Tegas Dukung Palestina, Anggota DPR Belanda Ester Ouwehand Diusir karena Pakai Baju Warna Bendera Palestina

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 21 September 2025 - 16:38 WIB

50315 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Den Haag – Ketegangan sempat mewarnai sidang parlemen Belanda saat Ester Ouwehand, anggota parlemen sekaligus ketua partai Partij voor de Dieren (Partai untuk Hewan), hadir dengan mengenakan pakaian berwarna merah, putih, hitam, dan hijau – perpaduan warna bendera Palestina.

Tindakan Ester sontak memicu protes dari sejumlah anggota parlemen lainnya yang menganggap busana tersebut sebagai pernyataan politik terbuka, yang dinilai tidak sesuai dengan etika netralitas forum parlemen. Namun, Ester tak bergeming. Ia bahkan menantang aturan yang melarangnya berpakaian demikian.

“Saya membaca aturan tata tertib. Saya tidak melihat ada yang menyatakan bahwa Anda tidak boleh berpidato dengan blus berwarna merah, hijau, putih, dan hitam,” ucap Ester lantang saat berdebat dengan Ketua Parlemen Martin Bosma dalam sidang anggaran nasional, dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (20/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bosma lantas bersikeras memintanya berganti pakaian. Ia menyebut kehadiran warna-warna tersebut dianggap tidak netral dan berpotensi memancing perdebatan politik yang tidak substantif.

“Saya merasa keberatan Anda di sini dengan bendera ini,” ujar Bosma.
“Silakan keluar dan ganti pakaian, lalu kembali ke dalam ruang sidang,” sambungnya.

Namun Ester tetap menolak.
“Saya akan sangat menghargai jika saya dapat memberikan kontribusi tanpa harus berganti pakaian,” jawabnya.

Perdebatan di dalam ruang sidang DPR Belanda pun memanas hingga akhirnya Ester didesak keluar. Namun pernyataan politiknya tak berhenti sampai situ. Tak lama setelah keluar dari ruang sidang, Ester kembali – kali ini dengan busana bermotif semangka. Ia mengenakan kemeja merah muda dengan bintik-bintik hitam dan celana hijau.

Busana itu bukan tanpa makna. Semangka dalam tradisi perlawanan Palestina adalah simbol solidaritas yang muncul sejak bendera Palestina dilarang Israel usai Perang Enam Hari pada 1967. Warna-warna buah semangka – merah, putih, hitam, dan hijau – menyimbolkan perlawanan atas penjajahan dan pembungkaman.

Dalam pidatonya, Ester tetap menegaskan dukungan penuh terhadap rakyat Palestina, khususnya masyarakat Gaza yang menurutnya kini diperlakukan tidak manusiawi.

“Kita berdiri di sini dalam solidaritas dengan Palestina yang tidak berdaya,” tegasnya.
“Kita hanya dapat bergerak maju jika kita berani menempatkan mereka yang paling rentan di pusat,” lanjut Ester di tengah suasana sidang yang sudah mulai tenang.

Sejauh ini, sebanyak 24 negara di Eropa telah secara resmi mengakui Palestina, termasuk Irlandia, Spanyol, Norwegia, dan Prancis. Inggris dilaporkan akan mengikuti langkah serupa, namun sempat terganjal pengaruh Donald Trump saat kunjungan ke London beberapa waktu lalu.

Sementara itu, PBB melalui laporan resminya menuding Israel melakukan aksi genosida di Palestina sejak invasi besar-besaran ke Gaza pada Oktober 2023. Lebih dari 60 ribu warga sipil Palestina dilaporkan tewas dari total sekitar 2,3 juta penduduk di Gaza.

Ester Ouwehand kini menjadi salah satu politisi Eropa vokal yang terus menyerukan solidaritas kemanusiaan untuk Palestina, bahkan dengan konsekuensi politik yang dihadapinya langsung di ruang sidang parlemen negaranya.

Satu hal yang pasti, aksi kecil dengan makna besar ini mengirimkan pesan kuat: isu kemanusiaan tak bisa dibungkam, bahkan lewat aturan berpakaian.

Berita Terkait

Pemerintah Aceh Surati UNDP dan UNICEF dalam Upaya Pemulihan Pascabencana Banjir dan Longsor yang Renggut Ratusan Nyawa
Mahasiswi Serambi Mekkah Harumkan Indonesia di ISG 2025, Raih Medali Perunggu di Riyadh
DPSMAI Ajak Masyarakat Aceh dan Pelaku Usaha Meriahkan Selera Serumpun di TBG Kuala Lumpur
WNI di Kapal Misi Bantuan Gaza Masih Selamat, Kemlu Terus Monitor
Korban TPPO Asal Jambo Aye 3 Kali dijual Agen di Kamboja Lapor ke Haji Uma Alhamdulillah akhirnya bisa pulang ke Aceh
Disambut Haru Diaspora Indonesia di Ottawa, Presiden Prabowo: Ini Energi untuk Bangsa
Presiden Prabowo Hadiri Pertemuan Multilateral Timur Tengah, Tegaskan Komitmen Indonesia untuk Perdamaian
Presiden RI Temui Gubernur Jenderal Kanada, Tegaskan Komitmen Kemitraan Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 09:54 WIB

Satu Bulan Tanpa Kepastian, Pengungsi Banjir Aceh Timur. Kami Mau Pindah ke Mana?

Kamis, 1 Januari 2026 - 18:52 WIB

Komitmen Sentuhan Pimpinan Diawal Tahun 2026: Kapolres Kampar Cek Kesiapan Pos Pam Tapung, Beri Bingkisan, Kapolres: Tetap Semangat, Masyarakat Terlayani

Minggu, 28 Desember 2025 - 04:09 WIB

HWK Sumbar Tembus Daerah Terisolir di Solok, Soroti Urgensi Bantuan Hunian dan Pemulihan Ekonomi Pascabanjir

Kamis, 25 Desember 2025 - 14:40 WIB

POLRI–TNI Amankan Perayaan Natal di Kabupaten Gayo Lues Pascabanjir

Rabu, 24 Desember 2025 - 23:53 WIB

BRIN Paparkan Riset Strategis pada Gubernur Sumbar Mahyeldi untuk Dukung Pembangunan Daerah

Sabtu, 20 Desember 2025 - 21:42 WIB

Disaksikan Menhut, Gubernur, Kapolda, Pangdam XlX, Kajati Riau: Panumbangan Sawit Awali Pemulihan Tesso Nilo

Sabtu, 13 Desember 2025 - 15:22 WIB

Bea Cukai Aceh Kirim Relawan dan Bantuan Kemanusiaan ke Lhokseumawe dan Langsa

Jumat, 12 Desember 2025 - 03:40 WIB

Bupati Jepara dan Agus Kliwir Sepakat Perkuat Legalitas Media di Jateng

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Kapolsek Kuala Amankan Tiga Orang Pelaku Pencurian: Ini Kronologisnya

Rabu, 7 Jan 2026 - 01:17 WIB