slot preparation.lsrs.lu

“Bupati Mendengar”, H Mirwan MS Turun Langsung Dengarkan Keluh Kesah Perwakilan Guru hingga Pengawas Sekolah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 30 April 2025 - 02:16 WIB

50430 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapaktuan – Bupati Aceh Selatan H Mirwan MS turun langsung mendengarkan keluh kesah dan aspirasi perwakilan guru, kepala sekolah hingga pengawas sekolah. Hal itu dilakukan dalam rangka program 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan periode 2025-2030.

Kegiatan “Bupati Mendengar” kali ini digelar di SMP Negeri 1 Tapaktuan, Senin 28 April 2025, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan Aceh Selatan menuju arah yang maju dan produktif.

Bupati Aceh Selatan H Mirwan MS dalam sambutannya menyebutkan, orientasi maju dan produktif menjadi perhatian utama pemerintah kabupaten Aceh Selatan termasuk di bidang pendidikan. “Sukses pendidikan di Aceh Selatan ini sangat tergantung dari pelaksanaan dan tanggung jawab dari Bapak dan Ibu sekalian. Ke depan mutu pendidikan di Aceh Selatan harus kita tingkatkan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

H Mirwan MS juga menekan bahwa kedisiplinan sangatlah penting dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di daerah berjuluk negeri pala itu.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan guru, kepala sekolah hingga pengawas menyampaikan langsung aspirasi dan usulannya serta berdialog dengan orang nomor satu di Aceh Selatan itu.

Koordinator pengawas sekolah, Ahmad Yani turut memberikan apresiasi terhadap program 100 hari kerja dengan program Bupati Mendengar ini.

Dia juga menyampaikan bahwa sekolah di Aceh Selatan rata-rata masih banyak non ASN yang dibayar melalui dana guru yang bersumber dari dana BOS. Seharusnya, dana tersebut digunakan untuk meningkatkan mutu guru dan pendidikan. “Banyak kepala sekolah di Aceh Selatan masih berstatus pelaksana tugas (Plt). mengusulkan agar segera di defenitifkan. Kami juga mengusulkan kendaraan roda 2 (dua) untuk pengawas sekolah, karena selama ini kendaraan tidak layak pakai yang digunakan oleh pengawas. Kami juga berharap agar adanya pelaksanaan pelatihan bagi pengawas sekolah,” ujarnya.

Sementara, Kepala SMP 2 Tapaktuan Arkadius
menyampaikan keadaan riil lapangan mengenai mutu pendidikan, sarana dan prasarana sekolah.

Dia juga menyebutkan bahwa di sekolah yang dipimpinnya selama ini kekurangan guru olah raga, guru agama dan guru PPKN.

“Di sekolah yang kami pimpin selama ini secara sarana dan prasarana masih kekurangan ruang kegiatan belajar (RKB), sehingga kita harus manfaatkan ruang-ruang gudang untuk pembelajaran,” sebutnya.

Safran yang turut bicara mewakili Kepala sekolah dan guru SD 1 Tapaktuan juga menyampaikan persoalan yang dialami sekolah tempatnya mengajar. “Kendala kami selama ini, setiap penerimaan murid baru tiap tahunnya terjadi kekurangan murid, tentu hal ini sangat memprihatinkan. Kami menyarankan agar dibuat kuota penerimaan setiap Sekolah agar sekolah merata,” katanya.

Tak hanya itu, Kepala SDN 5 unggul Tapaktuan Desi rosnita menyebutkan mutu guru dan minat dari orang tua juga harus dipikirkan oleh pihak sekolah agar siswa maupun orang tua memasukan siswa ke sekolah yang dipimpinnya. “Permasalahan yang kami alami selama ini akses jalan bagi sekolah yang memiliki dua sekolah dalam satu lingkungan sekolah. Sementara itu, pengaturan anggaran sekolah semestinya sesuai dengan jumlah siswa, namun sejak dua tahun lalu anggaran bos sekolah yang tercatat 25 siswa justru anggarannya diperuntukkan untuk sebanyak 80 siswa,” tuturnya.

Setelah mendengarkan berbagai keluh kesah, saran dan aspirasi dari perwakilan guru, kepala sekolah dan pengawas, Bupati H Mirwan MS kembali memberikan tanggapan.

Menurut H Mirwan MS, dengan adanya program ‘bupati mendengar’ ini dirinya dapat mengetahui dan memahami dengan mendengar langsung permasalahan dan berbagai kendala yang dihadapi.

“Insya Allah, kita akan segera menyikapi dan menindaklanjuti semua permasalahan yang telah disampaikan. Apalagi persoalan bidang pendidikan dan kesehatan jadi perhatian serius kami dalam membangun Aceh Selatan ke arah yang lebih maju dan produktif,” tutupnya.

Berita Terkait

Tinjau Kondisi Dermaga Nelayan Sawang Bak U, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pesisir
Dua Pelajar Tewas dalam Tabrakan di Jalan Nasional Tapaktuan-Subulussalam
HAMAS Dukung Perjuangan Masyarakat Trumon, T. Ridwansyah Kecam Keras Tindakan BKSDA
Excavator Hitachi Disita di Lokasi Dugaan Perambahan Kawasan SM Rawa Singkil Aceh Selatan
Masyarakat Kecamatan Samadua Tegaskan Sikap Tolak Aktivitas Perusahaan Tambang, Desak Pemerintah Batalkan Rekomendasi dan Izin
Dr Nasrul Zaman Kritik Pemkab Aceh Selatan Fasilitasi Sosialisasi IUP di Samadua
Tambang Emas Ilegal Aceh Selatan Menggila, Puluhan Alat Berat Diduga Beroperasi di Bawah Bayang-Bayang Setoran
Perempuan di Aceh Selatan Alami Patah Kaki Akibat Diinjak Gajah Liar

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru