slot preparation.lsrs.lu

Warga Resah Akibat Plang Kawasan Hutan, Bupati Gayo Lues Lakukan Lobi ke Pemerintah Pusat dan Provinsi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 20 Juni 2025 - 00:36 WIB

50829 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Keresahan masyarakat di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, memuncak menyusul pemasangan plang kawasan hutan oleh pihak pengelola Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Plang tersebut menandai batas kawasan konservasi yang merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan, namun dinilai oleh warga telah menyerobot lahan garapan yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama mereka.

Menanggapi situasi ini, Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si., mengambil langkah cepat dengan melakukan serangkaian lobi kepada pemerintah pusat dan provinsi dalam dua hari berturut-turut. Langkah ini menunjukkan komitmen nyata kepala daerah dalam membela kepentingan warganya yang terdampak langsung oleh kebijakan tersebut.

Pada Rabu (18/06/2025), Bupati Suhaidi menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Raja Juli Antoni, P.hD., dalam sebuah pertemuan di Takengon, Aceh Tengah. Dalam pertemuan itu, Bupati menyoroti dampak sosial dan ekonomi yang timbul akibat pemasangan plang di beberapa kampung dalam wilayah Kecamatan Putri Betung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat. Mereka merasa was-was dan terancam kehilangan lahan perkebunan yang telah dikelola secara turun-temurun. Saya datang ke sini untuk mencari kejelasan dan solusi,” ujar Bupati Suhaidi kepada Menteri Kehutanan.

Ia menekankan bahwa masyarakat tidak pernah diberi pemahaman atau sosialisasi menyeluruh tentang batas kawasan hutan yang dimaksud. Oleh sebab itu, ia meminta agar kebijakan penertiban kawasan hutan melalui Perpres No. 5/2025 ditinjau kembali dalam konteks lokal, serta tidak dilaksanakan secara kaku tanpa mempertimbangkan keberadaan warga dan sejarah pengelolaan lahan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni merespons positif penyampaian tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti laporan dari Bupati Gayo Lues. Ia menyatakan bahwa pihak kementerian terbuka untuk melakukan kajian bersama dan berdialog dengan masyarakat guna mencari solusi terbaik yang tidak mengorbankan kelestarian lingkungan maupun kesejahteraan warga.

Keesokan harinya, Kamis (19/06/2025), Bupati Suhaidi melanjutkan upayanya dengan menemui Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, untuk menyampaikan hal serupa. Ia meminta agar Pemerintah Provinsi Aceh turut serta aktif dalam menyelesaikan persoalan ini secara menyeluruh dan tidak membiarkan masyarakat berjuang sendiri menghadapi ketidakpastian nasib lahan mereka.

“Persoalan ini tidak hanya soal kawasan hutan, tapi menyangkut nasib banyak keluarga petani yang hidup dari hasil kebun mereka. Kami berharap Pemerintah Aceh ikut terlibat aktif mencari solusi,” kata Bupati Suhaidi.

Ia juga menyampaikan harapannya agar Pemerintah Provinsi dapat menjadi jembatan antara kabupaten dan pusat, sehingga keputusan yang diambil benar-benar adil dan mempertimbangkan semua aspek, baik ekologis maupun sosial.

Respon positif terhadap langkah Bupati pun datang dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, petani, dan aktivis lingkungan lokal. Mereka mengapresiasi tindakan cepat yang diambil pemerintah daerah dalam memperjuangkan nasib rakyat di tengah ketidakjelasan status lahan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues saat ini sedang menghimpun data, termasuk peta wilayah terdampak dan sejarah pengelolaan lahan oleh masyarakat, untuk disampaikan secara resmi ke kementerian. Bupati juga membuka ruang diskusi dan konsultasi publik untuk mendengar langsung aspirasi warga.

“Kami ingin penyelesaian ini tidak menimbulkan konflik baru. Jangan sampai niat menjaga hutan justru melukai hati rakyat. Harus ada titik temu antara konservasi dan keadilan sosial,” tutup Suhaidi.

Dengan langkah diplomasi yang dilakukan Bupati Gayo Lues, masyarakat berharap ada kejelasan hukum dan kebijakan yang berpihak pada mereka, tanpa mengorbankan tujuan pelestarian lingkungan yang juga penting untuk generasi mendatang. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:12 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Lawe Alas melalui Program Polres Kuat

Rabu, 4 November 2026 - 12:19 WIB

Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute

Rabu, 4 November 2026 - 10:17 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Berita Terbaru