HOTELBET beta.lra.gov.mv dbm.wyb.ac.lkpreparation.lsrs.lu wayacim.wyb.ac.lk

Objek wisata Take Lawe Dari Tanah Kluet Timur Aceh Selatan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 17 Agustus 2024 - 05:10 WIB

507,384 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SELATAN | Aceh Selatan salah satu Kabupaten yang menyimpan banyak panorama objek wisata yang begitu memukau apabila wisawatan berkunjung ke Aceh Selatan, diantaranya pemandian Take Lawe, salah satu tempat yang wajib untuk di kunjungi oleh para wisatawan agar bisa merasakan kesejukan Air yang mengalir dari pegunungan.

Take Lawe begitu lah masyarakat Lawe Sawah menyebutnya, merupakan air yang mengalir dari pegunungan yang mengalir deras ke hulu sungai, Lawe sawah, kecamatan Kluet Timur, kabupaten Aceh Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wisata take Lawe begitu luar biasa karena air sungai yang sejuk serta pemandangan yang begitu asri karena lokasinya berada di tengah perkebunan masyarakat setempat, sehingga membuat pemandangan take Lawe sangat begitu menarik.

Jarak tempuh dari Tapaktuan ke tempat Objek wisata Take Lawe sendiri berkisar lebih kurang 1 jam atau dengan jarak tempuh 49,5 km.

Rekreasi yang wajib di kunjungi bagi wisatawan luar daerah agar bisa berkunjung ke tempat ini, karena menyajikan pemandangan di tengah tengah perkebunan masyarakat serta air yang mengalir dari pengunungan membuat mata terhipnotis di buat nya.

Menurut penuturan masyarakat sekitar objek wisata Take Lawe Sawah kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan ini perlunya ada turun tangan bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan agar masyarakat yang berkunjung lebih banyak lagi yang kemari untuk menikmati keindahan alam di tengah perkebunan masyarakat setempat serta mandi di take Lawe ini. Ujar Rustam

Objek wisata Take Lawe di tanah Kluet Timur Aceh Selatan ini wajib di kunjungi untuk melepaskan waktu sore hari bersama Anak-Anak, keluarga maupun kerabat lainnya dan harus menjunjung tinggi nilai-nilai budaya adat istiadat masyarakat setempat agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari.

Oleh: Syahrul Amin, S.Sos

Berita Terkait

Tanah Kelahiran Terancam Perusahaan Tambang, 4 Praktisi Hukum asal Samadua di Malang Surati Gubernur dan Bupati Aceh Selatan
Mahasiswa Trumon Tantang Desak DLH Aceh Selatan Transparan: Jika PT ATAK Terbukti Cemari Krueng Luas, Proses Hukum!
Warga Samadua Tolak Rekomendasi DPRK Aceh Selatan, Dinilai Berikan Karpet Merah untuk Perusahaan Tambang
Teken Petisi Tolak Tambang, Kini DPRK Merekomendasikan IUP Samadua: Konsistensi Dipertanyakan
Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong
3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi
DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua
Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 03:48 WIB

Cukai Rokok yang Melempem dan Labirin Bisnis Ilegal yang Melanggeng

Rabu, 16 September 2026 - 03:44 WIB

Purbaya Diduga Ngotot Tarik Setoran Ratusan Triliun dari Danantara untuk Tambal APBN

Rabu, 16 September 2026 - 03:41 WIB

Polemik Setoran Rp 120 Triliun, CEO Danantara Akan Temui Menteri Keuangan

Rabu, 16 September 2026 - 03:37 WIB

Bahaya Zona Abu-abu: Menggugat Transparansi Aliran Keuntungan BUMN Pasca-Transisi

Rabu, 16 September 2026 - 03:33 WIB

Polemik Setoran Danantara: Menanti Kejelasan Arah Kebijakan di Era Baru

Rabu, 16 September 2026 - 03:23 WIB

Keberatan Setor Rp 120 T ke Negara, Danantara Bakal Bicarakan Nasib Dividen dengan Menkeu Baru

Rabu, 16 September 2026 - 03:17 WIB

Mengapa Purbaya Diganti? Menguji Kepercayaan di Balik Rotasi Kursi Bendahara Negara

Rabu, 16 September 2026 - 03:13 WIB

KPK Dalami Keterlibatan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam Pusaran Suap HGB Summarecon

Berita Terbaru