slot preparation.lsrs.lu

Petugas Masak MUQ Aceh Selatan Klarifikasi Isu Makanan Santri: “Kami Masak Sehari Tiga Kali, Sesuai Prosedur”

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 15 September 2025 - 23:20 WIB

50444 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapaktuan – Sejumlah juru masak Madrasah Ulumul Qur’an (MUQ) Aceh Selatan memberikan klarifikasi terkait polemik seputar pengelolaan makanan santri. Klarifikasi ini muncul setelah adanya kunjungan dari petugas Puskesmas Tapaktuan dan KP3S pada Senin, 15 September 2025, yang meninjau langsung dapur masak di lingkungan asrama.

Dalam pemeriksaan tersebut, tiga petugas masak yakni Betty, Devi, dan Rina dimintai keterangan mengenai sistem penyajian makanan santri. Mereka menegaskan bahwa kegiatan memasak dilakukan tiga kali sehari sesuai dengan kebutuhan.

“Kami masak sehari tiga kali, untuk makan pagi dimasak pagi hari, makan siang dimasak siang hari, dan untuk makan malam dimasak sore hari. Jadi tidak ada makanan yang disimpan dalam jangka lama,” ujar Betty, Senin 15 September 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal senada disampaikan petugas masak lainnya, Devi. Ia menegaskan bahwa makanan yang tersaji untuk santri langsung dihidangkan setelah dimasak, tanpa melalui proses penyimpanan. “Kalau pun ada tersisa, biasanya kami bawa pulang untuk keluarga. Itupun jarang sekali,” jelasnya.

Sementara itu, Rina menambahkan bahwa pihaknya selalu menjaga kebersihan dapur dan peralatan masak. “Alhamdulillah, waktu diperiksa petugas sidak yang katanya dari puskesmas dan komite sekolah tadi, mereka juga mengakui dapur bersih dan proses masak sesuai standar. Kami akan terus menjaga kualitas supaya santri bisa makan dengan aman dan nyaman,” kata Devi.

Dari hasil pemeriksaan, petugas Puskesmas dan KP3S juga menilai dapur masak MUQ dalam kondisi bersih serta pengolahan makanan telah sesuai dengan standar kesehatan. Petugas hanya memberikan arahan tambahan agar makanan yang telah dihidangkan tetap dijaga hingga seluruh santri selesai makan, demi keamanan konsumsi.

“Pas, masuk berita ada belatung, kami pun bingung juga belatung nya dari mana karena makanan yang dimasak itu untuk sekali makan tidak disimpan, bahkan kami tidak punya lemari penyimpanan,” jelasnya. (*)

Berita Terkait

Tinjau Kondisi Dermaga Nelayan Sawang Bak U, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pesisir
Dua Pelajar Tewas dalam Tabrakan di Jalan Nasional Tapaktuan-Subulussalam
HAMAS Dukung Perjuangan Masyarakat Trumon, T. Ridwansyah Kecam Keras Tindakan BKSDA
Excavator Hitachi Disita di Lokasi Dugaan Perambahan Kawasan SM Rawa Singkil Aceh Selatan
Masyarakat Kecamatan Samadua Tegaskan Sikap Tolak Aktivitas Perusahaan Tambang, Desak Pemerintah Batalkan Rekomendasi dan Izin
Dr Nasrul Zaman Kritik Pemkab Aceh Selatan Fasilitasi Sosialisasi IUP di Samadua
Tambang Emas Ilegal Aceh Selatan Menggila, Puluhan Alat Berat Diduga Beroperasi di Bawah Bayang-Bayang Setoran
Perempuan di Aceh Selatan Alami Patah Kaki Akibat Diinjak Gajah Liar

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru