slot preparation.lsrs.lu

Masyarakat Adat Pining Tolak Relokasi Pengungsi Rohingya Ke Pining

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 14 Desember 2023 - 00:45 WIB

50764 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

GAYO LUES | Kecamatan Pining  bagian dari Gayo Lues diwacanakan untuk menjadi tempat pengungsi Rohingya, Pining  yang dikenal dengan karakteristik adat istiadat Gayo dan kental dengan tradisi yang masih dipegang teguh oleh masyarakatnya sangat keberatan dan menolak kedatangan pengungsi rohinga ke Pining, lebih rinci dijelaskan oleh Usman ketua pengurus harian harimau Pining . “Saya sangat kecewa dengan kelancangan pj bupati memberi sinyal untuk menerima pengungsi yang telah di tolak oleh seluruh warga aceh, apakah tidak tau sudah banyak kasus di daerah yang telah menampung kedatangan mereka, seperti pemerkosaan dan kami tidak mau terjadi hal seperti ini di Tanoh tembuni datu Pining “, ujarnya.

Tokoh pergerakan pemuda Pining  yang dikenal dengan pangilan Amir Pining  ikut menyatakan keberatan dengan alasan “kami di Pining  hidup dengan keterbatasan akses lahan pertanian dan mengarap kawasan hutan yang ada secara tradisional jika pj bupati gayo lues memberikan Lahan kepada penggunsi dengan beragam fasilitas dari IOM secara tidak langsung telah menjual tanah Pining  kepada IOM atau jangan jangan Pj Bupati ada permainan dengan pihak yang mengurus pengunsi yang bukan warga Indonesia ini, sebutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika Pj Bupati Gayo Lues tetap bersikeras meletakan penggunsi rohingya ke Pining, Kami akan memaksa Pj Bupati Gayo Lues untuk membawa pengunsi Rohinga ke Takengon secara lantang disampaikan oleh Usman.

(TIM MEDIA)

 

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru