HOTELBET beta.lra.gov.mv dbm.wyb.ac.lkpreparation.lsrs.lu wayacim.wyb.ac.lk

Khanduri Turun Sawah di Lipah Rayeuk Jadi Momentum Percepatan Program PM-AAS

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 02:12 WIB

5046 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen — Kegiatan Khanduri Turun Sawah di Meunasah Lipah Rayeuk menjadi momentum percepatan Program PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agricultural System), yaitu sistem budidaya padi intensif berbasis teknologi yang menekankan efisiensi, mekanisasi, dan pertanian presisi. Program ini sekaligus mendorong petani untuk terus mengembangkan diri dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., yang melihat langsung antusiasme petani terhadap program tersebut.

Awalnya, PM-AAS direncanakan sebagai lahan percontohan seluas 13 hektare. Namun, karena tingginya minat petani, luas areal langsung dikembangkan menjadi 66 hektare dan penambahan tersebut langsung dieksekusi dalam kegiatan Khanduri Turun Sawah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mempercepat pelaksanaan program, Kadistanbun melalui Koordinator Penyuluh berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian. Bantuan benih untuk 66 hektare mendapat persetujuan, dengan kebutuhan sekitar 70 kilogram benih per hektare.

Petani juga akan mendapatkan pendampingan maksimal dari penyuluh, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen, sehingga penerapan program dapat berjalan secara optimal.

Ketua Kelompok Tani Ingin Jaya Syarifuddin, menyambut positif program tersebut. Ia menyampaikan bahwa petani sangat antusias dan berharap pendampingan serta bantuan benih dapat mempercepat pelaksanaan PM-AAS di Lipah Rayeuk.

Menurutnya, petani harus mau mengembangkan diri dan terbuka terhadap teknologi serta metode budidaya baru. Petani juga tidak boleh hanya terpaku pada pola tanam lama jika ada inovasi yang dapat meningkatkan hasil.

Terlebih, harga gabah yang baik dapat memberikan manfaat besar bagi petani. Hasil panen yang meningkat diharapkan mampu membantu petani memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus melunasi beban utang.

Sebelumnya, petani di wilayah tersebut pernah memperoleh hasil produksi sekitar 12 ton. Pengalaman itu menjadi motivasi untuk meningkatkan produksi melalui penerapan PM-AAS dengan dukungan benih dan pendampingan penyuluh.

Dengan perluasan areal dari 13 menjadi 66 hektare, Lipah Rayeuk diharapkan menjadi lahan percontohan PM-AAS sekaligus bagian dari upaya mempercepat peningkatan produksi, kesejahteraan, dan kemandirian petani di Kabupaten Bireuen.

Berita Terkait

Polres Bireuen Tingkatkan Monitoring SPBU, Pastikan Aktivitas Pengisian dan Pendistribusian BBM Berlangsung Tertib dan Aman
Truk Kopdes Merah Putih Terlibat Kecelakaan Beruntun di Bireuen, Empat Kendaraan Ringsek
Kapolres Bireuen Hadiri Kegiatan Masa Ta’aruf dan Baitul Arqam Mahasiswa Baru UMMAH
Satlantas Polres Bireuen Tanamkan Pentingnya Tertib Lalu Lintas kepada Anak Usia Dini
Kapolres Bireuen Hadiri Pelantikan Pengurus HUDA, Wujudkan Sinergi Ulama dan Pemerintah untuk Jawab Tantangan Sosial
Polres Bireuen Intensifkan Patroli dan Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Wilayah Hukumnya
Pelatihan Kehumasan di Mapolres Bireuen Tekankan Pentingnya Kemampuan Komunikasi dan Etika Bermedia
Tani Merdeka Bireuen Dorong Petani Adopsi PM-AAS, Efisiensi Biaya dan Tingkatkan Hasil Panen Jadi Fokus

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:18 WIB

*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Kamis, 9 April 2026 - 00:33 WIB

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)

Berita Terbaru