Langit Atu Lintang “Mengamuk”, Hujan Es Hantam Merah Munyang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 4 April 2026 - 21:11 WIB

50303 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tengah Baranewsaceh.co |  Fenomena cuaca ekstrem terjadi di Desa Merah Munyang, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (4/4/2026) sore. Hujan deras yang disertai angin kencang, petir, dan butiran es mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 16.30 WIB, membuat warga panik.

Juardah (48), aparatur desa setempat, mengatakan saat kejadian dirinya tengah berada di kebun. Ia mengaku terkejut ketika hujan turun begitu deras disertai butiran es yang menghantam permukaan tanah dan bangunan warga.

“Suara hujan es cukup keras, warga sempat panik. Beberapa rumah mengalami kebocoran akibat atap dihantam butiran es,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya merusak rumah, fenomena tersebut juga berdampak pada sektor pertanian warga. Tanaman hortikultura seperti cabai dan tomat dilaporkan rusak parah akibat terjangan hujan es.

Hal serupa disampaikan Bazaruddin, Reje Kampung Bintang Kekelip. Ia mengaku terkejut dengan kejadian tersebut, mengingat hujan es jarang terjadi di kawasan itu.

“Banyak tanaman warga yang rusak, termasuk bibit kopi. Namun, hujan es ini tidak berlangsung lama,” katanya.

Sementara itu, pakar pertanian Fattan Muhammad menjelaskan bahwa hujan es merupakan fenomena alam yang bisa terjadi akibat perbedaan suhu ekstrem antara permukaan bumi dan lapisan atmosfer.

Menurutnya, dalam kondisi tertentu, butiran air yang telah membeku di dalam awan tidak sempat mencair saat jatuh ke permukaan bumi, sehingga turun dalam bentuk es.

“Ini terjadi karena proses presipitasi yang tidak sempurna. Butiran es terbentuk di lapisan atmosfer yang sangat dingin dan jatuh sebelum mencair,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa hujan es berpotensi memengaruhi kesuburan tanah karena dapat meningkatkan tingkat keasaman (pH rendah), yang berdampak kurang baik bagi pertumbuhan tanaman.

Meski berlangsung singkat, peristiwa ini meninggalkan kerusakan pada rumah dan lahan pertanian warga. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (Dani)

Berita Terkait

IKA SMA Negeri 1 Takengon Gelar Diskusi “Lulusan SMA Negeri 1 Takengon Masuk Perguruan Tinggi (2020-2026)?”
IKA SMA Negeri 1 Takengon Bekali Alumni 2026 Kuliah S-1 ke Turki
Warga Soroti Usulan PBPH Getah Pinus PT JMI, Akses Hidup Lokal Terancam?
Semarak HUT Bhayangkara Ke 80, 16 Tim Binaan Cabdin Bener Meriah Ikuti Turnamen Sepak Bola U17
Alumni Dayah Darussa’adah Lipah Rayeuk Bireun Perkuat Silaturahmi di Takengon
Aliansi Masyarakat Bintang Bersatu Tunda Aksi ke DPRK Aceh Tengah, Tunggu Kehadiran Bupati di Lokasi Bencana
Biografi Mantan Atase Kebudayaan RI di Kairo Mesir Sekaligus Eks Kepala SMA Negeri 1 Takengon Segera Terbit
Bea Cukai Lhokseumawe Dukung Industri Lokal, Kawal Produk Sigaret Putih Tangan Gayo Tembus Pasar Nasional

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:11 WIB

Ekonomi RI Dikabarkan Lemah, Ketum AKPERSI: Kita Punya Fondasi Kuat

Senin, 8 Juni 2026 - 17:22 WIB

Eks Wakil Kepala BGN Siap Bongkar Pihak Besar dalam Dugaan Korupsi MBG, Pengajuan Justice Collaborator Didorong Berbagai Pihak

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:51 WIB

Stop Framing dan Mengaitkan Yasonna Laoly dengan Kasus Hukum yang Menjerat Silmy Karim

Sabtu, 6 Juni 2026 - 04:17 WIB

DPN PERMAHI Dukung Langkah Presiden Prabowo Benahi BGN, Korupsi Program MBG Harus Diusut Hingga ke Akar

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:32 WIB

Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto, Bukti Nyata Komitmen Bersihkan Institusi dari Praktik Korupsi

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:39 WIB

*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:05 WIB

Sebanyak 1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima RK dan PMP Khusus Waisak Tahun 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:21 WIB

*Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni 2026, BRN: Jawaban atas Kerinduan Masyarakat*

Berita Terbaru