slot preparation.lsrs.lu

Khanduri Turun Sawah di Lipah Rayeuk Jadi Momentum Percepatan Program PM-AAS

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 02:12 WIB

50165 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen — Kegiatan Khanduri Turun Sawah di Meunasah Lipah Rayeuk menjadi momentum percepatan Program PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agricultural System), yaitu sistem budidaya padi intensif berbasis teknologi yang menekankan efisiensi, mekanisasi, dan pertanian presisi. Program ini sekaligus mendorong petani untuk terus mengembangkan diri dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., yang melihat langsung antusiasme petani terhadap program tersebut.

Awalnya, PM-AAS direncanakan sebagai lahan percontohan seluas 13 hektare. Namun, karena tingginya minat petani, luas areal langsung dikembangkan menjadi 66 hektare dan penambahan tersebut langsung dieksekusi dalam kegiatan Khanduri Turun Sawah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mempercepat pelaksanaan program, Kadistanbun melalui Koordinator Penyuluh berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian. Bantuan benih untuk 66 hektare mendapat persetujuan, dengan kebutuhan sekitar 70 kilogram benih per hektare.

Petani juga akan mendapatkan pendampingan maksimal dari penyuluh, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen, sehingga penerapan program dapat berjalan secara optimal.

Ketua Kelompok Tani Ingin Jaya Syarifuddin, menyambut positif program tersebut. Ia menyampaikan bahwa petani sangat antusias dan berharap pendampingan serta bantuan benih dapat mempercepat pelaksanaan PM-AAS di Lipah Rayeuk.

Menurutnya, petani harus mau mengembangkan diri dan terbuka terhadap teknologi serta metode budidaya baru. Petani juga tidak boleh hanya terpaku pada pola tanam lama jika ada inovasi yang dapat meningkatkan hasil.

Terlebih, harga gabah yang baik dapat memberikan manfaat besar bagi petani. Hasil panen yang meningkat diharapkan mampu membantu petani memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus melunasi beban utang.

Sebelumnya, petani di wilayah tersebut pernah memperoleh hasil produksi sekitar 12 ton. Pengalaman itu menjadi motivasi untuk meningkatkan produksi melalui penerapan PM-AAS dengan dukungan benih dan pendampingan penyuluh.

Dengan perluasan areal dari 13 menjadi 66 hektare, Lipah Rayeuk diharapkan menjadi lahan percontohan PM-AAS sekaligus bagian dari upaya mempercepat peningkatan produksi, kesejahteraan, dan kemandirian petani di Kabupaten Bireuen.

Berita Terkait

Khanduri Turun Sawah Paya Supat, Kadistanbun Bangga Sawah Tadah Hujan Kini Dua Kali Panen
Kapolres Bireuen Gelorakan Semangat Jaga Kelestarian Alam di Kecamatan Jangka Lewat Program Green Policing
Kapolres Subulussalam Pimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke- 98
Kapolres Bireuen Ikuti Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, Kuatkan Sinergi Pemuda untuk Indonesia
Kapolres Bireuen Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Seulawah 2026, Digelar Serentak 26 Oktober hingga 8 November 2026
Kadistanbun Bireuen Mulyadi Tinjau Progres Rehabilitasi Sawah di Sejumlah Lokasi, Target Awal November Petani Mulai Tanam
Kadistanbun Bireuen Hadiri Musyawarah Rencana Khanduri Rakyat dalam Rangka Turun Sawah di Samalanga
Tanah Mati Suri Pasca Banjir, PT. BIO ENERGI RIMBA RAYA Bersama Tani Merdeka Bireuen “Suntikkan” PTOC untuk Selamatkan Lahan Petani

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru