slot preparation.lsrs.lu

MTQ Kota Subulussalam, Ruang Ibadah Kolektif yang Diperkuat Dukungan Negara

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 28 Juli 2025 - 09:15 WIB

50784 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUBULUSSALAM — Kota Subulussalam kembali menghidupkan semangat kebersamaan dalam mengamalkan Al-Qur’an lewat penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-IX yang akan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2025. Kegiatan ini dipusatkan di Kampong Lae Saga, Kecamatan Longkib, dan akan diikuti oleh enam kafilah—lima berasal dari masing-masing kecamatan, serta satu dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah HAFAS.

Pelaksanaan MTQ tahun ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Subulussalam. Melalui Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah (DSIPD), pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 miliar. Dana tersebut dialokasikan secara terstruktur untuk menunjang seluruh aspek kegiatan, mulai dari teknis perlombaan, konsumsi, hingga fasilitas penunjang lainnya.

Kepala DSIPD, Hotma Capah, S.Ag., mengatakan bahwa anggaran tersebut diharapkan mampu mendukung pelaksanaan MTQ yang lebih berkualitas, tertib, dan bermakna. “MTQ bukan sekadar perlombaan seremonial. Ini adalah ruang syiar yang menyatukan nilai agama, budaya, dan komitmen moral kita terhadap kitab suci,” ujar Hotma saat ditemui di Subulussalam, Jumat (25/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Total anggaran Rp1.200.000.000 dibagi dalam tujuh bidang utama kepanitiaan. Alokasi terbesar tercatat pada bidang Musabaqah dan Penghubung Dewan Hakim dengan nilai Rp536.950.000. Dana ini digunakan untuk pengadaan jas dan batik dewan hakim, honorarium, serta hadiah dan uang pembinaan bagi para juara. Di posisi kedua adalah bidang Sekretariat dengan alokasi Rp244.654.741. Dana ini mencakup honor panitia, pengadaan pakaian, serta keperluan administrasi seperti alat tulis dan bahan kegiatan.

Bidang Akomodasi, Konsumsi, dan Pemondokan mengelola anggaran Rp215.000.000, termasuk konsumsi harian dan pemondokan peserta, hakim, dan tamu undangan. Pelaksanaannya dilakukan secara swakelola dengan pelaku usaha lokal. Dukungan infrastruktur fisik difokuskan melalui bidang Tempat, Dekorasi, Sound, dan Penerangan dengan alokasi Rp161.460.000. Hingga 24 Juli 2025, realisasi kegiatan ini telah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung sebelum hari pembukaan.

Sementara itu, bidang lain seperti Acara, Protokol, dan Kesenian (Rp14.800.000), Kebersihan dan Kesehatan (Rp11.200.000), serta Keamanan dan Ketertiban (Rp16.000.000) turut menopang jalannya kegiatan selama empat hari. Seluruh pengeluaran dikenai pajak sesuai ketentuan yang berlaku dan akan dilaporkan ke instansi perpajakan.

MTQ tahun ini diharapkan tak hanya melahirkan qari dan qariah unggulan, tetapi juga memperkuat tradisi membaca dan memahami Al-Qur’an di tingkat akar rumput. Kecamatan Longkib, sebagai tuan rumah, menjadi lokasi penting karena statusnya sebagai wilayah paling selatan di Subulussalam yang selama ini kerap tertinggal dalam akses program-program keagamaan.

Hotma Capah menambahkan, penetapan panitia telah dituangkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Subulussalam. Dengan dukungan anggaran yang memadai serta koordinasi lintas sektor, pemerintah ingin memastikan MTQ kali ini berjalan dengan tertib, transparan, dan memberi dampak nyata.

“Semangat MTQ adalah semangat umat untuk membumikan Al-Qur’an, menjadikannya panduan hidup, bukan sekadar hafalan di podium. Dan itu harus dimulai dari ruang-ruang kecil seperti ini,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, MTQ di berbagai daerah mulai mendapat perhatian lebih serius. Bukan hanya karena aspek keagamaannya, tetapi juga karena perannya dalam membangun karakter kolektif masyarakat. Di Subulussalam, MTQ bukan sekadar tradisi tahunan. Ia menjadi ruang dialog antara iman, budaya lokal, dan negara—di mana warga, pemuka agama, serta pemerintah duduk dalam satu barisan. Di situlah Al-Qur’an tak lagi berdiri sebagai kitab suci yang diperlombakan, tetapi juga sebagai nilai hidup yang dijalankan. (*)

Berita Terkait

Quick Respon Brimob Aceh Amankan Arus Lalu Lintas Akibat Banjir Luapan Sungai Tambarlihe di Jalan Nasional Subulussalam-Banda Aceh
Sambut HUT Brimob ke-81, Brimob Aceh Bagikan Paket Sembako untuk Warga Sekitar Mako Kompi
Tingkatkan Sinergitas dan Kemanusiaan, Brimob Aceh Gelar Donor Darah Peringati HUT Brimob ke-81 Di Rumah Sakit H. Merah Sakti Kota Subulussalam
Wakapolres Subulussalam Hadiri Pelantikan Kepala Kampong di Pendopo Wali Kota
Dua Pelatih Subulussalam Kawal Keshia Solin Menuju Panggung Nasional
20 Armada Rental Mobil Syahbudin Padang Layani Siswa Sekolah Rakyat, 19 Sopir Dapat Apresiasi
517 Hektare Kebun Lae Saga Group Jadi Sorotan: Siapa di Balik Peralihan Lahan? Pemko Subulussalam Ditantang Buka-bukaan!
Kombatan GAM: Jangan Ganggu Hak Warga Transmigrasi Lae Saga, Tegakkan Keadilan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru