slot preparation.lsrs.lu

Nagan Raya Terima Lima Traktor dari Kementan, Dorong Percepatan Tanam Padi dan Ketahanan Pangan

Redaksi

- Redaksi

Sabtu, 5 September 2026 - 21:39 WIB

50247 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suka Makmue – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh, menerima bantuan lima unit mesin traktor roda empat dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia. Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) tersebut diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan produktivitas padi sawah melalui penerapan Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS).

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H. (TRK), kepada kelompok tani di kawasan persawahan Desa Ujong Fatihah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (5/9/2026).

Bupati TRK menyambut baik dukungan dari pemerintah pusat tersebut. Menurutnya, keberadaan traktor roda empat akan sangat membantu petani dalam mempercepat proses pengolahan lahan, sehingga waktu dan tenaga petani dapat lebih efisien serta produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, Kabupaten Nagan Raya mendapatkan lima unit traktor roda empat dari Kementerian Pertanian. Ini sangat membantu sekali. Mudah-mudahan bantuan ini bisa digunakan sebaik-baiknya,” ujar TRK.

Ia berharap tambahan alsintan tersebut dapat menjadi salah satu penggerak untuk mempercepat pelaksanaan program tanam padi secara serentak di Kabupaten Nagan Raya.

Namun demikian, Bupati mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu segera diselesaikan, terutama berkaitan dengan kondisi jaringan irigasi yang saat ini mengalami gangguan.

“Ini sebenarnya untuk Kabupaten Nagan Raya memungkinkan kita untuk melakukan tanam serentak. Namun, persoalan sekarang, irigasi kita terganggu,” katanya.

TRK menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, terganggunya aliran air irigasi diduga berkaitan dengan aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan Rambong.

Menurutnya, terdapat informasi mengenai sejumlah ekskavator yang beroperasi di kawasan tersebut dan diduga menyebabkan jaringan irigasi tertimbun sehingga menghambat aliran air menuju areal persawahan.

“Saya mendapat informasi, ada sejumlah ekskavator yang beroperasi di sana. Sehingga irigasi kita tertimbun dan aliran air irigasi menjadi terhambat,” ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, Bupati Nagan Raya meminta agar aktivitas pertambangan yang berada di sekitar jaringan irigasi dihentikan, sehingga fungsi irigasi dapat kembali berjalan optimal dan kebutuhan air untuk lahan pertanian masyarakat tidak terganggu.

“Kita berharap kegiatan seperti ini supaya segera dihentikan, agar kesejahteraan petani menjadi lebih baik,” tegas TRK.

Ia menegaskan, persoalan irigasi bukan hanya menyangkut kepentingan sektor pertanian, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat Nagan Raya yang sebagian besar menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian, khususnya persawahan.

“Kalau tidak dihentikan, yang terganggu bukan hanya irigasinya, tetapi seluruh masyarakat kita, karena mayoritas masyarakat Nagan ini mata pencahariannya di sawah,” pungkasnya.

Kecamatan Kuala Menuju IP Tiga Kali Setahun

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., menyampaikan bahwa hamparan sawah yang dikelola gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Desa Ujong Fatihah, Kecamatan Kuala, mencapai sekitar 25 hektare.

Menurut Marzuki, Kecamatan Kuala merupakan salah satu wilayah yang menunjukkan perkembangan positif dalam peningkatan indeks pertanaman (IP) padi.

Bahkan, melalui sinergi antara penyuluh pertanian, keujrun blang, pemerintah kecamatan, kelompok tani, serta berbagai pihak terkait, Kecamatan Kuala menjadi wilayah yang indeks pertanamannya mulai mengarah pada tiga kali tanam dalam setahun.

“Melalui upaya dari berbagai pihak, baik penyuluh, keujrun blang, maupun pemerintah kecamatan, Kecamatan Kuala menjadi satu-satunya kecamatan yang IP-nya menuju tiga kali dalam setahun,” ujar Marzuki.

