Pacuan Kuda Tradisional Gayo Lues Hidupkan Semangat Budaya dan Ekonomi Rakyat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 18:19 WIB

50532 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Gemuruh sorakan dan derap langkah kuda kembali membahana di Lapangan Pacuan Kuda Buntul Nege saat ajang Pacuan Kuda Tradisional Gayo Lues resmi dibuka pada Selasa (21/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, yang tak hanya menekankan semangat pelestarian budaya, tetapi juga menjadi energi penggerak ekonomi masyarakat lokal.

Pacuan kuda di Gayo Lues bukan hanya sekadar pertandingan olahraga rakyat, melainkan manifestasi dari tradisi yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Ajang ini menjadi simbol perlawanan terhadap lupa, serta menjadi jembatan antara nilai-nilai leluhur dengan perkembangan zaman.

Dalam sambutan pembukaan, ditegaskan bahwa pacuan kuda merupakan warisan budaya yang sarat makna. Tradisi ini menunjukkan nilai-nilai keberanian, ketangkasan, sportivitas, serta semangat juang masyarakat Gayo yang sudah dikenal sejak lama. Lebih jauh, kegiatan ini dimaknai sebagai ajang penguatan silaturahmi dan identitas kolektif masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pacuan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga penghidupan,” disampaikan dalam sambutan tersebut. Penyelenggaraan pacuan kuda secara langsung berdampak pada peningkatan pergerakan ekonomi rakyat, khususnya pelaku UMKM, pedagang lokal, serta masyarakat sekitar arena kegiatan. Momentum seperti ini, yang memadukan nilai budaya dan ekonomi, dipandang penting untuk terus dijaga keberlangsungannya secara berkelanjutan.

Mengikuti semangat visi daerah yakni “Islami, Berdaya Saing, dan Sejahtera”, para pemangku kepentingan juga menekankan bahwa pelaksanaan pacuan kuda harus tetap menjunjung tinggi nilai etika dan moral budaya. Tegas dikatakan, tidak boleh ada praktik perjudian dalam bentuk apa pun yang mencederai marwah kegiatan tradisional tersebut.

“Kita harus menjaga pacuan ini tetap murni sebagai tradisi, sebagai budaya. Mari menjaganya bersama, tanpa ada unsur yang menyeleweng dari nilai-nilai yang telah diwariskan,” menjadi seruan yang digaungkan kepada seluruh peserta dan penonton.

Senada dengan hal itu, dalam kesempatan yang sama juga ditekankan pentingnya kehadiran negara dalam pelestarian budaya. Diperlukan keberpihakan pemerintah dan dukungan lintas sektor agar tradisi seperti pacuan kuda tidak hanya bertahan, tetapi berkembang dan dikenal oleh generasi mendatang.

“Ketika pemerintah tidak hadir dalam pelestarian budaya, kita menghadapi risiko kehilangan. Jangan sampai suatu saat nanti, stadion ini hanya menjadi saksi bahwa pacuan kuda pernah ada,” disampaikan dalam pernyataan dukungan.

Kegiatan pacuan kuda tahun ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 21 hingga 26 Oktober 2025, dan diikuti oleh 126 kuda dari tiga kabupaten, yakni Bener Meriah (55 ekor), Aceh Tengah (30 ekor), dan Gayo Lues sebagai tuan rumah (35 ekor). Terdapat 12 kelas perlombaan yang akan dipertandingkan, meliputi Kuda Muda, Kuda Tua, serta Kelas Pemula C/D.

Acara pembukaan turut dihadiri berbagai unsur, termasuk jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Anggota DPR RI, tokoh masyarakat, pimpinan SKPK, unsur TNI-Polri, panitia pelaksana, sponsor, serta masyarakat yang memadati tribun penonton.

Dengan semangat budaya yang terus menyala dan partisipasi publik yang tinggi, pacuan kuda tradisional Gayo Lues kembali membuktikan bahwa di tengah arus modernisasi, akar tradisi tetap mampu menjadi perekat masyarakat dan penggerak kesejahteraan. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi
Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren
Klaim Sudah Patuh Tak Menjawab Surat Resmi dan Temuan Lapangan, LIRA Sebut PT Rosin Masih Bermasalah dari Hulu ke Hilir
Kapolres Gayo Lues Ajak Pekerja dan Masyarakat Bersatu untuk Kesejahteraan di Hari Buruh 2026
Kapolres Gayo Lues Tegaskan Pentingnya Sinergi Semua Pihak untuk Pendidikan Berkualitas dan Aman di Hari Pendidikan Nasional 2026

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:25 WIB

Diduga Cederai Sportivitas FLS3N,Ketua HIPELMABDYA Desak Kadisdik Aceh Copot Kacabdin Abdya

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:03 WIB

Satgas TMMD Kodim 0110/Abdya Bersama Warga Kebut Pembangunan MCK di Gunung Cut

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:18 WIB

Progres Rehab RTLH TMMD ke-128 Kodim Abdya Capai 60 Persen

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:10 WIB

Kejar Target, Satgas TMMD Abdya Intensifkan Distribusi Bahan Bangunan

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:44 WIB

Kejar Target, TNI Kebut Proyek MCK Program TMMD 128

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:08 WIB

Sentuhan Akhir TMMD: MCK di Gunung Cut Dicat dan Diberi Mural Kebanggaan

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:28 WIB

Kolonel Jon Heriko Pimpin Wasev TMMD Abdya, Pastikan Program Tepat Sasaran

Senin, 4 Mei 2026 - 20:41 WIB

Kebersamaan TNI dan Warga Percepat Rehab Rumah Nurhabibah

Berita Terbaru