slot preparation.lsrs.lu

TKA dan Tantangan Transformasi Pendidikan Aceh

denny

- Redaksi

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:52 WIB

50436 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Jalaluddin, M.Pd

Dr. Jalaluddin, M.Pd

OPINI – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) nasional kembali menghadirkan kabar yang kurang menggembirakan bagi dunia pendidikan Aceh. Berdasarkan data terbaru, Aceh berada di peringkat 31 dari 38 provinsi di Indonesia dalam capaian nilai TKA. Posisi ini tentu bukan sekadar angka statistik, tetapi menjadi cermin nyata kondisi kualitas pendidikan di daerah yang selama ini mengklaim pendidikan sebagai prioritas pembangunan.

Jika ditelusuri lebih jauh, capaian nilai pada beberapa mata pelajaran utama juga menunjukkan fakta yang memprihatinkan. Rata-rata nilai Matematika berada di kisaran 34, Bahasa Indonesia sekitar 50, dan Bahasa Inggris bahkan masih di bawah 25. Angka-angka ini menggambarkan bahwa kemampuan akademik siswa Aceh, terutama dalam bidang literasi dan numerasi, masih menghadapi tantangan serius.

Ironisnya, kondisi tersebut terjadi di tengah besarnya anggaran pendidikan yang selama ini dialokasikan pemerintah daerah. Aceh termasuk daerah yang memiliki komitmen anggaran pendidikan cukup besar. Berbagai program peningkatan mutu guru juga kerap digelar, mulai dari pelatihan, workshop, hingga seminar pendidikan. Namun jika indikator akademik nasional masih menunjukkan capaian yang rendah, maka pertanyaan mendasar yang perlu diajukan adalah: di mana letak persoalan sebenarnya?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sudah saatnya kita berhenti merasa puas dengan berbagai program yang bersifat seremonial. Pendidikan tidak cukup hanya diukur dari banyaknya kegiatan pelatihan atau jumlah pembangunan fisik sekolah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kualitas proses pembelajaran yang berlangsung setiap hari di ruang kelas.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa proses pembelajaran di banyak sekolah masih berjalan secara konvensional. Metode mengajar yang terlalu berorientasi pada hafalan membuat siswa kurang terlatih untuk berpikir kritis, menganalisis masalah, dan memecahkan persoalan secara logis. Padahal kemampuan tersebut merupakan kompetensi utama yang diukur dalam berbagai evaluasi akademik modern, termasuk TKA.

Di sisi lain, budaya literasi dan numerasi juga belum tumbuh secara kuat. Minat membaca di kalangan siswa masih relatif rendah, sementara kemampuan memahami teks secara mendalam juga belum berkembang secara optimal. Jika fondasi literasi ini lemah, maka tidak mengherankan jika capaian akademik siswa juga tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Kondisi ini seharusnya menjadi alarm serius bagi semua pemangku kepentingan pendidikan di Aceh. Pemerintah daerah, dinas pendidikan, sekolah, hingga perguruan tinggi perlu melakukan evaluasi secara jujur dan menyeluruh terhadap sistem pendidikan yang selama ini berjalan.

Kita tidak boleh menutup mata terhadap fakta bahwa persoalan pendidikan sering kali terjebak pada pendekatan administratif dan program rutin, sementara kualitas pembelajaran yang sesungguhnya belum menjadi perhatian utama. Tanpa pembenahan yang menyentuh substansi proses belajar, berbagai program peningkatan mutu pendidikan hanya akan menjadi agenda tahunan tanpa dampak yang berarti.

Aceh memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang melahirkan banyak ulama dan cendekiawan besar. Tradisi keilmuan tersebut seharusnya menjadi inspirasi untuk membangun kembali kualitas pendidikan yang lebih kuat dan kompetitif.

Karena itu, rendahnya capaian nilai TKA harus dijadikan momentum untuk melakukan pembenahan yang lebih serius dan berani. Pendidikan Aceh membutuhkan kebijakan yang tidak hanya populis secara politik, tetapi benar-benar berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Jika tidak, maka kita akan terus mengulang cerita yang sama setiap kali hasil evaluasi pendidikan nasional diumumkan: harapan masyarakat yang tinggi terhadap pendidikan Aceh kembali berhadapan dengan kenyataan yang belum menggembirakan.

Dan jika kondisi ini terus dibiarkan, maka yang paling dirugikan bukan sekadar citra pendidikan daerah, melainkan masa depan generasi Aceh itu sendiri.

 

Oleh: Dr. Jalaluddin, M.Pd

Wakil Rektor Universitas Serambi Mekkah

Alumni Program Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Medan

Berita Terkait

Ketika Google Menjadi Pilihan Pertama, Di Mana Posisi Perpustakaan?
DPC dan 10 PAC PPP Nagan Raya Nyatakan Sikap, Serukan Persatuan dan Kekompakan Kader
Festival Santri Dayah MUQ Nagan Raya Jadi Ajang Unjuk Bakat, Siswa MIN 3 Raih Tiga Penghargaan
Bank Aceh Syariah Cabang Jeuram Hadiri Peringatan Maulid Nabi dan Festival Prestasi Santri II Tahun 2026 di Dayah MUQ Suka Makmue
Wagub Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera
LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!
Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama
Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:14 WIB

Kasatpol PP dan WH Nagan Raya Klarifikasi Pemberitaan Pengusiran Personel Saat Demo GERAM

Jumat, 6 November 2026 - 13:34 WIB

Ketika Google Menjadi Pilihan Pertama, Di Mana Posisi Perpustakaan?

Kamis, 5 November 2026 - 19:38 WIB

Wan Malaya Kecam Penembakan di Pidie: Perdamaian Aceh Jangan Dicederai Dengan Kekerasan

Kamis, 5 November 2026 - 17:31 WIB

Festival Santri Dayah MUQ Nagan Raya Jadi Ajang Unjuk Bakat, Siswa MIN 3 Raih Tiga Penghargaan

Kamis, 5 November 2026 - 16:47 WIB

Kapolres Nagan Raya Pererat Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat dan KPA, Ajak Bersama Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 14:42 WIB

Bupati Nagan Raya TRK Melalui Asisten I Tutup secara Resmi Festival Prestasi Santri Dayah MUQ

Kamis, 5 November 2026 - 11:46 WIB

Bank Aceh Syariah Cabang Jeuram Hadiri Peringatan Maulid Nabi dan Festival Prestasi Santri II Tahun 2026 di Dayah MUQ Suka Makmue

Kamis, 5 November 2026 - 11:29 WIB

Wagub Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Berita Terbaru