Blangkejeren — Kabupaten Gayo Lues menggelar Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) III KONI Gayo Lues Tahun 2025 di Bale Musara, Pendopo Bupati Gayo Lues, Rabu (6/8/2025). Forum yang mengusung tema “Bersama Melanjutkan Prestasi yang Telah Diraih” ini membulatkan tekad insan olahraga setempat untuk memperkuat, memperluas, dan mempertahankan pencapaian yang telah diraih para atlet dan pelatih.
Musorkab berlangsung dengan suasana penuh dukungan dari seluruh peserta. Chairuddin, ST, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KONI Gayo Lues periode 2025–2029. Keputusan ini mencerminkan kepercayaan penuh terhadap kemampuannya memimpin organisasi olahraga menuju arah yang lebih baik.
Dalam sambutannya, Chairuddin menegaskan komitmennya membangun tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan profesional. Ia berjanji laporan keuangan akan disampaikan secara terbuka kepada publik, dan sinergi dengan legislatif serta eksekutif akan diperkuat demi keberlangsungan pembinaan olahraga. “Fokus kami adalah meningkatkan kompetensi atlet dan pelatih lokal, serta memberi dukungan penuh kepada setiap cabang olahraga dalam menyusun dan menjalankan program pembinaan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Chairuddin juga menempatkan pengembangan wisata olahraga sebagai salah satu prioritas utama. Event seperti arung jeram, sepeda petualangan, dan off-road direncanakan untuk menarik wisatawan sekaligus mempromosikan potensi alam Gayo Lues. “Event-event ini bukan hanya akan membina atlet, tetapi juga menggerakkan perekonomian daerah,” katanya.
Plt Ketua KONI Gayo Lues, Chairuddin, mengingatkan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Ia mencontohkan capaian Gayo Lues yang berhasil masuk 10 besar perolehan medali terbanyak di PORA 2022, serta mengirim atlet untuk bertanding di PON Aceh–Sumut 2024. “Kita patut bersyukur, meskipun di tengah keterbatasan, prestasi ini adalah hasil kerja keras, pembinaan, dan semangat kolaborasi semua pihak,” ujarnya. Namun, ia mengingatkan agar tidak cepat berpuas diri. “Kita akan menghadapi tantangan besar ke depan. Perkembangan olahraga menuntut kita lebih adaptif, profesional, dan inovatif,” tegasnya.
Wakil Ketua Umum III Bidang KONI Aceh, Muhammad Saleh, S.E., M.M., mengingatkan tantangan selanjutnya adalah PON NTT–NTB yang akan datang. “Ada sekitar 15 cabang olahraga penyumbang medali emas untuk Aceh di PON Aceh–Sumut lalu. Tantangannya adalah mempertahankan prestasi tersebut,” ucapnya. Ia juga menyebut pada Oktober mendatang akan digelar PON khusus untuk 10 cabang olahraga beladiri.
Asisten Administrasi Umum Setdakab Gayo Lues, Amrin, ST., M.M., menegaskan bahwa Pemkab akan terus mendukung langkah positif dalam pembinaan dan pengembangan olahraga. “Namun KONI dan seluruh cabang olahraga juga dituntut untuk lebih proaktif, transparan, dan kolaboratif dalam mengelola program dan anggaran,” katanya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, KONI Aceh, insan olahraga, dan masyarakat, kepemimpinan Chairuddin diharapkan mampu memadukan pembinaan prestasi dan pengembangan ekonomi daerah melalui olahraga. Gayo Lues ditargetkan tak hanya berdaya di arena pertandingan, tetapi juga dikenal sebagai tujuan wisata olahraga unggulan di tingkat nasional. (Abdiansyah)
































































