HOTELBET beta.lra.gov.mv dbm.wyb.ac.lkpreparation.lsrs.lu wayacim.wyb.ac.lk

PEMKAB Nagan Raya Hidupkan Kembali Sawah Terlantar, Harapan Baru Petani Blang Baro Rambong 

Redaksi

- Redaksi

Selasa, 8 September 2026 - 11:35 WIB

50267 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suka Makmue — Harapan masyarakat Gampong Blang Baro Rambong, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, untuk kembali mengolah lahan persawahan yang selama bertahun-tahun terlantar mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berkomitmen mengembalikan fungsi lahan tersebut agar kembali produktif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Komitmen itu disampaikan Bupati Nagan Raya Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H. melalui Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP), Marzuki, S.E., dalam kegiatan Rembuk Tani bersama tokoh masyarakat, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), kelompok tani, serta unsur TNI dari Danki TP 856 di Masjid Gampong Blang Baro Rambong, Senin malam (7/9/2026).

Marzuki mengatakan, pertemuan tersebut membahas kesiapan masyarakat dalam menerima dan mendukung program rehabilitasi sawah terlantar yang direncanakan bersumber dari APBN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mari kita hidupkan kembali sawah yang telah lama terlantar. Dengan kembali ke sawah, kita bukan hanya mengejar hasil panen, tetapi juga menghidupkan kembali keberkahan, nilai religius, dan warisan perjuangan orang tua kita,” ujar Marzuki.

Salah satu areal persawahan milik masyarakat di Gampong Blang Baro Rambong direncanakan menjadi lokasi pelaksanaan rehabilitasi. Program ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengembalikan lahan tidur menjadi areal pertanian yang produktif.

Menurut Marzuki, pemanfaatan kembali lahan terlantar akan meningkatkan luas tanam, produksi padi, membuka peluang kerja, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Ia juga mengajak masyarakat mengenang perjuangan para leluhur yang dahulu bersusah payah mencetak sawah sebagai sumber kehidupan keluarga.

“Watee sigo-go ta troen u blang, tanyo teingat penulang ureung tuha ngen ka hanale. Insya Allah ta sama-sama kirem Al-Fatihah keu gopnyan.”

Marzuki menambahkan, aktifnya kembali lahan persawahan diharapkan turut menghidupkan tradisi masyarakat Aceh seperti khanduri blang, gotong royong, serta doa bersama sebagai wujud syukur kepada Allah SWT.

Masyarakat Sambut Positif

Tokoh masyarakat Gampong Blang Baro Rambong, Ibnu Amin, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan mendukung penuh program rehabilitasi sawah ini. Semoga segera terealisasi sehingga sawah yang lama terlantar akibat bencana alam dapat kembali menjadi sumber penghidupan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan masyarakat siap bergotong royong menjaga dan mengelola kembali lahan persawahan demi masa depan pertanian gampong.

Rembuk tani tersebut menjadi awal tumbuhnya semangat baru bagi masyarakat Blang Baro Rambong. Sawah yang selama ini terbengkalai diharapkan kembali menghijau, aktivitas petani kembali bergeliat, dan perekonomian desa kembali hidup.

Dari sawah yang terlantar, tumbuh harapan baru. Dari kebersamaan, lahir kekuatan untuk membangun pertanian dan kesejahteraan masyarakat Nagan Raya. (*)

Berita Terkait

DPRK Nagan Raya Sampaikan Pendapat Banggar dan Pandangan Fraksi terhadap KUA-PPAS 2027
Petani Tiga Kecamatan Keluhkan Listrik Sering Padam, DTPHP Nagan Raya Diminta Cari Solusi
Listrik Kerap Padam, Ratusan Petani Nagan Raya Kecewa: Ketahanan Pangan Ikut Terganggu
Jamaluddin Idham Salurkan Bantuan Peralatan Perikanan untuk Nelayan Babah Lueng Penulisan
Ketua TP-PKK Nagan Raya Terima Penghargaan Pelestari Tradisi Kuliner Aceh di ACF 2026
Pemindahan Dapur MBG Ke Sekolah Dinilai Perlu Di Kaji
Yayasan Putri Ratu Naraya Tolak Wacana Pengalihan SPPG ke Kantin Sekolah
SPPG Seunagan Timur Aktif Dukung Program MBG, 2.566 Penerima Manfaat Terlayani

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:43 WIB

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 September 2026 - 05:36 WIB

Ancaman Disintegrasi dan Kegagalan Indonesia Emas 2045: Keadilan Menjadi Kunci Utama

Selasa, 15 September 2026 - 05:33 WIB

Kesenjangan Ekonomi Ekstrem Dinilai Jadi Bom Waktu Kehancuran Pemerintahan

Selasa, 15 September 2026 - 05:31 WIB

Impunitas di Balik Seragam: Keadilan yang Terampas dalam Kasus Andrie Yunus

Selasa, 15 September 2026 - 05:23 WIB

Jakarta di Persimpangan Jalan: Menguji Urgensi Obligasi Daerah di Tengah Redupnya Transfer Fiskal

Selasa, 15 September 2026 - 05:18 WIB

Suahasil Nazara Tekankan Keberlanjutan Pengelolaan Fiskal Usai Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Selasa, 15 September 2026 - 05:12 WIB

Perombakan Mendadak Kursi Bendahara Negara: Kinerja atau Konflik Internal?

Selasa, 15 September 2026 - 04:59 WIB

Mengapa Prabowo Melantik Suahasil Nazara Sebagai Menteri Keuangan yang Baru?

Berita Terbaru

NASIONAL

Ambisi MBG yang Berujung Bencana ?

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:43 WIB