Lima Narapidana di Lapas Calang Positif Sabu, Pemasok Diringkus di Banda Aceh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 9 Juni 2025 - 05:05 WIB

50632 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calang – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Jaya kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Melalui kerja keras Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba), Polres Aceh Jaya berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Calang yang melibatkan lima narapidana aktif.

Pengungkapan kasus ini bermula dari hasil razia rutin yang dilakukan oleh petugas Lapas Kelas III Calang pada Selasa, 27 Mei 2025. Dalam razia tersebut ditemukan sejumlah barang bukti narkotika jenis sabu di dalam lingkungan lapas. Temuan ini kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian, yang segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan penyelidikan intensif di bawah kendali Kasat Resnarkoba Polres Aceh Jaya, AKP Darli, S.H.

Hasil pemeriksaan awal menetapkan lima orang narapidana sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika tersebut. Mereka masing-masing berstatus tahanan untuk kasus yang berbeda-beda, namun seluruhnya diketahui turut terlibat dalam peredaran maupun penggunaan narkotika di dalam penjara. Identitas kelima narapidana telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian, dan dari hasil tes urine, kelima orang tersebut terbukti positif mengandung zat methamphetamine.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak kepolisian juga berhasil mengidentifikasi asal usul sabu yang ditemukan. Berdasarkan pengakuan salah satu narapidana bernama ZM, sabu tersebut diperolehnya dari seorang rekan di luar penjara yang berinisial RM. Dari informasi tersebut, Satresnarkoba Polres Aceh Jaya melakukan pengembangan dan pengejaran hingga ke wilayah Kota Banda Aceh. Setelah melakukan penyelidikan tertutup, tim berhasil menangkap RM pada Kamis, 29 Mei 2025, sekitar pukul 12.30 WIB, di kawasan Desa Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.

Saat ditangkap, RM tidak melakukan perlawanan. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti yang menguatkan keterlibatan RM dalam jaringan peredaran narkotika. Barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya adalah tiga plastik kecil berisi sabu dengan berat bruto 1,64 gram, satu unit timbangan digital yang biasa digunakan untuk menakar sabu, dan satu unit telepon genggam android yang diduga dipakai untuk mengatur komunikasi dan transaksi.

Kasus ini kemudian dilanjutkan ke proses penyidikan mendalam di Polres Aceh Jaya. Para tersangka, baik yang berada di dalam lapas maupun di luar, disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 112 ayat (1) serta Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Undang-undang ini menetapkan ancaman pidana berat bagi pelaku, yakni penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun, serta denda yang dapat mencapai Rp10 miliar untuk pengedar dan pemilik narkotika. Sementara itu, untuk pengguna, ancaman hukumannya mencapai empat tahun penjara.

Kapolres Aceh Jaya AKBP Zulfa Renaldo, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Resnarkoba AKP Darli, mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara aparat Lapas dan kepolisian dalam mengungkap kasus ini. Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Aceh Jaya agar tidak terlibat dalam peredaran maupun penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkoba memerlukan dukungan aktif dari semua elemen masyarakat.

“Kami berharap masyarakat Kabupaten Aceh Jaya terbebas dari narkotika. Mari kita bersatu dan bergerak bersama melawan narkoba demi menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman narkotika,” tegas AKP Darli.

Berita Terkait

YLBH AKA Nagan Raya Minta Penegak Hukum Proses Oknum Dewan Terlibat Dugaan Pengeroyokan
Wakil Gubernur Babel Hellyana Divonis Empat Bulan Penjara dalam Kasus Penipuan Tagihan Hotel
BKPSDM Gayo Lues Klarifikasi Surat yang Beredar Palsu, Abdul Wahab: Ada Oknum Sengaja Membuat Kisruh
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren
Polres Bener Meriah Sita 50,5 Gram Sabu Dari Seorang Petani Asal Aceh Tengah
Diduga Tak Berizin, Dua Perusahaan Getah Pinus di Gayo Lues Tetap Beroperasi
Polres Nagan Raya Kembali Keluarkan DPO, Pelaku Kasus Pencurian dan Penganiayaan Diburu

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:07 WIB

PEMA UNADA MENGGELAR KEGIATAN FGD

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:22 WIB

Kak Iin Tegaskan Tak Pernah Rilis soal Bank Aceh, Dukung Kepemimpinan Fadhil Ilyas dan Kinerja Semakin Positif

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:50 WIB

SMK-PP Negeri Saree Juara I LKS Aceh 2026, Siap Wakili Aceh ke Tingkat Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:44 WIB

Jalin Sinergi Lintas Instansi, Bea Cukai Aceh Gagalkan Upaya Penyelundupan 527 Gram Emas ke Malaysia

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:16 WIB

Mualem Cabut Pergub JKA, Bukti Pemimpin Aceh Dengarkan Suara Rakyat

Senin, 18 Mei 2026 - 12:37 WIB

Sadari Pentingnya Data, Kanwil DJBC Aceh Luncurkan E-Book dan Infografis Komoditas Ekspor Impor Aceh

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:50 WIB

Suryadi Djamil: Mualem Jangan Biarkan Polisi Terbentur dengan Mahasiswa dan Masyarakat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:07 WIB

Pelantikan ORMAWA Fakultas Ushuluddin dan Filsafat 2026/2027 Resmi Digelar

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Brigjen TNI Mahesa Tinjau Proyek TMMD Ke-128 di Desa Gunung Cut

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:07 WIB

ACEH BARAT DAYA

Sembako Murah Jadi Daya Tarik Penutupan TMMD Ke-128 Kodim Abdya

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:35 WIB