slot preparation.lsrs.lu

Kepala BPP Nurussalam Bantah Lakukan Dugaan Pungli Poktan

- Redaksi

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 13:21 WIB

50554 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi

Foto : Ilustrasi

Baranewsaceh.co,Aceh Timur | Dugaan pungutan liar (pungli) sebesar Rp200.000 yang melibatkan Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Nurusalam, Muhammad, dalam proses administrasi kelembagaan kelompok tani dan penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk subsidi tahun 2026, telah memicu reaksi keras dari kalangan petani dan mendapat tanggapan resmi dari pihak terkait. Berita ini pertama kali mencuat pada Jumat, 17 Oktober 2025.

Kepala BPP Nurusalam, Muhammad, dengan tegas membantah tuduhan tersebut, sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Sofyan, menyatakan komitmennya untuk segera melakukan evaluasi dan memberikan sanksi tegas jika indikasi pungli tersebut terbukti.

Menanggapi laporan yang menuduhnya melakukan pungli dan mempersulit petani jelang penyusunan RDKK, Muhammad, Kepala BPP Nurusalam, menyampaikan bantahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu gak benar salah informasi pk, coba tanya pada kelompok yang bersangkutan apa iya,” tulis Muhammad saat dimintai tanggapannya.

Bantahan ini menunjukkan bahwa Kepala BPP menolak keras tuduhan pungli Rp200.000 untuk “biaya administrasi” pembaruan data atau revisi anggota kelompok tani yang disampaikan oleh sumber di lapangan. Ia mengarahkan agar klarifikasi langsung dilakukan kepada kelompok tani yang disebut-sebut menjadi korban.

Di sisi lain, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, Sofyan, merespons serius dugaan yang mencederai integritas birokrasi ini. Sofyan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi praktik pungli dan akan segera mengambil tindakan.

“Kalau memang ada indikasi seperti itu kita pastikan akan evaluasi kinerja Kepala BPP maupun penyuluh pertanian lapangan dan akan diberikan sanksi tegas,” ujar Sofyan.

Pernyataan ini mengindikasikan kesiapan dinas untuk menurunkan tim investigasi, mengevaluasi total kinerja Kepala BPP Nurusalam, serta penyuluh terkait, dan memastikan penerapan sanksi administratif atau kepegawaian yang setimpal jika terbukti melanggar.

Dugaan pungli di BPP Nurusalam berpusat pada dua isu utama yang dilaporkan oleh media

Dugaan Pungli RDKK Setiap kelompok tani dimintai uang Rp200.000 dengan dalih “biaya administrasi” saat ingin memperbarui data atau melakukan revisi anggota kelompok menjelang penyusunan RDKK pupuk subsidi 2026. Praktik ini diduga membuat petani terpaksa membayar karena takut dipersulit dalam pendataan.

Kepala BPP Nurusalam juga disorot karena diduga gagap teknologi dan tidak mampu menjalankan sistem input data elektronik RDKK. Kelemahan ini disebut menjadi hambatan serius di tengah program digitalisasi pertanian nasional, dan dianggap sebagai kelalaian birokratis yang merugikan ribuan petani.

Kalangan petani mendesak Bupati Aceh Timur dan Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan untuk segera menurunkan tim investigasi independen agar BPP dapat kembali berfungsi sebagai lembaga pendamping petani, bukan “lumbung pungli dan tembok penghalang” yang menindas rakyat kecil, sejalan dengan semangat Good Governance dan komitmen kedaulatan pangan nasional.

Berita Terkait

Rekaman CCTV Kekerasan Ibu Terhadap Anak Empat Tahun di Ketapang Viral, Polisi Buru Pelaku
Kasatpol PP dan WH Nagan Raya Klarifikasi Pemberitaan Pengusiran Personel Saat Demo GERAM
Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo
Debat Panas Warnai Sidang Kasus Ijazah, Tim Hukum Terdakwa Bersitegang dengan Jaksa
Refly Harun Cecar Jokowi Soal Nama Mulyono di Sidang Kasus Ijazah Roy Suryo
Skandal Penyadapan Ilegal Seret Mantan Kapolri, Istana Sebut Indikasi Makar
Debat Panas Warnai Kesaksian Presiden Ketujuh di Sidang Dugaan Ijazah Palsu Roy Suryo, Refly Harun Protes Jaksa
Mabes Polri Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Ilegal Presiden

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:33 WIB

Pererat Sinergi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Melaksanakan Jumat Keliling

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 20:23 WIB

DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.

Kamis, 5 November 2026 - 12:08 WIB

Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran

Kamis, 5 November 2026 - 11:30 WIB

Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terbaru