Ia menyebut perkembangan tersebut sebagai capaian positif sekaligus menjadi modal penting dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Nagan Raya.

“Hal ini menjadi prestasi tersendiri dalam upaya mengejar percepatan swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Nagan Raya,” sambungnya.

Marzuki juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI atas dukungan alsintan yang diberikan kepada Pemkab Nagan Raya.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu petani, khususnya dalam proses pengolahan tanah sebelum musim tanam.

“Alhamdulillah, ini sangat membantu petani dalam proses pengolahan tanah. Artinya, kalau sebelumnya petani kekurangan traktor, insyaallah dengan hadirnya bantuan dari pemerintah, masalah tersebut sudah teratasi,” imbuhnya.

Tiga Titik Irigasi Perpompaan Disiapkan

Selain bantuan lima unit traktor roda empat, Pemkab Nagan Raya juga memperoleh dukungan pemerintah pusat berupa alokasi pembangunan irigasi perpompaan di tiga titik di Kecamatan Kuala.

Marzuki menjelaskan, pembangunan irigasi perpompaan tersebut menjadi langkah antisipatif untuk menghadapi kemungkinan terjadinya musim kemarau panjang yang dapat berdampak terhadap ketersediaan air bagi lahan persawahan.

“Apabila terjadi kemarau dan saluran irigasi utama terjadi kekurangan air, adanya pompa bisa digunakan untuk menarik air dan disalurkan ke sawah yang membutuhkan,” jelasnya.

Dengan adanya dukungan tersebut, pemerintah berharap petani tidak terlalu bergantung pada kondisi debit air irigasi utama, terutama ketika memasuki periode musim kemarau.

Marzuki juga memastikan bahwa ketersediaan pupuk bersubsidi untuk Kecamatan Kuala dalam menghadapi musim tanam mendatang berada dalam kondisi mencukupi.

Ia mengatakan, program tanam padi secara serentak direncanakan mulai dilaksanakan pada awal Oktober 2026.

“Untuk masa tanam padi akan dilaksanakan secara serentak dan diperkirakan dimulai pada awal Oktober 2026,” ungkapnya.

Penyerahan bantuan traktor tersebut turut dihadiri Plt. Sekretaris Daerah Nagan Raya, sejumlah anggota DPRK Nagan Raya, para kepala SKPK, penyuluh pertanian, serta kelompok tani dan masyarakat petani.

Kehadiran bantuan alsintan dan dukungan pembangunan irigasi tersebut diharapkan menjadi energi baru bagi petani Nagan Raya untuk meningkatkan produktivitas lahan, mempercepat musim tanam, serta memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

Dengan irigasi yang terjaga, alsintan yang memadai, dan semangat petani yang terus tumbuh, Nagan Raya optimistis dapat melangkah lebih kuat menuju pertanian modern dan swasembada pangan yang berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Pemkab Nagan Raya Luncurkan Aplikasi Simpadu Nara, Permudah Pengajuan Dana Desa untuk 222 Gampong
Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama
Gampong Gunong Geulogo Gelar Rembuk Stunting 2026, Perkuat Komitmen Percepatan Penurunan Stunting
DPMGP4 Nagan Raya Luncurkan Sosialisasi SIMPADU-NARA, Pengajuan Dana Desa Kini Lebih Mudah dan Transparan
Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas
Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien, Persiapan Sambut Kedatangan Presiden Prabowo Capai 85 Persen
Polres Nagan Raya Bersama BNN Temukan dan Musnahkan Ladang Ganja Seluas 20 Hektare di Kawasan Pegunungan
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, SD Negeri Babah Rout Tanamkan Nilai Keteladanan dan Akhlak Mulia kepada Siswa

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:12 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Cek Langsung Kesiapan Polsek Lawe Alas melalui Program Polres Kuat

Rabu, 4 November 2026 - 12:19 WIB

Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute

Rabu, 4 November 2026 - 10:17 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Berita Terbaru