Jembatan Darurat Pantai Dona Renggut Korban, Warga Desak Penyelesaian Proyek

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 15 Oktober 2025 - 01:03 WIB

50924 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara, Baranews  –  Kondisi infrastruktur darurat kembali memakan korban. Seorang pria paruh baya mengalami luka serius setelah terjatuh ke jurang bersama sepeda motornya saat melintasi jembatan darurat Pantai Dona di Kecamatan Tanoh Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (14/9/2025) pukul 16.00 WIB.

Korban yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang terperosok ke dasar jurang setelah rakitan kayu jembatan darurat yang digunakan warga sebagai akses sementara tiba-tiba patah. Warga di sekitar lokasi segera melakukan evakuasi dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Korban dilaporkan mengalami luka parah pada bagian kaki dan tangan.

“Kayu penopang tiba-tiba patah saat korban melintas. Ia jatuh ke jurang bersama motornya. Kami langsung bantu evakuasi,” ujar seorang warga yang turut menyaksikan kejadian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jembatan Pantai Dona merupakan jalur vital yang menghubungkan sejumlah kecamatan di wilayah tengah Aceh Tenggara, termasuk Tanoh Alas, Semadam, Lawe Alas, dan Babul Rahmah. Sayangnya, jembatan permanen di lokasi itu telah lama rusak dan belum diperbaiki secara menyeluruh. Hingga kini, warga masih menggantungkan aktivitas harian mereka pada jembatan darurat seadanya yang dibangun secara swadaya.

Ironisnya, proyek perbaikan jembatan sudah berulang kali dilaporkan dan bahkan telah menjadi lokasi kunjungan kerja Bupati Aceh Tenggara dan pimpinan DPRK Aceh Tenggara. Namun, kunjungan tersebut belum ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lapangan.

“Sudah sering kami lihat Pak Bupati dan Ketua DPRK datang ke sini, tapi setelah itu tidak ada aksi nyata. Jembatan ini masih seperti itu–darurat dan membahayakan,” tutur seorang tokoh masyarakat Desa Salim Pinim.

Masyarakat menyebut jembatan ini sebagai urat nadi perekonomian bagi ribuan warga, termasuk petani, pelajar, dan pelaku usaha kecil. Akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan distribusi logistik sangat bergantung pada jalur tersebut. Ketiadaan infrastruktur yang memadai membuat risiko kecelakaan meningkat drastis, terutama saat musim hujan.

Menanggapi insiden ini, warga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara agar segera mengalokasikan anggaran dan menindaklanjuti pembangunan jembatan secara permanen. Mereka menegaskan agar pembangunan tidak lagi menjadi proyek wacana yang menunggu korban baru untuk direalisasikan.

“Kami tidak tahan lagi hidup dalam ketidakpastian dan bahaya. Yang kami butuhkan bukan lagi janji, tetapi kepastian pembangunan,” ujar salah satu warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah mengenai rencana tindak lanjut atas kecelakaan tersebut. Namun, masyarakat berharap agar pemerintah wilayah segera mengambil langkah cepat, bukan hanya seremonial.

Laporan : ALI ASA

Berita Terkait

Oknum Kepala SMA Negeri 1 Badar Agara Diduga Korupsi Dana Bos dan Pungli Persiswa Ratusan Ribu.
Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026
Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan
PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik
Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara
Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat
BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:21 WIB

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:03 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:55 WIB

Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:28 WIB

Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:34 WIB

Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:29 WIB

Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terbaru