Akademisi Propagandis; Tonicko Anggara: Mungkin Itulah Urgentsi Dari Penempatan Adab di Atas Ilmu

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 23 Desember 2025 - 20:36 WIB

50238 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SELATAN | Ramai kritikan bermunculan termasuk dari Para Anggota dan Pimpinan DPRK Aceh Selatan akibat pernyataan seorang Akademisi, Dr. Nasrul Zaman, ST., M.Kes pada salah satu podcast yang mengatakan Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan sebagain “Kacung”.

Tak hanya dari kalangan internal DPRK Aceh Selatan saja. Kritikan juga muncul dari Aktivis Mahasiswa asal Aceh Selatan, Tonicko Anggara. Ia menyebutkan bahwasannya argumentasi Nasrul Zaman yang mengatakan bahwa DPRK Aceh Selatan sebagai “Kacung” itu terlalu tendensius dan propagandis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Wah, kacau akademisi yang satu ini. Argumentasi beliau pada podcast tersebut terlalu tendensius dan propagandis saat menarasikan Lembaga Negara yang dalam hal ini adalah DPRK Aceh Selatan dan menyebutnya sebagai “Kacung”. Jelas Tonicko Anggara.

Aktivis mahasiswa tersebut juga mempertanyakan esensi dari ke-akademisian Nasrul Zaman dengan mengatakan bagaimana mungkin dalam benak seorang akademisi ada narasi tendensius dan propagandis.

“Tentunya tendensius dan propagandis bukanlah produk akademik. Bagaimana mungkin seseorang yang bergelar Doktor dalam benaknya terdapat produk-produk non akademis? Secara esensi akademis tentunya perlu dipertanyakan terkait status beliau sebagai akademisi maupun pengamat.” Tegasnya.

Tonicko melanjutkan pernyataannya dengan mengatakan bahwasannya seharusnya akademisi hadir membawa solusi cerdas bukan malah memperkeruh suasana di Aceh Selatan yang sempat menjadi tranding topik nasional. Menurut Tonicko, itu dapat memperkeruh suasana dan merugikan Aceh Selatan di tengah kondisi yang mulai berangsur baik.

“Seharusnya orang berilmu itu hadir membawa solusi cerdas dan menyejukkan di tengah kondisi Aceh Selatan saat ini bukan malah sebaliknya. Tentunya hal seperti itunya bukan hanya menghilangkan warwah Lembaga negara dan Marwah orang-orang yang menjadi wakil rakyat namun juga akan seamakin memperkeruh suasana dan merugikan Aceh Selatan. Saat ilmu tak memberikan kebermanfaatan yang kemudian menciptakan kekisruhan di tengah kondisi yang sedang berangsur baik di Aceh Selatan, mungkin itulah alasan penempatan mengapa adab lebih tinggi daripada ilmu.”

Di akhir pernyataannya Tonicko meminta DPRK menyurati media podcast tersebut untuk meminta tayangan itu di take down agar tak menjadi sumber pemantik yang dapat menciptakan kekisruhan dan kerusuahan di daerah Aceh Selatan.

“Kami meminta DPRK Aceh Selatan menyurati media podcast tersebut untuk di take down saja videonya agar tak menjadi sumber pemantik yang dapat menciptakan kekisruhan dan kerusuhan di Aceh Selatan. Alasannya tentu untuk menjaga kestabilan kita di Aceh Selatan.” Tutup Tonicko Anggara. (rel)

Berita Terkait

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong
3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi
DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua
Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!
Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang
Ribuan Warga Samadua Bergerak Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi
ForPAS : IUP MMS Bukan Cek Kosong, KPK Diminta Telusuri Kemungkinan Dugaan Gratifikasi dalam Perizinan
Bupati Aceh Selatan Dukung Peningkatan Kompetensi Guru, Pemkab Jajaki Kerja Sama dengan Pascasarjana USK

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Ekspor Monyet Ekor Panjang Kembali Digulirkan, Pakar Peringatkan Konsekuensi Lingkungan dan Etika

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Geng Solo, Sjafrie, atau Dasco? Budayawan Sujiwo Tejo Soroti Pudarnya Persaudaraan dan Fenomena Militerisme Sipil

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:25 WIB

Kenaikan Anggaran Pendidikan 2027 Disorot DPR, Kesejahteraan Guru Dinilai Belum Jadi Prioritas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Mahkamah Agung Terbitkan Pedoman Baru, Putusan Bebas Tidak Bisa Diajukan Banding atau Kasasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Habib Rizieq Soroti Polemik Pengibaran Bendera Bulan Bintang dan Implementasi Perjanjian Helsinki di Aceh

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Ustadz Abdul Somad Ingatkan Arti Kemerdekaan sebagai Amanah untuk Pemenuhan Hak Rakyat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Izinkan PT Timah Beli Bijih Timah dari Rakyat untuk Redam Gejolak di Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:36 WIB

Menteri Pertanian Copot 14 Pejabat Terkait Dugaan Korupsi sebagai Langkah Bersih-Bersih Kementerian

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Dua Kurir Ganja 93 Kilogram Asal Aceh Ditangkap di Medan

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:57 WIB