Pidato Prabowo di PBB: Indonesia Siap Kirim 20 Ribu Pasukan ke Gaza, Kutuk Ketidakadilan Global

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 25 September 2025 - 18:01 WIB

50297 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

New York – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia dan menolak segala bentuk penindasan yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Dalam debut pidatonya di Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (23/9/2025), Prabowo menyuarakan pengalaman sejarah Indonesia sebagai bangsa yang pernah tertindas kolonialisme dan menyerukan agar dunia tak menyerah melawan konflik dan ketidakadilan.

“Indonesia sangat tahu bagaimana rasanya ditindas. Kami pernah mengalami penderitaan akibat kolonialisme yang menyengsarakan. Oleh karena itu, kami berdiri tegak menolak ketidakadilan di mana pun,” tegas Prabowo dalam pidatonya di Markas Besar PBB, New York.

Presiden Prabowo menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya tragedi kemanusiaan di berbagai wilayah, termasuk genosida dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional. Ia mengutip kata-kata Sekjen PBB agar dunia tidak menyerah pada tantangan global yang makin kompleks.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita tidak boleh menyerah. Seperti kata Sekretaris Jenderal PBB: kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh mengorbankan harapan atau cita-cita kita — keadilan dan kebebasan untuk semua,” ujarnya.

Presiden juga secara khusus menyoroti konflik Palestina-Israel. Ia mendukung penuh solusi dua negara dan menyerukan pengakuan atas kemerdekaan Palestina, namun di saat yang sama tetap menegaskan pentingnya menjamin keamanan Israel.

“Kita harus memiliki Palestina yang merdeka. Namun kita juga harus mengakui, menghormati, dan menjamin keselamatan serta keamanan Israel. Hanya dengan itu kita bisa memiliki perdamaian sejati tanpa kebencian, tanpa kecurigaan,” kata Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden menyerukan pentingnya hidup damai antar umat beragama, tanpa diskriminasi.

“Arab, Yahudi, Muslim, Kristen, Hindu, Buddha — semua agama harus hidup sebagai satu keluarga manusia. Indonesia berkomitmen menjadi bagian dari visi ini,” tegasnya.

Dalam konteks aksi nyata, Prabowo menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi besar dalam misi perdamaian PBB. Ia menyatakan Indonesia siap mengirimkan 20.000 lebih pasukan perdamaian jika diminta oleh Dewan Keamanan atau Majelis Umum PBB.

“Jika Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB memutuskan, Indonesia siap mengirim 20 ribu, bahkan lebih, putra-putri kami untuk mengamankan perdamaian di Gaza, Ukraina, Sudan, Libya, atau di mana pun perdamaian dibutuhkan,” kata Prabowo.

Tak hanya mengerahkan prajurit, Indonesia juga siap berkontribusi secara finansial demi keberhasilan misi-misi PBB di lapangan.

“Kami juga siap menanggung beban, bukan hanya dengan tenaga manusia, tetapi juga melalui kontribusi finansial demi misi besar PBB,” tambahnya.

Presiden juga dengan tegas menolak logika kekuasaan yang menginjak-injak kaum lemah. Ia mengutip pemikiran Thukydides yang menyiratkan bahwa yang kuat bertindak semaunya, sementara yang lemah menderita tanpa daya.

“Thukydides pernah memperingatkan: ‘Yang kuat melakukan apa yang bisa mereka lakukan, yang lemah menderita apa yang harus mereka derita.’ Kita harus menolak doktrin ini. PBB ada untuk menolaknya,” ujarnya tajam.

Mengakhiri pidatonya, Prabowo menyerukan kepada seluruh negara anggota PBB untuk melanjutkan “perjalanan harapan” yang sudah dirintis para pendiri lembaga ini. Ia menegaskan, Indonesia akan terus memegang teguh prinsip internasionalisme, multilateralisme, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Kami tidak akan pernah lupa, dan hari ini kita tidak boleh diam ketika Palestina ditolak keadilan dan legitimasi yang sama di ruang sidang ini,” pungkasnya.

Pidato Prabowo mendapat sorotan karena penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan, semangat solidaritas global, dan penawaran konkret untuk berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia.

Berita Terkait

Pemerintah Aceh Surati UNDP dan UNICEF dalam Upaya Pemulihan Pascabencana Banjir dan Longsor yang Renggut Ratusan Nyawa
Mahasiswi Serambi Mekkah Harumkan Indonesia di ISG 2025, Raih Medali Perunggu di Riyadh
DPSMAI Ajak Masyarakat Aceh dan Pelaku Usaha Meriahkan Selera Serumpun di TBG Kuala Lumpur
WNI di Kapal Misi Bantuan Gaza Masih Selamat, Kemlu Terus Monitor
Korban TPPO Asal Jambo Aye 3 Kali dijual Agen di Kamboja Lapor ke Haji Uma Alhamdulillah akhirnya bisa pulang ke Aceh
Disambut Haru Diaspora Indonesia di Ottawa, Presiden Prabowo: Ini Energi untuk Bangsa
Presiden Prabowo Hadiri Pertemuan Multilateral Timur Tengah, Tegaskan Komitmen Indonesia untuk Perdamaian
Presiden RI Temui Gubernur Jenderal Kanada, Tegaskan Komitmen Kemitraan Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 2 Januari 2026 - 09:54 WIB

Satu Bulan Tanpa Kepastian, Pengungsi Banjir Aceh Timur. Kami Mau Pindah ke Mana?

Kamis, 1 Januari 2026 - 18:52 WIB

Komitmen Sentuhan Pimpinan Diawal Tahun 2026: Kapolres Kampar Cek Kesiapan Pos Pam Tapung, Beri Bingkisan, Kapolres: Tetap Semangat, Masyarakat Terlayani

Minggu, 28 Desember 2025 - 04:09 WIB

HWK Sumbar Tembus Daerah Terisolir di Solok, Soroti Urgensi Bantuan Hunian dan Pemulihan Ekonomi Pascabanjir

Kamis, 25 Desember 2025 - 14:40 WIB

POLRI–TNI Amankan Perayaan Natal di Kabupaten Gayo Lues Pascabanjir

Rabu, 24 Desember 2025 - 23:53 WIB

BRIN Paparkan Riset Strategis pada Gubernur Sumbar Mahyeldi untuk Dukung Pembangunan Daerah

Sabtu, 20 Desember 2025 - 21:42 WIB

Disaksikan Menhut, Gubernur, Kapolda, Pangdam XlX, Kajati Riau: Panumbangan Sawit Awali Pemulihan Tesso Nilo

Sabtu, 13 Desember 2025 - 15:22 WIB

Bea Cukai Aceh Kirim Relawan dan Bantuan Kemanusiaan ke Lhokseumawe dan Langsa

Jumat, 12 Desember 2025 - 03:40 WIB

Bupati Jepara dan Agus Kliwir Sepakat Perkuat Legalitas Media di Jateng

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Kapolsek Kuala Amankan Tiga Orang Pelaku Pencurian: Ini Kronologisnya

Rabu, 7 Jan 2026 - 01:17 WIB