slot preparation.lsrs.lu

Pemerintah Siapkan Hunian, Perabotan, Biaya Hidup Awal, hingga Ganti Rugi Lahan Bagi Korban Bencana di Gayo Lues

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 04:44 WIB

50201 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Pemerintah pusat terus memperkuat respons penanganan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Dalam kunjungannya pada Sabtu (3/1/2026), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menegaskan kesiapan pemerintah untuk mendampingi warga dari fase tanggap darurat hingga ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Dalam pertemuan dengan masyarakat terdampak, ia menyampaikan secara rinci skema bantuan yang telah dan akan disalurkan pemerintah guna menjamin pemulihan kehidupan masyarakat berjalan secara menyeluruh.

Usai melakukan rapat koordinasi dan meninjau sejumlah lokasi terdampak, Suharyanto menyampaikan bahwa pemerintah memahami beban yang dialami warga, terlebih saat ini mereka masih bertahan di pengungsian. Kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih mungkin tercukupi dalam masa tanggap darurat, namun kehidupan manusia tidak bisa hanya berjalan dengan makan dan minum. Menurutnya, aspek kenyamanan, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan juga merupakan bagian integral dari pemulihan pascabencana, termasuk kebutuhan akan tempat tinggal yang layak.

Pemerintah menyiapkan beberapa skema hunian sementara atau huntara, yang dapat dibangun di lokasi terpadu sesuai rencana pemerintah daerah atau di lokasi yang disesuaikan dengan keinginan warga. Sebagian warga masih memiliki fondasi rumah atau lahan yang dapat digunakan. Di sisi lain, ada pula yang ingin tinggal sementara bersama keluarga yang rumahnya masih aman. Warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga diberikan bantuan berupa Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600.000 per bulan selama tiga bulan, dan bantuan tersebut dapat diperpanjang jika pembangunan hunian tetap belum rampung hingga Februari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk hunian tetap atau rumah pengganti, ada dua pendekatan yang ditawarkan. Pertama, pembangunan di lokasi terpusat yang lahannya disiapkan pemerintah daerah. Warga yang telah kehilangan tempat tinggal dan tidak memiliki opsi pemukiman lain akan ditempatkan dalam skema ini. Pembangunan akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kedua, untuk warga yang masih memiliki lahan pribadi atau ingin tetap tinggal dekat dengan kampung halaman, pembangunan dilakukan secara terpisah dan akan dilaksanakan langsung oleh BNPB. Kedua opsi ini bertujuan menghadirkan solusi yang adaptif terhadap kondisi dan preferensi warga.

Setiap unit rumah yang dibangun akan dilengkapi dengan bantuan perabot dasar. Pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp3 juta per kepala keluarga untuk membeli perlengkapan rumah seperti tempat tidur dan kursi. Sementara itu, peralatan dapur akan dibantu secara khusus oleh BNPB sebagai bagian dari tanggung jawab dukungan awal pemulihan rumah tangga korban bencana.

Di luar penyediaan tempat tinggal, pemerintah juga menyalurkan bantuan biaya hidup awal sebesar Rp5 juta per kepala keluarga, yang diberikan dalam tahap awal ketika warga mulai menempati hunian tetap. Bantuan ini disalurkan melalui Kementerian Sosial sebagai bentuk dukungan pemulihan kondisi ekonomi dasar warga terdampak, agar dapat membangun kembali rutinitas mereka secara mandiri.

Tak hanya rumah dan bantuan hidup, sektor pertanian pun tidak luput dari perhatian. Pemerintah saat ini masih menghitung secara rinci kerugian pada sektor pertanian dan peternakan, yang mencakup sawah, kebun, tambak, perikanan hingga hewan ternak yang hilang atau mati akibat bencana. Proses perhitungan dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian. Bantuan kompensasi nantinya diberi sesuai dengan nilai kerugian yang terverifikasi. Langkah ini penting mengingat mayoritas masyarakat Gayo Lues bergantung pada sektor agraria sebagai sumber penghidupan utama.

Kepala BNPB mengingatkan bahwa semua langkah itu merupakan bagian dari proses yang tengah berlangsung dalam masa tanggap darurat, yang hingga kini masih diperpanjang seiring dengan masih terputusnya jalur utama yang menghubungkan Gayo Lues dengan Aceh Tenggara. Ia menyoroti bahwa kondisi menjadi semakin sulit akibat cuaca ekstrem dan keterbatasan infrastruktur. Dalam perjalanan menuju Gayo Lues dari Bandara Kualanamu, ia sempat mengalami hambatan akibat jalur darat yang kembali putus, memaksa sejumlah tim untuk melakukan pengalihan rute dan menghadapi tantangan yang sama seperti di awal bencana terjadi.

Meski demikian, ia meyakinkan warga bahwa seluruh skema bantuan akan terus diperkuat dan disalurkan secara bertahap. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan sejumlah kementerian terkait terus bekerja dari waktu ke waktu, menghadirkan solusi konkret sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa proses ini akan terus berjalan sampai seluruh warga terdampak mendapatkan kembali hak dasarnya untuk hidup secara layak, aman, dan bermartabat di tanah sendiri. (*)

Berita Terkait

Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana
Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:11 WIB

LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!

Selasa, 3 November 2026 - 11:15 WIB

Gampong Gunong Geulogo Gelar Rembuk Stunting 2026, Perkuat Komitmen Percepatan Penurunan Stunting

Selasa, 3 November 2026 - 10:34 WIB

DPMGP4 Nagan Raya Luncurkan Sosialisasi SIMPADU-NARA, Pengajuan Dana Desa Kini Lebih Mudah dan Transparan

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Minggu, 1 November 2026 - 20:10 WIB

Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien, Persiapan Sambut Kedatangan Presiden Prabowo Capai 85 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 12:10 WIB

Polres Nagan Raya Bersama BNN Temukan dan Musnahkan Ladang Ganja Seluas 20 Hektare di Kawasan Pegunungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, SD Negeri Babah Rout Tanamkan Nilai Keteladanan dan Akhlak Mulia kepada Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:05 WIB

Istri Kunci Kamar Rumah Dinas hingga Pagi, Ketua DPRK Nagan Raya Dilaporkan ke Polisi dan Desakan PAW Menguat

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB