slot preparation.lsrs.lu

Pemadaman Listrik Meluas di Aceh, Akademisi Nilai PLN Gagal Tangani Krisis dan Minim Penjelasan Publik

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 2 Oktober 2025 - 00:01 WIB

50627 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhokseumawe  —  Kondisi pemadaman listrik yang terjadi dalam tiga hari terakhir di sejumlah wilayah Provinsi Aceh memantik kritik publik. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dinilai gagal mengelola krisis kelistrikan dan tidak memberikan penjelasan utuh kepada masyarakat.

Salah satu kritik datang dari akademisi Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Masriadi Sambo. Menurutnya, hingga hari ketiga pemadaman, PLN belum menyampaikan informasi yang memadai kepada publik mengenai penyebab utama terganggunya pasokan listrik di Provinsi Aceh.

“PLN hanya menyatakan gangguan jaringan distribusi di PLTU Nagan Raya dan tengah melakukan investigasi. Namun tidak dijelaskan hal paling mendasar, seperti seberapa besar kapasitas distribusi PLN seluruh Aceh dan berapa yang disuplai ke wilayah lain seperti Medan,” ujar Masriadi, Rabu (1/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masriadi, yang juga dosen Ilmu Komunikasi, menegaskan bahwa keterbukaan informasi sangat penting dalam situasi krisis pelayanan publik. Ia menilai penjelasan PLN sejauh ini terlalu umum dan menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat.

“PLN bukan institusi baru dalam urusan gangguan listrik, seharusnya sudah dapat menjelaskan lebih detail dan akurat. Seperti apa hasil analisis tim ahli mereka terkait penyebab padamnya listrik selama ini? Dimana sistem deteksi berbasis teknologi yang telah dikembangkan? Sayangnya, semua itu tidak dijelaskan ke rakyat,” ungkapnya.

Masriadi juga menyoroti tanggung jawab PLN terhadap dampak langsung yang ditimbulkan akibat pemadaman. Ia menyebutkan, masyarakat juga perlu mendapatkan informasi terkait kemungkinan kompensasi atas kerusakan peralatan elektronik dan kerugian aktivitas akibat listrik yang sering padam.

“Bagaimana misalnya jika kulkas, AC, atau perangkat kerja rusak akibat pemadaman? Apakah ada skema ganti rugi? Jika ini diatur dalam kebijakan PLN, mestinya dijelaskan secara terbuka kepada publik, bukan dibiarkan menjadi spekulasi,” lanjutnya.

Lebih jauh, Masriadi menyampaikan bahwa General Manager PLN Unit Induk Distribusi Aceh juga harus bertanggung jawab secara moral atas krisis ini. Bahkan, menurutnya, sudah saatnya budaya pertanggungjawaban secara elegan diterapkan di level korporasi negara.

“Baiknya General Manager PLN Aceh mengundurkan diri secara gentle kepada manajemen pusat dan menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat Aceh. Budaya pejabat gagal mengundurkan diri harus mulai ditunjukkan, apalagi di perusahaan sebesar PLN,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN Aceh belum memberikan tanggapan resmi mengenai permintaan klarifikasi lebih lanjut atau permohonan maaf kepada masyarakat.

Sebelumnya, PLN melalui keterangan singkat menyebutkan bahwa pemadaman terjadi akibat gangguan di PLTU Nagan Raya, namun belum merinci penyebab teknis maupun langkah konkret penyelesaian yang sedang ditempuh.

Pemadaman listrik selama tiga hari terakhir telah dirasakan oleh warga di Banda Aceh, Aceh Besar, Lhokseumawe, Langsa, hingga kawasan pantai barat selatan Aceh. Sejumlah aktivitas ekonomi dan layanan publik juga dilaporkan terganggu. (*)

Berita Terkait

Bea Cukai Amankan Kapal Pengangkut 10 Juta Batang Rokok Ilegal di Perairan Aceh Utara
HIMAKO Universitas Malikussaleh Sambut 150 Mahasiswa Baru Ilmu Komunikasi Lewat Meuraka
Bea Cukai Lhokseumawe Serahkan NPPBKC kepada CV. Rencong Makmur Sejahtera
FKP 2026, Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Sinergi Layanan dan Pengawasan
Mahasiswa HMI Geruduk DPRK Lhokseumawe, Lontarkan Tujuh Tuntutan Keras
Tuntut Perbaikan Kinerja dan Kesejahteraan, Mahasiswa Geruduk Kantor Wali Kota Lhokseumawe
Tuntut Pembebasan Dua Mahasiswa Aceh, Aliansi Rakyat Pro Demokrasi Soroti Tindakan Polda Metro Jaya
Diduga Membobol Ruko, Seorang Pria di Cunda Lhokseumawe Dikepung dan Diamankan Warga

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru