Asifa Pinta Tiara, Mahasiswi Universitas Kahramanmaraş Sütçü İmam Asal Takengon Kupas Tuntas S-1 Biaya Mandiri ke Turki

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 8 Mei 2024 - 09:05 WIB

50303 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGAH |  Sistem pendidikan dan akreditasi universitas di Turki secara administrasi bisa dikatakan 100 % sama dengan negara Eropa lainnya. Lama studi juga sama seperti universitas yang ada di Indonesia. “Terdapat dua jalur untuk seleksi masuk ke universitas di Turki, jalur seleksi berkas menggunakan nilai ijazah dan jalur tes tulis yang dinamakan YOS. Sebagian besar perkuliahan dilaksanakan dalam bahasa Turki. Bagi mahasiswa asing di Turki, wajib mengikuti Tomer atau kursus bahasa Turki sebelum masuk perkuliahan, pada tahun pertama perkuliahan,” kata Asifa Pinta Tiara, mahasiswi Perdangangan Internasional dan Logistik Kahramanmaraş Sütçü İmam Univesitesi, narasumber Bincang “S-1 Biaya Mandiri ke Turki” World Gayonese Community, yang digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting, Selasa sore, pukul 16:00-17:30 WIB (7/5/2024).

Dilanjutkan alumnus SMA Negeri 8 Takengon yang di Turki kuliah sambil kerja menjaga toko tersebut, biaya kuliah di Turki terbilang sangat murah dibandingkan di Indonesia dan negara tetangga lainnya (ASEAN). “Sebulan, 1 juta sampai 3 juta, sudah termasuk biaya apartemen, makan, dan biaya hidup lainnya, tergantung kota dan kebutuhan masing-masing. SPP per semester, 3 juta. 1 tahun 6 juta. Transportasi di Türkiye sekali nge-tap kartu sekitar 6₺ lira atau sekitar Rp. 3.000 rupiah untuk mahasiswa, untuk umum sekitar 15₺ lira atau Rp. 7.500 rupiah. Transportasi ada berupa Bis, Trambway, dan Metro. Setiap kota memiliki transportasi yang berbeda dan biaya yang berbeda juga, tergantung kota besar atau kota kecil,” tuturnya.

Yang mesti disiapkan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) di Turki, sambung alumnus SMP Negeri 10 Takengon yang bercita-cita jadi pengusaha itu, terutama mental, memperbaiki niat, dan membulatkan tekad. “Jangan lupa berdoa kepada Allah SWT, minta izin dan doa kedua orang tua. Sementara, persyarataan yang harus disiapkan, di antaranya ijazah atau surat keterangan lulus, foto biometrik, transkip nilai dengan minimal nilai 7, paspor, dan terjemahan nilai ijazah oleh penerjemah tersumpah ke bahasa Türkiye/Inggris,” sebutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turki memiliki lingkungan yang ramah dan aman, terutama bagi mahasiswa asing. “Sebagai negara multikultural, masyarakat Turki terbuka kepada mahasiswa internasional dari berbagai negara. Jika ada kesulitan, penduduk setempat siap membantu. Apalagi, tinggal di area sekitar universitas, betul-betul mencerminkan kawasan yang ramah mahasiswa. Banyak tersedia restoran, kafe, dan perpustakaan yang nyaman untuk belajar. Belum lagi, deretan komunitas sosial, acara budaya, dan tim olahraga sebagai sarana sosialisasi sekaligus penyaluran hobi,” kata alumnus SD Swasta Budi Darma Takengon yang saat sekolah juga aktif di Sanggar Renggali Takengon.

Dilanjutkan Asifa Pinta Tiara yang juga aktif berorganisasi dan sebagai relawan, setiap kota di Turki memiliki kelebihan dan keunikannya masing-masing serta memiliki pesona keindahan alam tersendiri. “Sepeti di kota di tempat saya kuliah sekaligus tinggal, Kahramanmaraş, terkenal dengan kota dondurma (kota es kirim). Kualitas pendidikan Turki juga setara dengan negara Eropa lainnya. Juga, memiliki kekayaan sejarah bangsa/peradaban besar, budaya yang luar biasa, dan seni yang menarik,” tutupnya.

Selain Asifa Pinta Tiara, kegiatan bincang “S-1 Biaya Mandiri ke Turki” juga dinarasumberi Alfi Syahrin, mahasiswa Gastronomi Anadolu Univertesi dan dimoderatori Yusradi Usman al-Gayoni (inisiator World Gayonese Community/Diaspora Indonesia-Inggris) yang saat ini tinggal di London. Bincang “Kuliah Biaya Mandiri ke Turki” World Gayonese Community bertujuan untuk memberikan informasi kepada pelajar SMA/MA/SMK Gayo-Alas yang ada di Indonesia, khususnya di Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Bener Meriah, yang akan melanjutkan kuliah di dalam dan di luar negeri, khususnya ke Turki. (RED)

Berita Terkait

Warga Soroti Usulan PBPH Getah Pinus PT JMI, Akses Hidup Lokal Terancam?
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Semarak HUT Bhayangkara Ke 80, 16 Tim Binaan Cabdin Bener Meriah Ikuti Turnamen Sepak Bola U17
Alumni Dayah Darussa’adah Lipah Rayeuk Bireun Perkuat Silaturahmi di Takengon
Aliansi Masyarakat Bintang Bersatu Tunda Aksi ke DPRK Aceh Tengah, Tunggu Kehadiran Bupati di Lokasi Bencana
Biografi Mantan Atase Kebudayaan RI di Kairo Mesir Sekaligus Eks Kepala SMA Negeri 1 Takengon Segera Terbit
Bea Cukai Lhokseumawe Dukung Industri Lokal, Kawal Produk Sigaret Putih Tangan Gayo Tembus Pasar Nasional
Langit Atu Lintang “Mengamuk”, Hujan Es Hantam Merah Munyang

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:58 WIB

Kodim 0110/Abdya Maksimalkan Pembukaan Jalan di Pegunungan Tangan-Tangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:23 WIB

TMMD Abdya Bikin Haru, Rumah Reot Pasutri Lansia Mulai Dibangun Ulang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:26 WIB

TNI Hadir untuk Rakyat, Mushola di Gunung Cut Kini Tampak Lebih Bersih dan Nyaman

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:01 WIB

TNI Terus Bergerak untuk Rakyat, Rumah Warga Prasejahtera di Tangan-Tangan Mulai Dibongkar

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:24 WIB

Puluhan Warga Antusias Ikuti Pengobatan Gratis Kodim 0110/Abdya di KDKMP Padang Panjang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:10 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, Dandim 0110/Abdya Hadiri Peresmian KDKMP di Susoh

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:38 WIB

Satgas TMMD ke-128 Kodim Abdya Bangun Kanopi Teras di Setiap Rehab RTLH

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:00 WIB

MCK TMMD ke-128 Kodim Abdya Siap Dukung Kebutuhan Sanitasi Warga Gunung Cut

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Kodim 0110/Abdya Maksimalkan Pembukaan Jalan di Pegunungan Tangan-Tangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:58 WIB

ACEH BARAT DAYA

TMMD Abdya Bikin Haru, Rumah Reot Pasutri Lansia Mulai Dibangun Ulang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:23 WIB