HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Dana Pemeliharaan Anggaran Bos 2025 SMP N 1 Putri Betung  Dipertanyakan 

J.PORANG

- Redaksi

Rabu, 8 April 2026 - 18:12 WIB

50454 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pihak berkewenangan diharapkan tidak lalai terhadap pasilitas anak didik.

ACEH. BARANEWS. CO, Rabu 8 April 2026 — Kondisi plafon ruang kelas yang rusak di SMP Negeri 1 Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, menjadi perhatian publik di tengah alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang mencapai Rp123,5 juta sepanjang tahun anggaran 2025.

Data dari Komisi Pemberantasan Korupsi melalui platform Jaringan Pencegahan Korupsi mencatat, sekolah dengan 95 siswa itu menerima dana BOS masing-masing Rp61,75 juta pada tahap pertama dan tahap kedua. Besaran tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menetapkan alokasi BOS reguler tingkat SMP sekitar Rp1,3 juta per siswa per tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penggunaan dana BOS mengacu pada Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOSP Tahun 2025 dalam Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2025, yang memungkinkan anggaran dimanfaatkan untuk operasional sekolah, termasuk pemeliharaan sarana dan prasarana.

Dalam rincian anggaran, SMPN 1 Putri Betung mengalokasikan Rp36.055.000 untuk pemeliharaan sarana dan prasarana, dengan pembagian Rp10.047.000 pada tahap pertama dan Rp26.008.000 pada tahap kedua. Selain itu, dana juga digunakan untuk pembayaran honor sebesar Rp28.460.000, pengembangan perpustakaan Rp20.006.000, administrasi kegiatan sekolah Rp20.188.600, asesmen pembelajaran Rp8.044.400, serta kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp4.700.000.

Namun, kondisi fisik sekolah dinilai tidak mencerminkan adanya perawatan optimal. Sejumlah plafon ruang kelas tampak koyak, berlubang, dan menjuntai, sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa dan guru saat proses belajar mengajar berlangsung.

Kepala SMP Negeri 1 Putri Betung, Ardiansah, menyatakan dirinya baru menjabat pada akhir 2025 sehingga tidak mengetahui secara rinci penggunaan dana BOS pada tahun anggaran tersebut. Ia menyarankan agar konfirmasi terkait realisasi anggaran ditujukan kepada kepala sekolah sebelumnya.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi baik dari pihak kepala sekolah yang menjabat saat ini maupun mantan kepala sekolah terkait penggunaan anggaran pemeliharaan tersebut.

Warga setempat mendesak Aparat Pengawasan Intern Pemerintah untuk melakukan audit guna memastikan transparansi pengelolaan dana pendidikan. Mereka menilai perbaikan sarana sekolah mendesak dilakukan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan proses belajar.

Seorang warga Kecamatan Putri Betung, Darwin, mengaku prihatin melihat kondisi tersebut. Ia mengatakan selama ini masyarakat tidak mengetahui besaran dana BOS yang diterima sekolah. Menurut dia, kondisi plafon yang rusak berpotensi membahayakan siswa jika tidak segera diperbaiki.

“Selama ini kami kira tidak ada anggaran khusus. Ternyata ada, tapi kondisi sekolah masih seperti ini. Kami khawatir plafon yang rusak bisa jatuh menimpa siswa,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah perbaikan agar kualitas fasilitas pendidikan meningkat serta kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri tetap terjaga.

(J.porang)

Berita Terkait

Jalan Nasional di Gayo Lues Kembali Diterjang Banjir, BPJN Dinilai Tutup Mata
Keluarga Temukan Bekas Luka Tembak, Kematian Bharada Valdo di Markas Polairud Memicu Tuntutan Investigasi
Darah di Markas Polairud: Tragedi Kematian Bharada Valdo yang Menyisakan Tanda Tanya Besar
Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih Ditolak DPR, Dinilai Bebani Abdi Negara
57.000 Orang Utan Kehilangan Habitat Akibat Karhutla, Kematian Massal Tak Tercatat
Karhutla Indonesia Seluas 900.000 Hektare Disorot Media Asing, Setara Empat Kali Luas Tokyo
Mobil Minibus Hangus Terbakar di Gayo Lues, Petugas Damkar Berjibaku Padamkan Api dan Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Ketua Fast Respon Counter Polri DPW Aceh : Mari Kawal Program Kapolri Baru, Komitmen Pengawasan Dan Sinergi Tak Boleh Kendur

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Kabut Asap Tebal Selimuti Aceh, Warga Diminta Waspada dan Jaga Kesehatan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Asap Karhutla Selimuti 13 Kabupaten Kota di Aceh, Jarak Pandang 2 Kilometer dan Negara Gagal Cegah Bencana Rutin

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Gubernur Aceh Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda, Dorong Perkuatan Koordinasi Pemerintahan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Ketua Umum HMI Komisariat se-Kawasan Cabang Banda Aceh: Mendesak MPK PB HMI Menguji Keabsahan Penetapan Pj Ketua Umum HMI Cabang Banda Aceh dan Mengusut Dugaan Politisasi Organisasi Menjelang Kongres

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Eks GAM Denmark, Eropa Soroti Lambannya Penyerapan TKD, Minta Pengawasan Diperketat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:14 WIB

DTPHP Nagan Raya Raih Penghargaan Peringkat I pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Tahun 2027 Se Provinsi Aceh

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:57 WIB

DTPHP Nagan Raya Terima Piagam Penghargaan pada Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan 2027

Berita Terbaru