Bea Cukai Lhokseumawe Dukung Industri Lokal, Kawal Produk Sigaret Putih Tangan Gayo Tembus Pasar Nasional

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 20 April 2026 - 21:23 WIB

50212 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tengah — Kantor Bea Cukai Lhokseumawe menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan industri hasil tembakau legal melalui dukungan terhadap pelaku usaha lokal. Hal tersebut tercermin dalam kehadiran perwakilan Bea Cukai Lhokseumawe pada kegiatan pelekatan pita cukai Sigaret Putih Tangan (SPT) sekaligus pelepasan produk menuju pasar lokal Aceh dan nasional.

Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe yang diwakili oleh Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis (PKCDT), Sofyan, menghadiri langsung kegiatan tersebut yang berlangsung di Aceh Tengah. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Drs. Haili Yoga, M.Si selaku Bupati Aceh Tengah, serta Drs. Mursyid, M.Si sebagai Sekretaris Daerah serta unsur Forkopimnda Aceh Tengah.

Produk Sigaret Putih Tangan yang dilepas ke pasar merupakan hasil produksi Gayo Mountain Cigar (GMC) dengan merek GMT, yang dipimpin oleh owner sekaligus pelaku usaha lokal, Salmy Lahmuddin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangannya, Sofyan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menciptakan ekosistem industri yang legal, sehat, dan berdaya saing.

“Pelekatan pita cukai bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga simbol legalitas dan kepatuhan. Kami di Bea Cukai berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku usaha agar produknya mampu bersaing, tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga nasional,” ujar Sofyan.

Ia menambahkan bahwa Bea Cukai memiliki peran strategis dalam memberikan asistensi, mulai dari perizinan, pemenuhan ketentuan cukai, hingga fasilitasi pengembangan usaha, khususnya bagi industri kecil dan menengah di daerah.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menempatkan pengembangan industri tembakau sebagai bagian dari strategi ekonomi kerakyatan. Ia mendorong instansi terkait untuk serius mengembangkan budi daya tanaman tembakau sebagai komoditas unggulan daerah.

“Kami mendorong seluruh instansi terkait untuk memperkuat sektor hulu, khususnya budi daya tembakau oleh petani. Ini adalah peluang nyata untuk menumbuhkan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan,” kata Haili.

Ia juga menyambut lahirnya produk SPT dari Gayo Mountain Tobacco sebagai momentum penting bagi daerah, tidak hanya dari sisi industri, tetapi juga kontribusi terhadap pendapatan daerah.

“Produk ini berpotensi menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah melalui skema Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Karena itu, kami mendorong seluruh SKPD untuk bersinergi membantu petani tembakau agar hasil produksinya dapat terserap oleh industri seperti Gayo Mountain Tobacco,” ujarnya.

Menurutnya, keterhubungan antara sektor hulu (petani) dan hilir (industri) menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.

Di sisi lain, Salmy Lahmuddin menyampaikan bahwa keberhasilan peluncuran produk SPT ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan Bea Cukai.

“Kami ingin menjadi bagian dari rantai nilai yang tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memberdayakan petani lokal. Harapannya, hasil tembakau dari petani Aceh Tengah dapat terserap secara optimal oleh industri kami,” kata Salmy.

Kegiatan ini menjadi penanda penting bahwa industri hasil tembakau legal di daerah memiliki prospek yang kuat, terutama ketika didukung oleh kepastian regulasi, pembinaan berkelanjutan, serta integrasi antara sektor pertanian dan industri.

Berita Terkait

Warga Soroti Usulan PBPH Getah Pinus PT JMI, Akses Hidup Lokal Terancam?
Semarak HUT Bhayangkara Ke 80, 16 Tim Binaan Cabdin Bener Meriah Ikuti Turnamen Sepak Bola U17
Alumni Dayah Darussa’adah Lipah Rayeuk Bireun Perkuat Silaturahmi di Takengon
Aliansi Masyarakat Bintang Bersatu Tunda Aksi ke DPRK Aceh Tengah, Tunggu Kehadiran Bupati di Lokasi Bencana
Biografi Mantan Atase Kebudayaan RI di Kairo Mesir Sekaligus Eks Kepala SMA Negeri 1 Takengon Segera Terbit
Langit Atu Lintang “Mengamuk”, Hujan Es Hantam Merah Munyang
Putra Gayo Yusradi Usman al-Gayoni Kumandangkan Azan dalam Festival Ramadan 2026 di Inggris
AMITRA FIFGROUP Perkuat Kepedulian Sosial di Ramadan, Dukung Pemulihan Warga Aceh Tengah Pascabencana

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 00:41 WIB

Limbah Hilang Setelah Disorot: Dugaan Indikasi Penghilangan Jejak PT Rosin Makin Kuat, Aparat Harus Bergerak

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:39 WIB

Patungan Beli Sapi, Warga Pasar Simpang Tiga Lestarikan Tradisi Kuah Belangong Saat Idul Adha

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:09 WIB

PT Rosin Diduga Kibuli Pengawasan, Negara Tak Boleh Kalah di Hadapan Industri Pembangkang

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:41 WIB

PT Rosin Chemicals Indonesia Diduga “Kibuli” Puslabfor Mabes Polri, Perlibas Gayo Minta Penegakan Hukum Lingkungan Secara Tegas

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:10 WIB

Warga Buntul Kemumu Sembelih 33 Hewan Kurban Termasuk Sapi Bantuan Presiden

Senin, 25 Mei 2026 - 15:40 WIB

Dua Kali Raih Penghargaan Nasional, Pemkab Gayo Lues Tegaskan Komitmen Lestarikan Bahasa Gayo

Senin, 25 Mei 2026 - 13:26 WIB

Amira Aliza Hipnotis Panggung FTBI Nasional Lewat Tari Tradisional Gayo

Senin, 25 Mei 2026 - 01:15 WIB

PT Hopson Kembali Diduga Beroperasi, Aparat Dinilai Tak Bernyali Menegakkan Keputusan Pembekuan

Berita Terbaru