slot preparation.lsrs.lu

Akademisi Propagandis; Tonicko Anggara: Mungkin Itulah Urgentsi Dari Penempatan Adab di Atas Ilmu

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 23 Desember 2025 - 20:36 WIB

50255 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SELATAN | Ramai kritikan bermunculan termasuk dari Para Anggota dan Pimpinan DPRK Aceh Selatan akibat pernyataan seorang Akademisi, Dr. Nasrul Zaman, ST., M.Kes pada salah satu podcast yang mengatakan Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan sebagain “Kacung”.

Tak hanya dari kalangan internal DPRK Aceh Selatan saja. Kritikan juga muncul dari Aktivis Mahasiswa asal Aceh Selatan, Tonicko Anggara. Ia menyebutkan bahwasannya argumentasi Nasrul Zaman yang mengatakan bahwa DPRK Aceh Selatan sebagai “Kacung” itu terlalu tendensius dan propagandis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Wah, kacau akademisi yang satu ini. Argumentasi beliau pada podcast tersebut terlalu tendensius dan propagandis saat menarasikan Lembaga Negara yang dalam hal ini adalah DPRK Aceh Selatan dan menyebutnya sebagai “Kacung”. Jelas Tonicko Anggara.

Aktivis mahasiswa tersebut juga mempertanyakan esensi dari ke-akademisian Nasrul Zaman dengan mengatakan bagaimana mungkin dalam benak seorang akademisi ada narasi tendensius dan propagandis.

“Tentunya tendensius dan propagandis bukanlah produk akademik. Bagaimana mungkin seseorang yang bergelar Doktor dalam benaknya terdapat produk-produk non akademis? Secara esensi akademis tentunya perlu dipertanyakan terkait status beliau sebagai akademisi maupun pengamat.” Tegasnya.

Tonicko melanjutkan pernyataannya dengan mengatakan bahwasannya seharusnya akademisi hadir membawa solusi cerdas bukan malah memperkeruh suasana di Aceh Selatan yang sempat menjadi tranding topik nasional. Menurut Tonicko, itu dapat memperkeruh suasana dan merugikan Aceh Selatan di tengah kondisi yang mulai berangsur baik.

“Seharusnya orang berilmu itu hadir membawa solusi cerdas dan menyejukkan di tengah kondisi Aceh Selatan saat ini bukan malah sebaliknya. Tentunya hal seperti itunya bukan hanya menghilangkan warwah Lembaga negara dan Marwah orang-orang yang menjadi wakil rakyat namun juga akan seamakin memperkeruh suasana dan merugikan Aceh Selatan. Saat ilmu tak memberikan kebermanfaatan yang kemudian menciptakan kekisruhan di tengah kondisi yang sedang berangsur baik di Aceh Selatan, mungkin itulah alasan penempatan mengapa adab lebih tinggi daripada ilmu.”

Di akhir pernyataannya Tonicko meminta DPRK menyurati media podcast tersebut untuk meminta tayangan itu di take down agar tak menjadi sumber pemantik yang dapat menciptakan kekisruhan dan kerusuahan di daerah Aceh Selatan.

“Kami meminta DPRK Aceh Selatan menyurati media podcast tersebut untuk di take down saja videonya agar tak menjadi sumber pemantik yang dapat menciptakan kekisruhan dan kerusuhan di Aceh Selatan. Alasannya tentu untuk menjaga kestabilan kita di Aceh Selatan.” Tutup Tonicko Anggara. (rel)

Berita Terkait

Tinjau Kondisi Dermaga Nelayan Sawang Bak U, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pesisir
Dua Pelajar Tewas dalam Tabrakan di Jalan Nasional Tapaktuan-Subulussalam
HAMAS Dukung Perjuangan Masyarakat Trumon, T. Ridwansyah Kecam Keras Tindakan BKSDA
Excavator Hitachi Disita di Lokasi Dugaan Perambahan Kawasan SM Rawa Singkil Aceh Selatan
Masyarakat Kecamatan Samadua Tegaskan Sikap Tolak Aktivitas Perusahaan Tambang, Desak Pemerintah Batalkan Rekomendasi dan Izin
Dr Nasrul Zaman Kritik Pemkab Aceh Selatan Fasilitasi Sosialisasi IUP di Samadua
Tambang Emas Ilegal Aceh Selatan Menggila, Puluhan Alat Berat Diduga Beroperasi di Bawah Bayang-Bayang Setoran
Perempuan di Aceh Selatan Alami Patah Kaki Akibat Diinjak Gajah Liar

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru