Skema Hunian Sementara dan Tetap Disiapkan untuk Warga Terdampak Banjir Gayo Lues, Pemerintah Tegaskan Komitmen Pemulihan Pascabencana

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 22:45 WIB

50273 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Surhayanto, kembali mengunjungi Kabupaten Gayo Lues pada Sabtu (3/1/2026) untuk meninjau secara langsung dampak banjir dan tanah longsor yang kembali melanda sejumlah titik rawan di wilayah tersebut. Kunjungan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari upaya penanggulangan bencana yang sebelumnya telah dilakukan, seiring meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan kembali terputusnya akses jalan dan meluasnya dampak bencana.

Setibanya di Bandar Udara Blangkejeren, Kepala BNPB disambut langsung oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, bersama Dandim 0113/Gayo Lues, Danyon 855/RD, serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) dan unsur penanganan bencana lainnya. Usai menerima laporan situasi dan kondisi terkini dari pemerintah daerah, Kepala BNPB langsung mengunjungi tempat-tempat terdampak, termasuk lokasi pengungsian warga dari Kampung Agusen di kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Blangkejeren dan Kecamatan Putri Betung yang kembali terisolasi akibat longsor.

Di hadapan para pengungsi, Kepala BNPB menjelaskan sejumlah skema bantuan yang disiapkan pemerintah, baik dalam bentuk hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), hingga bantuan tunai untuk kebutuhan dasar. Ia menyebutkan bahwa pembangunan huntara dapat dilakukan secara terpusat di satu lokasi yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah, namun juga bisa disesuaikan dengan keinginan keluarga penyintas jika ingin membangunnya di area pribadi yang masih dimiliki.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hunian sementara ini sifatnya transit, sambil menunggu pembangunan hunian tetap. Bisa dibangun di satu titik yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah, atau masyarakat juga bisa membangunnya di atas tanah atau pondasi rumah mereka yang masih ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bagi korban bencana yang saat ini tinggal menumpang di rumah keluarganya dan tidak membutuhkan huntara, tetap bisa mendapatkan bantuan dalam bentuk rumah tunggu hunian. Skema ini, disebutkannya, akan diberikan dalam bentuk bantuan tunai sebesar Rp600.000 per bulan selama tiga bulan.

Lebih lanjut, mengenai hunian tetap, Kepala BNPB menjelaskan bahwa pemerintah menyediakan dua opsi. Pertama, jika korban menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab kepada pemerintah dan bersedia ditempatkan di lokasi tertentu, maka lahan akan disiapkan oleh pemerintah daerah dan rumah dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kedua, jika penyintas memiliki keinginan untuk tetap tinggal dekat dengan kampung halaman atau keluarga dan memiliki tanah pribadi, rumah akan dibangun oleh BNPB di lokasi tersebut.

“Semuanya akan kita layani. Untuk rumah hunian tetap yang terpusat memang akan dibangun oleh Kementerian, tapi yang sesuai permintaan warga dan letaknya terpencar-pencar, BNPB yang akan membangun. Nantinya juga kami bantu furnitur dasar seperti kasur, kursi, alat dapur dengan anggaran Rp3 juta per rumah,” terangnya.

Dalam skema bantuan lanjutan, disampaikan pula bahwa setiap keluarga yang telah menempati hunian tetap akan mendapatkan bantuan biaya hidup awal dari Kementerian Sosial sebesar Rp5 juta per kepala keluarga. Sementara itu, untuk kerugian sektor lain seperti sawah, kebun, tambak ikan, hingga hewan ternak, Kepala BNPB menyebut proses pendataan dan penghitungan kerugian tengah berlangsung.

“Semua ini masih dalam fase tanggap darurat. Namun, hak-hak warga, termasuk upaya pemulihan ekonomi keluarga, sekolah untuk anak-anak, dan pembangunan sarana darurat, menjadi perhatian utama kami. Kementerian Pendidikan juga sudah mengantongi data sekolah-sekolah yang terdampak dan akan segera membangun sekolah-sekolah darurat di lokasi yang diperlukan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa warga korban banjir yang sebelumnya tinggal di rumah sewa dan kini kehilangan tempat tinggal akibat bencana tetap berhak mengajukan diri sebagai penerima hunian tetap. Sedangkan untuk pemilik rumah kontrakan, skema penanganannya akan ditentukan bersama pemerintah daerah sesuai kebijakan yang berlaku.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa seluruh proses penanganan bencana akan terus dikawal bersama pemerintah pusat. Ia meminta masyarakat untuk tetap sabar dan mengikuti alur bantuan yang telah disiapkan. Menurutnya, seluruh permasalahan pasti memiliki solusi, tetapi pelaksanaannya membutuhkan waktu dan proses yang harus dilewati bersama.

“Jika ada kendala di lapangan, silakan dilaporkan terlebih dahulu kepada kepala desa. Nanti setiap laporan itu akan diteruskan kepada kami di tingkat kabupaten, dan akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan,” ujarnya.

Dengan terus dilakukan pemantauan langsung oleh pemerintah pusat dan deretan skema bantuan yang telah dijelaskan, pemerintah berharap pemulihan pascabencana di Gayo Lues dapat berjalan lebih cepat dan merata. Langkah-langkah strategis ini disebut sebagai bagian dari tanggung jawab negara untuk tidak hanya merespons bencana secara darurat, tetapi juga menciptakan keberlanjutan kehidupan masyarakat terdampak pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru