Aiyub Abbas, Tokoh Sentral Perjuangan dan Pembangunan

HW

- Redaksi

Minggu, 11 Mei 2025 - 12:49 WIB

50855 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aiyub Abbas, Tokoh Sentral Perjuangan dan Pembangunan Aceh

Banda Aceh –Dalam perjalanan panjang perjuangan dan pembangunan Aceh, banyak tokoh telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. Salah satu nama yang menonjol dan patut mendapat sorotan khusus adalah Haji Aiyub bin Abbas, yang lebih dikenal dengan sebutan Abua Muda. Sosok ini bukan hanya dikenal sebagai mantan Bupati Pidie Jaya dua periode, tetapi juga sebagai tokoh sentral dalam dinamika politik dan perjuangan Aceh pasca-konflik.

Dari Pejuang ke Pemimpin Daerah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjalanan Aiyub Abbas bermula dari medan perjuangan. Ia merupakan bagian dari generasi pejuang Aceh yang terlibat langsung dalam konflik masa lalu. Komitmennya terhadap nasib dan masa depan rakyat Aceh membuatnya bergabung dalam gerakan perjuangan Aceh untuk menuntut keadilan, martabat, dan hak-hak daerah.

“Kami tidak pernah memperjuangkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi. Perjuangan ini tentang martabat, keadilan, dan masa depan anak cucu Aceh ” ujar Aiyub Abbas dalam sebuah wawancara pada tahun 2019.

Setelah masa konflik berakhir dan Aceh memasuki babak baru dengan lahirnya perjanjian damai Helsinki tahun 2005, Aiyub memilih jalur politik sebagai medium baru untuk meneruskan perjuangan. Ia menjadi salah satu kader penting dalam Partai Aceh dan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal, posisi strategis yang ia manfaatkan untuk mengawal pelaksanaan butir-butir MoU Helsinki dan pelaksanaan otonomi khusus Aceh.

Gaya Kepemimpinan Khas: Tegas dan Merakyat

Menjabat sebagai Bupati Pidie Jaya selama dua periode (2013–2023), Aiyub Abbas dikenal sebagai pemimpin yang disiplin, langsung turun ke lapangan, dan dekat dengan masyarakat kecil. Ia membangun banyak fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur jalan di daerah yang sebelumnya minim perhatian.

“Saya percaya, pemimpin itu bukan hanya memimpin dari belakang meja, tapi juga harus tahu sendiri bagaimana kondisi rakyat di lapangan,” katanya dalam satu kesempatan kepada media lokal.

Di masa kepemimpinannya, kabupaten Pidie Jaya sempat mengalami gempa bumi besar pada tahun 2016. Di tengah krisis itu, Aiyub Abbas menunjukkan kapasitas kepemimpinannya dengan tanggap darurat dan pemulihan cepat, mengkoordinasi bantuan dan membangun kembali fasilitas yang rusak dalam waktu singkat.

Tokoh Berpengaruh dalam Politik Aceh

Saat ini, Aiyub Abbas duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Ia dikenal sebagai politisi vokal, terutama dalam mengkritisi kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat Aceh. Ia aktif menyuarakan isu-isu seperti keadilan dana Otsus, pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil, dan pemberdayaan ekonomi berbasis lokal.

Kehadirannya di parlemen daerah bukan hanya simbol kesinambungan perjuangan, tetapi juga sebagai pengingat bahwa transformasi dari konflik menuju politik damai harus tetap berpijak pada kepentingan rakyat.

Harapan ke Depan

Masyarakat Aceh, khususnya generasi muda, diharapkan dapat belajar dari sosok seperti Haji Aiyub bin Abbas—bagaimana perjuangan yang tulus dapat dibawa ke ranah politik untuk membangun daerah, menjaga martabat, dan memperjuangkan keadilan tanpa kehilangan arah.

“Perjuangan tidak selesai saat senjata diletakkan, perjuangan itu terus hidup selama masih ada ketidakadilan, ” tutup Aiyub Abbas dalam sebuah forum diskusi politik di Banda Aceh.

(Mulqi)

Berita Terkait

Jemaah Haji Dihimbau Pahami Ketentuan Barang Bawaan dan Barang Kiriman
Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Bea Cukai Aceh Lakukan Koordinasi dengan Kejati Aceh
Desak Pemerintah Aceh Laporkan IUP PT. Linge Mineral Resource ke Pemerintah Pusat
Yahdi Hasan Ramud Apresiasi Polres Aceh Tenggara, Tegaskan Perang Tanpa Kompromi terhadap Narkoba
Polda Aceh dan Kanwil DJBC Aceh Perkuat Sinergi Melalui Latihan Menembak Bersama
Polemik JKA, Jangan Masyarakat yang Dikorbankan, Efisiensi Harus Menyasar Birokrasi, Mualem Jangan Mau Disetir!
Mantan Pandam IM : JKA Harus Diselamatkan, Bukan Dilemahkan
Prodi MKM FK USK Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 23:16 WIB

Sekda Aceh Dinilai Jebak Muallem dengan Kebijakan JKA, Ketua IKA-UTU Desak Evaluasi dan Koreksi Segera

Sabtu, 11 April 2026 - 00:48 WIB

Kakanwil DJBC Aceh Laksanakan Kunjungan Kerja Perdana ke Bea Cukai Meulaboh

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:26 WIB

Kasus Mawardi Basyah Anggota DPRA GeRAK Desak Kejari Aceh Barat Eksekusi Keputusan MA RI.

Kamis, 19 Maret 2026 - 01:00 WIB

Raih Poin Tertinggi, Habibi Aceh Masuk Grand final AKSI Indonesia 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:32 WIB

Bupati Tarmizi: Habibi Menjadi Inspirasi dan Motivasi Bagi Generasi

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:55 WIB

MUQ Aceh Selatan MoU Prodi Ilmu Al-Qur’an Tafsir STAIN TDM

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:13 WIB

BPC HIPMI Abdya dan Perusahaan Muda Jaya Mandiri Syariah Berbagi Takjil untuk Ratusan Anak Yatim

Kamis, 5 Maret 2026 - 04:33 WIB

Ulama Muda Aceh Dukung Tgk. Habibi di Ajang AKSI Indonesia 2026

Berita Terbaru

BENER MERIAH

Syahriadi Nahkodai PGRI Bener Meriah Periode 2025–2030

Sabtu, 18 Apr 2026 - 10:41 WIB