Harvick, Pemecah Kebuntuan Investasi dan Gejolak Perang Tarif

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 13 April 2025 - 21:37 WIB

50484 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Muhammad Sutisna (Co Founder Forum Intelektual Muda)

Situasi global tengah bergolak akibat perang tarif yang dipicu oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kebijakan proteksionis ini ditandai dengan penerapan tarif impor sebesar 32% terhadap barang dari Indonesia, meskipun untuk sementara ditangguhkan selama 90 hari. Langkah ini menimbulkan ketidakstabilan dalam perdagangan internasional dan memicu dampak berantai terhadap perekonomian dunia.

Penurunan permintaan global menjadi konsekuensi langsung dari kebijakan tersebut. Harga berbagai komoditas utama seperti minyak dan timah mengalami penurunan tajam—hingga 17% hanya dalam waktu satu minggu. Dalam situasi yang tidak menentu ini, emas justru mengalami kenaikan harga karena fungsinya sebagai aset pelindung nilai atau safe haven. Negara seperti Indonesia yang sangat bergantung pada ekspor komoditas tentu berada dalam posisi rentan jika tidak segera mengambil tindakan strategis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah dinamika tersebut, perhatian publik mulai tertuju pada strategi pemerintah dalam merespons krisis ekonomi akibat perang tarif. Salah satu pendekatan yang mulai dibicarakan adalah penyegaran dalam kabinet ekonomi Presiden Prabowo Subianto. Dalam wacana tersebut, nama Harvick Hasnul Qolbi mencuat sebagai salah satu sosok yang dinilai layak untuk mengisi peran strategis.

Harvick Hasnul Qolbi merupakan figur yang tidak asing dalam dunia pemerintahan dan organisasi sosial-keagamaan. Lahir di Jakarta pada 17 November 1974, Harvick menempuh pendidikan tingginya di Universitas Persada Indonesia. Ia dikenal luas ketika dipercaya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo sejak 23 Desember 2020, mendampingi Menteri Pertanian saat itu, Syahrul Yasin Limpo.

Selain di pemerintahan, Harvick aktif dalam kegiatan organisasi, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Ia pernah menjabat sebagai Bendahara Umum Pengurus Besar NU periode 2015–2020, dan kini memimpin Lembaga Perekonomian NU (LPNU) sebagai ketuanya. Aktivitasnya yang beragam dan konsisten dalam dunia ekonomi kerakyatan menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat serta pembangunan ekonomi nasional dari akar rumput.

Dengan latar belakang tersebut, Harvick dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional saat ini. Keberadaannya di dalam kabinet diyakini dapat memperkuat upaya pemerintah dalam membenahi fondasi ekonomi Indonesia, terutama melalui kebijakan yang menyentuh langsung sektor produktif.

Langkah-langkah strategis yang bisa diambil antara lain peningkatan kualitas produk domestik. Indonesia harus meningkatkan daya saing ekspornya dengan mendorong kualitas sumber daya manusia, memanfaatkan teknologi, serta menciptakan inovasi dalam proses produksi. Selain itu, perlu dilakukan reformasi birokrasi dengan menyederhanakan prosedur perizinan, sehingga memudahkan aktivitas bisnis dan perdagangan.

Diversifikasi pasar ekspor juga menjadi langkah penting. Indonesia tak bisa terus-menerus bergantung pada pasar utama seperti Amerika Serikat atau Tiongkok. Pasar alternatif di Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin harus dieksplorasi secara aktif. Untuk menjaga kestabilan ekonomi dalam negeri, pemberian stimulus fiskal juga sangat penting, seperti bantuan langsung kepada masyarakat serta insentif kepada pelaku usaha dalam negeri.

Penguatan industri nasional menjadi salah satu pilar penting dalam membangun ketahanan ekonomi. Dalam hal inilah, peran figur seperti Harvick menjadi relevan. Dengan pengalaman dan jejaring yang ia miliki, ia berpotensi menjadi penggerak sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil untuk menciptakan sistem ekonomi yang mandiri dan tangguh.

Harvick Hasnul Qolbi tak sekadar simbol dari regenerasi birokrasi, tetapi juga representasi dari harapan akan munculnya solusi konkret terhadap kebuntuan investasi dan ketegangan ekonomi global yang sedang berlangsung.

Berita Terkait

Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Truk DAM Kepung Kantor PLN di Gayo Lues, Ongkos Angkut BBM Belum Dibayar
Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Umumkan Masa Berkabung Nasional
Pemerintah Aceh Surati UNDP dan UNICEF dalam Upaya Pemulihan Pascabencana Banjir dan Longsor yang Renggut Ratusan Nyawa
Mahasiswi Serambi Mekkah Harumkan Indonesia di ISG 2025, Raih Medali Perunggu di Riyadh
DPSMAI Ajak Masyarakat Aceh dan Pelaku Usaha Meriahkan Selera Serumpun di TBG Kuala Lumpur
WNI di Kapal Misi Bantuan Gaza Masih Selamat, Kemlu Terus Monitor
Korban TPPO Asal Jambo Aye 3 Kali dijual Agen di Kamboja Lapor ke Haji Uma Alhamdulillah akhirnya bisa pulang ke Aceh

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:58 WIB

Kodim 0110/Abdya Maksimalkan Pembukaan Jalan di Pegunungan Tangan-Tangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:23 WIB

TMMD Abdya Bikin Haru, Rumah Reot Pasutri Lansia Mulai Dibangun Ulang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:26 WIB

TNI Hadir untuk Rakyat, Mushola di Gunung Cut Kini Tampak Lebih Bersih dan Nyaman

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:01 WIB

TNI Terus Bergerak untuk Rakyat, Rumah Warga Prasejahtera di Tangan-Tangan Mulai Dibongkar

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:24 WIB

Puluhan Warga Antusias Ikuti Pengobatan Gratis Kodim 0110/Abdya di KDKMP Padang Panjang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:10 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, Dandim 0110/Abdya Hadiri Peresmian KDKMP di Susoh

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:38 WIB

Satgas TMMD ke-128 Kodim Abdya Bangun Kanopi Teras di Setiap Rehab RTLH

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:00 WIB

MCK TMMD ke-128 Kodim Abdya Siap Dukung Kebutuhan Sanitasi Warga Gunung Cut

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Kodim 0110/Abdya Maksimalkan Pembukaan Jalan di Pegunungan Tangan-Tangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:58 WIB

ACEH BARAT DAYA

TMMD Abdya Bikin Haru, Rumah Reot Pasutri Lansia Mulai Dibangun Ulang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:23 WIB