Universitas Samudra Dorong Desa Berdaya: Inovasi Sabun Colek dari Arang Aktif Batok Kelapa Jadi Langkah Nyata Pemberdayaan Masyarakat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 8 Juli 2025 - 10:48 WIB

50246 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Upaya membangun desa berdaya berbasis inovasi dan kepedulian lingkungan kembali digagas dari dunia akademik. Universitas Samudra, melalui Program Studi Fisika, melaksanakan sebuah program pengabdian masyarakat yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi tepat guna, dan pendekatan sosial secara langsung kepada warga. Bertempat di Gampong Penggalangan, Kecamatan Blang Kejeren, Kabupaten Gayo Lues, kegiatan bertajuk “Transformasi Limbah Organik Batok Kelapa menjadi Sabun Colek Berbasis Arang Aktif” ini dilaksanakan pada Sabtu, 6 Juli 2025, dan menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Dipimpin langsung oleh dosen Prodi Fisika, Ibu Rahmawati, M.S., kegiatan tersebut melibatkan 30 peserta dari tiga gampong yaitu Penggalangan, Palok, dan Agusen. Selama kegiatan berlangsung, warga tidak hanya diajak untuk belajar membuat sabun colek berbahan dasar arang aktif, namun juga diperkenalkan pada konsep dasar pengelolaan limbah rumah tangga yang selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sesuatu yang selama ini dianggap limbah, seperti batok kelapa, ternyata bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti sabun colek berbasis arang aktif,” ungkap Ibu Rahmawati dengan semangat, saat ditemui di sela kegiatan pelatihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelatihan ini dirancang tidak sekadar bersifat demonstratif, tetapi juga partisipatif. Peserta diajak memahami bagaimana batok kelapa yang kerap terbuang sia-sia dapat diolah menjadi arang aktif, lalu dikembangkan menjadi bahan utama sabun pembersih yang ramah lingkungan. Arang aktif dikenal memiliki sifat menyerap kotoran dan bau, serta aman digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pemaparan teori seputar karbon aktif dan manfaatnya, lalu dilanjutkan dengan praktik langsung membuat sabun. Dalam prosesnya, peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pengolahan bahan, pencampuran, hingga pencetakan sabun. Tidak sedikit yang bahkan langsung menyatakan minat untuk mengembangkan produksi sabun secara mandiri.

“Awalnya saya pikir ini hanya kegiatan biasa, tapi setelah melihat hasilnya, saya merasa ingin coba buat sendiri di rumah. Bisa untuk dipakai sendiri atau dijual,” ujar Siti Hawa, salah satu peserta dari Gampong Palok.

Kegiatan ini makin semarak berkat keterlibatan aktif mahasiswa Universitas Samudra yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kawasan tersebut. Mahasiswa turut mendampingi warga dalam setiap proses, dari penyusunan alat, persiapan bahan, hingga pendampingan langsung saat praktik pembuatan sabun.

Pengalaman ini menjadi pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari di kampus secara langsung di lapangan. Tak hanya menjadi fasilitator pelatihan, mereka juga ikut membangun hubungan sosial dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, serta memahami dinamika pembangunan di tingkat gampong.

“Kami senang bisa berkontribusi dan belajar langsung dari masyarakat. Ini pengalaman luar biasa, karena kami tidak hanya belajar teori di kampus, tapi juga bisa melihat langsung dampaknya di masyarakat,” ujar Yogi, mahasiswa peserta KKN.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para pemangku kepentingan desa. Para pemimpin gampong turut hadir dan memberikan apresiasi atas inisiatif edukatif yang dilakukan Universitas Samudra. Mereka menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam membangun kemandirian masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi dan pengelolaan lingkungan.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Selain menambah pengetahuan masyarakat, juga dapat meningkatkan keterampilan yang bisa dimanfaatkan secara ekonomis,” tutur Yusuf, Pengulu Gampong Penggalangan. Hal senada juga disampaikan Ramadhan dari Gampong Agusen dan perwakilan dari Gampong Palok, yang berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dengan cakupan yang lebih luas.

Di akhir kegiatan, peserta membawa pulang sabun hasil racikan mereka sendiri—bukti bahwa mereka tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga hasil nyata dari proses yang mereka jalani. Lebih dari itu, peserta juga membawa pulang semangat baru untuk mengelola potensi lokal, mengubah limbah menjadi berkah, serta membangun ekonomi rumah tangga yang lebih mandiri dan berdaya.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Samudra untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. Transformasi batok kelapa menjadi sabun colek berbasis arang aktif bukan hanya tentang menciptakan produk, tetapi juga tentang membangun kesadaran baru akan pentingnya inovasi ramah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.

Dengan langkah-langkah sederhana namun berdampak nyata, Universitas Samudra menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari desa, dari limbah yang dianggap remeh, dan dari kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat. (*)

Berita Terkait

Warga Agusen, Damkar Serta Relawan Bangun Kembali  Jembatan Gantung 
Pemkab Gayo Lues Gelar Doa Bersama, Lanjutkan Rangkaian HUT ke-24 dengan Harapan Bangkit dari Bencana
HUT ke-24 Kabupaten Gayo Lues, Bupati Ajak Masyarakat Bangkit Bersama Pasca Bencana
Masyarakat Pining Ucapkan Terima Kasih atas Inisiasi Kapolda Aceh Bangun Jembatan Gantung
Rabusin: Pengawasan Eksternal DPR, Komisi Yudisial, dan Kejaksaan Agung Kunci Keadilan Proses Hukum
Kejanggalan Sidang dan Dakwaan, Rabusin Tegaskan Unsur Pidana Tidak Terpenuhi
Personel Gabungan TNI-Polri, Damkar, Relawan Bersama Masyarakat Pining Bangun Jembatan Gantung Penghubung Desa
Bupati Gayo Lues Dorong Pengembangan Bandara dan Penambahan Jadwal Penerbangan untuk Perkuat Konektivitas Daerah

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 20:28 WIB

TNI, NGO, dan Arah Reformasi yang Kian Kabur

Senin, 6 April 2026 - 11:05 WIB

Jamaluddin Idham Fokuskan Kampung Nelayan Modern di Ujong Tanoh Setia, Harapan Baru Nelayan Abdya

Minggu, 5 April 2026 - 03:02 WIB

KPK = Katanya Pemberantasan Korupsi

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:52 WIB

TKA dan Tantangan Transformasi Pendidikan Aceh

Jumat, 27 Maret 2026 - 01:22 WIB

Kesuburan Gayo Lues 2025 Silam: Harmoni Program dan Ketekunan Petani

Senin, 23 Maret 2026 - 16:50 WIB

PT Fajar Baizuri Klarifikasi Soal Hewan Ternak Warga Mati Diduga akibat Limbah

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:49 WIB

Wilayah Seunagan Timur Dan Beutong Padam Listrik di Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:14 WIB

Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K, Turun Sendiri Pengamanan Shalat Ied Di Peukung

Berita Terbaru