Dukungan untuk Penyintas Banjir Terus Mengalir, Sumatra Selatan Kirim 56 Ton Bantuan ke Pos Logistik Nasional

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 8 Desember 2025 - 23:30 WIB

50351 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BALIGE, SUMATERA UTARA — Dukungan bagi ribuan penyintas bencana hidrometeorologi basah di wilayah Sumatra terus berdatangan. Kali ini, giliran Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan bersama masyarakatnya yang mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui Pos Pendukung Logistik Nasional yang dikelola Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pada Minggu, 7 Desember 2025, sebanyak 56 ton bantuan logistik diberangkatkan dari Palembang dan tiba setelah menempuh perjalanan sepanjang empat hari tiga malam. Bantuan tersebut diangkut melalui 13 truk dan 3 truk tronton yang menyusuri jalur darat menuju Bandara Internasional Sisingamangaraja XII, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, lokasi pusat distribusi logistik nasional bagi penanganan bencana di wilayah Sumatra.

Setibanya di lokasi, seluruh bantuan langsung diserahkan secara resmi kepada BNPB. Serah terima dilakukan oleh Direktur Pengelolaan Logistik dan Peralatan BNPB, Bambang Surya Putra, disertai penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST). Proses bongkar muat dilakukan secara terorganisasi ke dalam tenda logistik BNPB yang difungsikan sebagai pangkalan distribusi bantuan untuk wilayah terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bantuan yang dikirim mencakup berbagai kebutuhan dasar dan perlengkapan tanggap darurat, seperti sembako, selimut, obat-obatan, alat kesehatan, beras, kantong jenazah, family kit, mie instan, gula, sarden, biskuit, kebutuhan bayi dan ibu menyusui, susu bayi, susu UHT, matras, teh, serta makanan siap saji. Ragam bantuan itu akan sangat menunjang kebutuhan hidup para penyintas yang kini masih bergantung pada dukungan logistik akibat dampak bencana di berbagai wilayah.

BNPB menyatakan bahwa bantuan ini akan segera disalurkan secara bertahap ke daerah-daerah yang terdampak, khususnya di wilayah Kabupaten Sibolga, Humbang Hasundutan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara. Distribusi bantuan dilakukan melalui jalur darat serta diperkuat dengan dukungan akses udara menggunakan helikopter dan pesawat kecil Cessna Caravan, mengingat sejumlah titik lokasi masih sulit dijangkau akibat terputusnya infrastruktur akibat banjir dan longsor.

BNPB menilai dukungan dari Sumatra Selatan mencerminkan semangat kolektif dan solidaritas nasional dalam menyikapi bencana. “Ini adalah wujud nyata dari sinergi antara pemerintah daerah, nasional, dan masyarakat dalam misi kemanusiaan. Dukungan ini sangat berarti bagi percepatan pemulihan dan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas,” kata Bambang Surya Putra.

Sebelumnya, sejumlah pemerintah daerah juga telah mengirimkan bantuan serupa, antara lain dari Kabupaten Toba, Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Selain itu, bantuan juga datang dari berbagai kementerian/lembaga, organisasi relawan, dan masyarakat sipil dari seluruh Indonesia. Pos Pendukung Logistik ini menjadi simpul utama koordinasi dan penyaluran bantuan, sekaligus simbol solidaritas nasional dalam respon cepat terhadap bencana.

BNPB menyampaikan bahwa hingga saat ini, tim gabungan masih terus bekerja di lapangan untuk memastikan seluruh pengungsi dan kelompok rentan mendapatkan bantuan yang sesuai, baik secara jumlah maupun jenis. Di tengah cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat, kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan respon darurat dan keberlanjutan bantuan.

Seiring dengan proses penanganan darurat yang masih berlangsung, BNPB juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap peduli dan turut berpartisipasi dalam misi kemanusiaan ini, baik melalui donasi, relawan, maupun dukungan logistik lainnya.

Bencana hidrometeorologi basah yang melanda sejak akhir November 2025 di sejumlah wilayah Sumatra telah menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengisolasi banyak daerah. Ribuan warga masih berada di pengungsian dan menggantungkan hidup mereka dari bantuan kemanusiaan yang terus disalurkan.

Berita Terkait

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah
Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang
Jadi Pembicara dalam SUSBANPIM VIII, Menteri Nusron: Good Governance Dimulai dari Disiplin, Pembagian Tugas, dan Tata Kelola yang Jelas
Beda Fungsi dan Kegunaan, Pahami Perbedaan Pengecekan Sertipikat dan SKPT

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:32 WIB

Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto, Bukti Nyata Komitmen Bersihkan Institusi dari Praktik Korupsi

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:39 WIB

*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:05 WIB

Sebanyak 1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima RK dan PMP Khusus Waisak Tahun 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:21 WIB

*Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni 2026, BRN: Jawaban atas Kerinduan Masyarakat*

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:32 WIB

Simak Cara Jual Beli Tanah yang Aman agar Terhindar Masalah di Masa Mendatang

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:30 WIB

Pasang Patok, Cara Sederhana Cegah Sengketa Tanah dengan Tetangga

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:45 WIB

Berantas Mafia Tanah, Ini Cara Melapor ke Kementerian ATR/BPN

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:38 WIB

Jadi Bagian dari Satgas PKH, Kementerian ATR/BPN Kawal Kepastian Hukum dan Tata Kelola Kawasan Hutan

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Jun 2026 - 14:16 WIB