slot preparation.lsrs.lu

Lima Narapidana di Lapas Calang Positif Sabu, Pemasok Diringkus di Banda Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 9 Juni 2025 - 05:05 WIB

50761 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calang – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Jaya kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Melalui kerja keras Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba), Polres Aceh Jaya berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Calang yang melibatkan lima narapidana aktif.

Pengungkapan kasus ini bermula dari hasil razia rutin yang dilakukan oleh petugas Lapas Kelas III Calang pada Selasa, 27 Mei 2025. Dalam razia tersebut ditemukan sejumlah barang bukti narkotika jenis sabu di dalam lingkungan lapas. Temuan ini kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian, yang segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan penyelidikan intensif di bawah kendali Kasat Resnarkoba Polres Aceh Jaya, AKP Darli, S.H.

Hasil pemeriksaan awal menetapkan lima orang narapidana sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika tersebut. Mereka masing-masing berstatus tahanan untuk kasus yang berbeda-beda, namun seluruhnya diketahui turut terlibat dalam peredaran maupun penggunaan narkotika di dalam penjara. Identitas kelima narapidana telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian, dan dari hasil tes urine, kelima orang tersebut terbukti positif mengandung zat methamphetamine.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak kepolisian juga berhasil mengidentifikasi asal usul sabu yang ditemukan. Berdasarkan pengakuan salah satu narapidana bernama ZM, sabu tersebut diperolehnya dari seorang rekan di luar penjara yang berinisial RM. Dari informasi tersebut, Satresnarkoba Polres Aceh Jaya melakukan pengembangan dan pengejaran hingga ke wilayah Kota Banda Aceh. Setelah melakukan penyelidikan tertutup, tim berhasil menangkap RM pada Kamis, 29 Mei 2025, sekitar pukul 12.30 WIB, di kawasan Desa Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.

Saat ditangkap, RM tidak melakukan perlawanan. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti yang menguatkan keterlibatan RM dalam jaringan peredaran narkotika. Barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya adalah tiga plastik kecil berisi sabu dengan berat bruto 1,64 gram, satu unit timbangan digital yang biasa digunakan untuk menakar sabu, dan satu unit telepon genggam android yang diduga dipakai untuk mengatur komunikasi dan transaksi.

Kasus ini kemudian dilanjutkan ke proses penyidikan mendalam di Polres Aceh Jaya. Para tersangka, baik yang berada di dalam lapas maupun di luar, disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 112 ayat (1) serta Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Undang-undang ini menetapkan ancaman pidana berat bagi pelaku, yakni penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun, serta denda yang dapat mencapai Rp10 miliar untuk pengedar dan pemilik narkotika. Sementara itu, untuk pengguna, ancaman hukumannya mencapai empat tahun penjara.

Kapolres Aceh Jaya AKBP Zulfa Renaldo, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Resnarkoba AKP Darli, mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara aparat Lapas dan kepolisian dalam mengungkap kasus ini. Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Aceh Jaya agar tidak terlibat dalam peredaran maupun penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkoba memerlukan dukungan aktif dari semua elemen masyarakat.

“Kami berharap masyarakat Kabupaten Aceh Jaya terbebas dari narkotika. Mari kita bersatu dan bergerak bersama melawan narkoba demi menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman narkotika,” tegas AKP Darli.

Berita Terkait

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo
Debat Panas Warnai Sidang Kasus Ijazah, Tim Hukum Terdakwa Bersitegang dengan Jaksa
Refly Harun Cecar Jokowi Soal Nama Mulyono di Sidang Kasus Ijazah Roy Suryo
Skandal Penyadapan Ilegal Seret Mantan Kapolri, Istana Sebut Indikasi Makar
Debat Panas Warnai Kesaksian Presiden Ketujuh di Sidang Dugaan Ijazah Palsu Roy Suryo, Refly Harun Protes Jaksa
Mabes Polri Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Ilegal Presiden
Nasir Nurdin Angkat Bicara soal Tuduhan Suap, Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum
Wan Malaya Kecam Penembakan di Pidie: Perdamaian Aceh Jangan Dicederai Dengan Kekerasan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 02:37 WIB

dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Jumat, 6 November 2026 - 02:33 WIB

Jokowi Tegaskan Tak Pernah Rekonstruksi Wajah Sejak 1985 di Sidang Kasus Fitnah Ijazah

Jumat, 6 November 2026 - 02:30 WIB

Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib

Jumat, 6 November 2026 - 02:27 WIB

Mahfud MD Desak Polri Pecat Tidak Hormat Listyo Sigit, Sebut Ada Lambang Bangkai di Mabes Jika Tak Dipecat

Jumat, 6 November 2026 - 02:24 WIB

Bareskrim Ungkap Peran Kunci Irjen Slamet Uliandi Beri Restu Penyadapan dan Hapus File Sadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 02:21 WIB

Tiga Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Ditahan di Mako Brimob, Satu Tersangka Sakit Pascastroke

Jumat, 6 November 2026 - 02:08 WIB

Debat Panas Warnai Sidang Kasus Ijazah, Tim Hukum Terdakwa Bersitegang dengan Jaksa

Jumat, 6 November 2026 - 02:04 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal di Lingkaran Istana: Pengkhianatan Jabatan yang Ancam Stabilitas Negara

Berita Terbaru

GAYO LUES

Sanitasi, Rehab MCK TMMD ke-130 Hampir Rampung

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:55 WIB