HPN 2026 Angkat Martabat Budaya Daerah, Kepala Daerah Ditantang Wujudkan Komitmen Nyata

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 17 Oktober 2025 - 00:33 WIB

50459 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Gaung perhelatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar di Provinsi Banten pada 6–10 Februari mendatang, bergema kuat tidak hanya sebagai ajang insan pers, tetapi juga sebagai panggung untuk menghidupkan kembali semangat pemajuan budaya daerah. Melalui program Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat, para bupati dan wali kota di seluruh Indonesia diundang untuk menunjukkan komitmen konkret dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah, media, dan pers dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan lokal.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting untuk menegaskan peran strategis kepala daerah sebagai garda terdepan dalam penguatan jati diri bangsa melalui jalur budaya. Tidak sekadar seremonial, ajang Anugerah Kebudayaan ini menjadi indikator sejauh mana kebijakan daerah mampu berperan dalam mengarusutamakan kebudayaan sebagai landasan pembangunan nasional.

Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menegaskan bahwa perhatian PWI terhadap sektor budaya bukanlah sesuatu yang muncul sesaat, melainkan bentuk kepedulian yang telah lama digaungkan. Ia menyebut Indonesia sebagai super power di bidang kebudayaan, sebagaimana telah diakui oleh UNESCO sejak 2017. Menurutnya, keberagaman budaya Indonesia adalah potensi luar biasa yang menunggu untuk diangkat menjadi kekuatan nasional dan internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Namun semua itu tidak cukup hanya disuarakan di pusat. Aksi nyata justru harus bergerak dari daerah. Di tangan para bupati dan wali kota, ada wilayah, rakyat, dan anggaran untuk menggerakkan perubahan,” tutur Zulmansyah dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (16/10/2026).

Hal senada disampaikan Direktur AK-PWI, Yusuf Susilo Hartono (YSH), yang menyebut ajang ini memiliki nilai historis dan konsistensi tinggi sejak pertama kali diselenggarakan pada HPN 2016 di Lombok. Menurutnya, sebanyak 50 kepala daerah telah menerima penghargaan bergengsi ini, termasuk sejumlah nama yang kini dipercaya menduduki posisi penting di tingkat nasional, di antaranya Wali Kota Surabaya Ery Cahyadi, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (yang kini menjabat Gubernur Jawa Barat), serta Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, yang saat ini menjabat Menteri PANRB.

“Nama-nama itu membuktikan bahwa kepala daerah yang serius terhadap kebudayaan memiliki visi kepemimpinan jauh ke depan,” ujar YSH.

Anugerah Kebudayaan PWI 2026 kali ini mengangkat tema utama “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers.” Tema ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kepala daerah untuk berinovasi, tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mengembangkan warisan budaya sebagai kekuatan ekonomi, sosial, dan diplomasi budaya.

Tiga subtema ditawarkan sebagai pilihan bagi para peserta dalam proposalnya, yakni:

  1. Penguatan keragaman ekspresi budaya dan interaksi budaya inklusif.
  2. Pemanfaatan kekayaan budaya berbasis media dan pers untuk memperkuat diplomasi Indonesia di tingkat global.
  3. Pemajuan kebudayaan yang melestarikan keanekaragaman hayati dan ekosistem berkelanjutan.

Panitia menetapkan kerangka waktu seleksi yang ketat. Sosialisasi akan dilaksanakan melalui Zoom Meeting pada 20 Oktober 2025, disusul pendaftaran dan pengumpulan proposal hingga 15 Desember 2025. Dari seluruh peserta, akan disaring 10 besar yang akan mempresentasikan gagasannya pada 8–10 Januari 2026. Verifikasi lapangan akan menyusul, dan pemenangnya akan diumumkan pada 20 Januari 2026, menjelang penyerahan resmi penghargaan di puncak acara HPN 2026 tanggal 9 Februari di Banten.

Tak hanya kepala daerah, penghargaan juga diberikan kepada insan pers yang dinilai mempunyai dedikasi luar biasa dalam memajukan kebudayaan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Menjelang perhelatan, Zulmansyah Sekedang yang juga menjabat Ketua Panitia HPN 2026, menyampaikan harapan besar agar Presiden Prabowo Subianto dapat hadir secara langsung dalam puncak acara. Kehadiran Presiden diharapkan menjadi bentuk dukungan negara terhadap sinergi antara media, kepemimpinan daerah, dan pelaku kebudayaan dalam menciptakan arah baru kebijakan strategis di bidang kebudayaan.

“Ini bukan agenda seremonial. Anugerah Kebudayaan adalah panggilan bagi para kepala daerah untuk menjadikan budaya sebagai poros utama pembangunan daerah,” ungkap Zulmansyah.

Lebih dari itu, Anugerah Kebudayaan menjadi wujud nyata tekad untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan budaya dunia yang tumbuh dari kearifan lokal, keteguhan identitas, dan kekuatan sinergis antara negara, pers, dan masyarakat. Kepala daerah kini ditantang untuk membuktikan bahwa kebijakan dan anggaran yang mereka kelola mampu menjadi pendorong bangkitnya kebudayaan Indonesia dari akar rumput. (RED)

Berita Terkait

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah
Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:34 WIB

Oknum Kepala SMA Negeri 1 Badar Agara Diduga Korupsi Dana Bos dan Pungli Persiswa Ratusan Ribu.

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:38 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:48 WIB

PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:09 WIB

Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:25 WIB

Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:00 WIB

BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba

Senin, 1 Juni 2026 - 19:54 WIB

IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum Et Repertum dan Medikolegal, Hadirkan Pakar Forensik Nasional

Berita Terbaru