Truk Bermuatan Jagung Terbalik di Tanjakan Rikit Dekat, Tak Ada Korban Jiwa

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 14 Oktober 2025 - 18:50 WIB

50772 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Gayo Lues – Sebuah truk Colt Diesel bermuatan jagung mengalami kecelakaan tunggal di tanjakan Rikit Dekat, ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Kuta Panjang dan Kota Blangkejeren, Senin malam, 13 Oktober 2025, sekitar pukul 21.00 WIB. Kecelakaan diduga terjadi akibat patahnya as kendaraan saat menanjak, sehingga kendaraan kehilangan kendali dan akhirnya terguling di tengah jalan.

Peristiwa itu mengejutkan warga sekitar yang mendengar suara benturan cukup keras dari arah tanjakan. Dalam hitungan menit, sejumlah warga langsung mendatangi lokasi kejadian untuk memeriksa kondisi sopir dan muatan truk yang tumpah. Mereka membantu proses evakuasi awal dengan mengevakuasi pengemudi ke tempat aman dan menyingkirkan karung-karung jagung yang berserakan di badan jalan.

“Tiba-tiba mobil itu mundur dan terbalik, sepertinya karena patah as,” ujar Selamat, 42 tahun, warga Dusun Rikit Dekat, yang menjadi saksi mata kejadian tersebut. Menurutnya, kendaraan bermuatan jagung itu sempat berusaha kuat untuk menanjak sebelum terlihat mundur perlahan dan terbalik dalam posisi melintang menutup sebagian badan jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beruntung dalam kecelakaan itu tidak ada korban jiwa. Sopir truk hanya mengalami luka ringan, sementara sebagian besar muatan jagung tetap berada dalam karung meski sebagian jatuh ke ruas jalan. Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan cerah, namun kondisi jalan yang menanjak dengan penerangan terbatas sangat menyulitkan kendaraan bermuatan berat untuk melintas.

Aparat kepolisian dari wilayah setempat tiba di lokasi tidak lama setelah kejadian dilaporkan. Personel segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencatat identitas pengemudi dan kendaraan, serta mengatur arus lalu lintas yang sempat macet akibat kejadian tersebut. Evakuasi kendaraan dilakukan secara manual dengan bantuan warga karena alat berat belum sempat didatangkan.

Hingga Senin malam, proses evakuasi masih berlangsung. Sejumlah warga bersama petugas bahu-membahu berupaya menormalkan jalur agar lalu lintas dari arah Kuta Panjang ke Blangkejeren dan sebaliknya bisa kembali lancar. Pihak kepolisian juga memasang tanda peringatan agar pengendara berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut.

Tanjakan Rikit Dekat diketahui sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Kabupaten Gayo Lues, terutama bagi kendaraan pengangkut hasil pertanian yang kerap melintas dalam kondisi muatan penuh. Jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan sentra produksi pertanian dengan pusat kota. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kecelakaan tunggal maupun tabrakan ringan tercatat terjadi di tanjakan ini, terutama saat musim panen ketika arus truk meningkat.

Pihak kepolisian mengimbau pengemudi angkutan barang untuk melakukan uji kelayakan kondisi kendaraan secara berkala, terutama pada bagian vital seperti sistem pengereman dan gardan belakang yang rawan patah saat menanggung beban berat di jalur menanjak. Perhatian ekstra juga diperlukan saat berkendara di malam hari karena terbatasnya pencahayaan alam serta minimnya penerangan jalan di sejumlah titik rawan.

Hingga berita ini diturunkan, truk masih dalam proses dievakuasi, sementara petugas masih melakukan pengamanan arus lalu lintas di sekitar lokasi kecelakaan. Pemerintah daerah setempat diminta memberi perhatian terhadap kondisi jalan dan kebutuhan rambu peringatan tambahan di jalur tanjakan dengan risiko tinggi seperti Rikit Dekat. (HAM)

Berita Terkait

Walaupun Diklarifikasi Dinas Pertanian Gayo Lues, LIRA tetap Minta APH bertindak Sesuai Dengan Aturan
LIRA Desak Hukum Tuntaskan Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Gayo Lues, Sawah Jadi Ladang Pungli
Brimob Polda Aceh, Melaksanakan Bhakti Sosial Dalam Menyambut HUT RI Ke-81
LIRA Gayo Lues Desak Transparansi, Bantah “Kondusif” Versi Dinas Pertanian Soal Dugaan Potongan Bantuan Irigasi
LIRA Desak Penegak Hukum Usut Dugaan Pungli Ratusan Juta pada 32 Kelompok Tani di Gayo Lues
BPBD Gayo Lues Salurkan 148 Kasur Bantuan BNPB untuk Warga Terdampak Bencana di Kecamatan Pining
Jelang HUT Ke-81 RI, Drumband SMA Negeri Seribu Bukit Blangpegayon Intensif Berlatih
PLN Blangkejeren Jelaskan Penyebab Listrik Padam Saat Magrib dan Subuh, Akibat Defisit Daya

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:50 WIB

Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:35 WIB

Status Bendera Bintang Bulan Masih Menjadi Polemik di Aceh

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Teriakan “Merdeka” Warnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:54 WIB

Hari Damai Aceh Berubah Jadi Chaos, Massa Kejar Aparat hingga Bakar Motor TNI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:49 WIB

Aksi Kericuhan Hari Damai Aceh Rusak Sejumlah Kendaraan, Warga Minta Pemerintah Beri Perhatian

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:43 WIB

Massa Tunjukkan Foto Korban Luka Saat Kerusuhan Peringatan Damai Aceh

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:37 WIB

Kericuhan Hari Damai Aceh: Tanda Kekecewaan atau Aksi yang Ditunggangi?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Kericuhan 21 Tahun Perdamaian Aceh Meluas ke Pendopo Gubernur, Simbol Negara Dicopot Massa

Berita Terbaru