Dana Pemeliharaan Anggaran Bos 2025 SMP N 1 Putri Betung  Dipertanyakan 

J.PORANG

- Redaksi

Rabu, 8 April 2026 - 18:12 WIB

50395 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pihak berkewenangan diharapkan tidak lalai terhadap pasilitas anak didik.

ACEH. BARANEWS. CO, Rabu 8 April 2026 — Kondisi plafon ruang kelas yang rusak di SMP Negeri 1 Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, menjadi perhatian publik di tengah alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang mencapai Rp123,5 juta sepanjang tahun anggaran 2025.

Data dari Komisi Pemberantasan Korupsi melalui platform Jaringan Pencegahan Korupsi mencatat, sekolah dengan 95 siswa itu menerima dana BOS masing-masing Rp61,75 juta pada tahap pertama dan tahap kedua. Besaran tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menetapkan alokasi BOS reguler tingkat SMP sekitar Rp1,3 juta per siswa per tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penggunaan dana BOS mengacu pada Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOSP Tahun 2025 dalam Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2025, yang memungkinkan anggaran dimanfaatkan untuk operasional sekolah, termasuk pemeliharaan sarana dan prasarana.

Dalam rincian anggaran, SMPN 1 Putri Betung mengalokasikan Rp36.055.000 untuk pemeliharaan sarana dan prasarana, dengan pembagian Rp10.047.000 pada tahap pertama dan Rp26.008.000 pada tahap kedua. Selain itu, dana juga digunakan untuk pembayaran honor sebesar Rp28.460.000, pengembangan perpustakaan Rp20.006.000, administrasi kegiatan sekolah Rp20.188.600, asesmen pembelajaran Rp8.044.400, serta kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp4.700.000.

Namun, kondisi fisik sekolah dinilai tidak mencerminkan adanya perawatan optimal. Sejumlah plafon ruang kelas tampak koyak, berlubang, dan menjuntai, sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa dan guru saat proses belajar mengajar berlangsung.

Kepala SMP Negeri 1 Putri Betung, Ardiansah, menyatakan dirinya baru menjabat pada akhir 2025 sehingga tidak mengetahui secara rinci penggunaan dana BOS pada tahun anggaran tersebut. Ia menyarankan agar konfirmasi terkait realisasi anggaran ditujukan kepada kepala sekolah sebelumnya.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi baik dari pihak kepala sekolah yang menjabat saat ini maupun mantan kepala sekolah terkait penggunaan anggaran pemeliharaan tersebut.

Warga setempat mendesak Aparat Pengawasan Intern Pemerintah untuk melakukan audit guna memastikan transparansi pengelolaan dana pendidikan. Mereka menilai perbaikan sarana sekolah mendesak dilakukan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan proses belajar.

Seorang warga Kecamatan Putri Betung, Darwin, mengaku prihatin melihat kondisi tersebut. Ia mengatakan selama ini masyarakat tidak mengetahui besaran dana BOS yang diterima sekolah. Menurut dia, kondisi plafon yang rusak berpotensi membahayakan siswa jika tidak segera diperbaiki.

“Selama ini kami kira tidak ada anggaran khusus. Ternyata ada, tapi kondisi sekolah masih seperti ini. Kami khawatir plafon yang rusak bisa jatuh menimpa siswa,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah perbaikan agar kualitas fasilitas pendidikan meningkat serta kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri tetap terjaga.

(J.porang)

Berita Terkait

72 Paskibraka Nagan Raya Dikukuhkan, TRK: Kibarkan Merah Putih dengan Semangat dan Penghayatan
Sebut Wartawan “Otak Kamu Ada Nggak” Saat Wawancara, Benny K Harman Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataan Kontroversial
Upaya Pencarian Barang Pribadi Almarhum Sutrimo, Kuasa Hukum Sambangi Kediaman Mantan Jampidsus
Misteri Ponsel Hilang di Balik Kematian Sutrimo, Polisi Perdalam Penyidikan
Keluarga Sutrimo Datangi Rumah Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Soroti Kejanggalan Kematian
Jusuf Kalla Tegaskan Pengibaran Bendera Bulan Bintang di Aceh Bukan Bentuk Penolakan ke Pemerintah Pusat
Jusuf Kalla Tanggapi Kerusuhan Hari Damai Aceh dan Serukan Penyelesaian Damai
Tokoh GAM Pidie Serukan Jajaran Exs Kombatan dan Masyarakat Jaga Perdamaian dan Tolak Provokasi

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:50 WIB

Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:35 WIB

Status Bendera Bintang Bulan Masih Menjadi Polemik di Aceh

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Teriakan “Merdeka” Warnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:54 WIB

Hari Damai Aceh Berubah Jadi Chaos, Massa Kejar Aparat hingga Bakar Motor TNI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:49 WIB

Aksi Kericuhan Hari Damai Aceh Rusak Sejumlah Kendaraan, Warga Minta Pemerintah Beri Perhatian

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:43 WIB

Massa Tunjukkan Foto Korban Luka Saat Kerusuhan Peringatan Damai Aceh

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:37 WIB

Kericuhan Hari Damai Aceh: Tanda Kekecewaan atau Aksi yang Ditunggangi?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Kericuhan 21 Tahun Perdamaian Aceh Meluas ke Pendopo Gubernur, Simbol Negara Dicopot Massa

Berita Terbaru