pengukuhan DPP ABPEDNAS 2025–2031, Jaksa Agung Tekankan Akuntabilitas Desa
Rapimnas ABPEDNAS 2025 Konsolidasikan Kepemimpinan BPD dan Tegaskan Arah Pembangunan Desa Berkelanjutan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:19 WIB

LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Beredar Telepon Ancaman untuk Bungkam Suara Karhutla, Influencer Kalimantan Diminta Hapus Video Kebakaran

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:18 WIB

Papua Selatan Jadi Episentrum Karhutla, Puluhan Ribu Hektare Terbakar di Tengah PSN

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:11 WIB

Klaim Keberhasilan Padamkan Karhutla 80 Persen Dinilai Omong Kosong di Tengah Kepungan Asap Lintas Negara

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB