Menkeu Purbaya Ingatkan Ketidakpastian Global Bayangi Ekonomi RI, Pemerintah Gaspol Belanja Prioritas

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 23 September 2025 - 14:36 WIB

50374 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan bahwa perekonomian nasional masih dibayangi oleh ketidakpastian global yang belum mereda. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers APBN KITA edisi September 2025 yang berlangsung pada Senin (22/9/2025). Menkeu menyoroti sejumlah faktor eksternal yang perlu diwaspadai, terutama konflik geopolitik dan fluktuasi harga energi global.

Menurut Purbaya, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok sebagai dua kekuatan ekonomi dunia membawa dampak nyata terhadap rantai pasok global. Imbasnya bisa menjalar ke negara berkembang, termasuk Indonesia. “Risiko global harus tetap diwaspadai karena dapat mengganggu laju pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tegasnya di hadapan awak media.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah mengaku telah menyiapkan serangkaian kebijakan sebagai tameng untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional. Fokus utama diarahkan pada pembiayaan sektor-sektor prioritas dan pemantapan program perlindungan sosial yang menyasar kelompok masyarakat rentan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data Kementerian Keuangan mencatat, hingga Agustus 2025, total belanja negara telah mencapai Rp1.160,3 triliun. Angka itu berasal dari gabungan realisasi belanja kementerian dan lembaga serta pos belanja non-kementerian. Pemerintah juga menegaskan bahwa belanja tersebut akan terus dipacu untuk menjaga momentum pertumbuhan, mendorong daya beli, dan memperluas efek berganda di sektor riil.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyoroti bahwa pos anggaran pendidikan mendapat porsi besar dengan realisasi mencapai Rp357,1 triliun atau sebesar 49,3 persen dari total alokasi. Anggaran ini digunakan untuk berbagai program strategis seperti pemberian beasiswa, bantuan operasional sekolah (BOS), dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik di berbagai daerah.

Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi prioritas fundamental. Hingga Agustus 2025, realisasi belanja untuk kesehatan mencapai Rp119,6 triliun atau sekitar 54,7 persen dari PDB. Dana tersebut diarahkan untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, revitalisasi fasilitas kesehatan, hingga percepatan akses layanan di pelosok.

Pemerintah juga terus menggenjot program-program prioritas unggulan seperti Sekolah Rakyat, program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan cek kesehatan gratis. Saat ini, sebanyak 100 Sekolah Rakyat telah beroperasi dengan melayani hampir 10 ribu siswa. Anggaran yang telah direalisasikan untuk program ini tercatat sebesar Rp788,7 miliar.

Di sisi lain, MBG yang digagas sebagai upaya untuk menekan angka stunting dan menjaga asupan gizi keluarga prasejahtera, telah menjangkau lebih dari 22 juta penerima manfaat hingga September. Pemerintah menargetkan cakupan penerima mencapai 82 juta orang, dengan dukungan lebih dari seribu dapur umum yang tersebar di berbagai wilayah.

Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, pemerintah juga menyalurkan subsidi energi dan pangan dengan alokasi mencapai Rp218 triliun. Subsidi tersebut mencakup BBM, LPG, pupuk, serta sejumlah komoditas pangan strategis yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

Tak hanya itu, sektor infrastruktur nasional juga tidak luput dari perhatian. Pemerintah telah menggelontorkan dana Rp142,1 triliun untuk pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, hingga perumahan rakyat guna memperkuat konektivitas antardaerah dan mendorong pemerataan pembangunan.

Wamenkeu Suahasil menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah guna mempercepat realisasi belanja. Ia berharap akselerasi belanja negara akan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat dan menjaga tafsir optimisme di tengah ketidakpastian global. “Pemerintah menargetkan APBN terus menjadi instrumen penting bagi kesejahteraan rakyat,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Pesan Berantai Daftar Nama Kasus MBG Viral, Kejagung Belum Mengonfirmasi Isi Tuduhan
Kejagung Didesak Terbuka di Kasus MBG, Jangan Berhenti pada Tiga Nama
Eks Wakil Kepala BGN Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Dalami Jejak 26 Nama di Perkara MBG
Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”
Senny Marbun Terpilih sebagai Presiden APSF 2026–2030, Siap Perkuat Kemajuan Olahraga Disabilitas Asia Tenggara
Layanan Pertanahan Jadi Lebih Dekat dengan Sentuh Tanahku dan PELATARAN, Ubah Persepsi Masyarakat Soal BPN
Kejaksaan Agung Ungkap Modus Mark Up Pengadaan Motor Listrik dalam Kasus Korupsi Program MBG
Empat Anggota Bais TNI Dituntut 2,5 Tahun Penjara dalam Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 17:22 WIB

Eks Wakil Kepala BGN Siap Bongkar Pihak Besar dalam Dugaan Korupsi MBG, Pengajuan Justice Collaborator Didorong Berbagai Pihak

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:51 WIB

Stop Framing dan Mengaitkan Yasonna Laoly dengan Kasus Hukum yang Menjerat Silmy Karim

Sabtu, 6 Juni 2026 - 04:17 WIB

DPN PERMAHI Dukung Langkah Presiden Prabowo Benahi BGN, Korupsi Program MBG Harus Diusut Hingga ke Akar

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:32 WIB

Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto, Bukti Nyata Komitmen Bersihkan Institusi dari Praktik Korupsi

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:39 WIB

*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:05 WIB

Sebanyak 1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima RK dan PMP Khusus Waisak Tahun 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:21 WIB

*Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni 2026, BRN: Jawaban atas Kerinduan Masyarakat*

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:32 WIB

Simak Cara Jual Beli Tanah yang Aman agar Terhindar Masalah di Masa Mendatang

Berita Terbaru