slot preparation.lsrs.lu

Prof DR Sutan Nasomal : Lantai Istana Semakin Licin Oleh Liur Para Penjilat Dan Alergi Dengan Suara Rakyat Indonesia

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 02:25 WIB

50204 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Dilematis Suhu Politik di Indonesia mulai memanas para tokoh lintas partai mulai bergerak masyarakat Indonesia sangat sangat berharap ke depan dinegara RI akan muncul pemimpin pemimpin baik Presiden Menteri Gubernur Bupati Walikota yang memiliki keberpihakan kepada rakyat di berbagai link dirasakan rakyat secara keseluruhan ” Ujar Prof Sutan Nasomal SH MH Tokoh Pemerhati Masyarakat Dunia Pakar Hukum Internasional, Ekonom Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID) menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media cetak onlen dalam luar negeri berkaitan dengan perubahan suhu politik yang memanas hingga 100 derajat dikantornya Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka dibilangan Cijantung Jakarta 15/9/2026 via telpon selulernya.

Tidak pekanya para pemangku kekuasaan saat ini dengan adanya bayangan matahari kembar bukanlah issu saja. Reaksi memanasnya politik menjelang pemilu 2029 sudah di mulai dari pertengahan tahun 2026.

Bahkan tidak malu malu lagi dalam rapat internal menyampaikan rencana menggulingkan presiden yang saat ini memimpin secara terbuka. Membuat panas hati para pendukungnya kemudian saling mengancam melalui telegram politik. Prof DR Sutan Nasomal menyampaikan agar hati hati rakyat kecil jangan terpancing atau terbawa arus. Aduan dari masyarakat dari kesulitan di semua bidang usaha dan kehidupan saat ini karena tidak cerdasnya para pemegang perahu NKRI. Hal ini diperhatikan oleh semua pakar dan guru besar ilmu hukum. Prof DR Sutan Nasomal memberikan pendapatnya melalui media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pintu pendopo para elit partai mulai membuka pintu lebar lebar dengan atraksi baru dengan istilah sowan ke rumah pengantin calon presiden untuk 2029 kemudian dipertontonkan ke rakyat yang lagi susah serta keder agar hari ini bisa menyambung hidup, bahwa setiap rumah para pengantin calon presiden di 2029 sudah bagi bagi janji dan gelar peta politik. Suara sunyi didalamnya tetap saja terbawa angin sehingga pemilik ratusan juta telinga di Nusantara ini terkejut dan kecewa. Siapa yang memikirkan nasib rakyat susah di negri ini.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH sebagai pemerhati masyarakat ikut menyaksikan : Aksi masa demo damai yang meminta kebijakan sederhana menjadi hal yang sulit di kabulkan. Mahalnya sembako menginjak perut orang kecil yang semakin terlilit hutang untuk bisa makan sepiring nasi hari ini. Apakah ini dampak dari mahalnya ongkos politik sehingga untuk bisa bertahan hidup masyarakat kecil saja sangat sulit. Masyarakat tetap berpenghasilan kecil di antara meroketnya harga harga.

Beban berat dipukulkan ke pundak orang kecil dengan akrobat politik kejam dengan cara cara licik di balik pintu birokrasi yang semakin menjelimet dan harus berani bayar uang pelicin ke banyak oknum dinas yang berhubungan dengan kepentingan online dipusat dan daerah. Sehingga banyak yang mandek perijinan untuk membuat ijin usaha atau pindah alamat karena mahar pelicin harus disetorkan. Maka tercipta kebangkrutan dimana mana akibat gagal pemerintah saat ini mempermudah masyarakat membangun usaha mandiri kecil kecilan akibat sistem online yang ada nilai maharnya.

Kasak kusuk di masing masing kepala daerah lain lagi kebijakannya untuk mendapatkan KAS daerah. Dari merampas motor orang miskin yang tidak mampu untuk bayar pajak atau mengincar pedagang warung pemodal kecil agar wajib bayar pajak daerah. Padahal bayar kontrakan atau bayar listriknya terpaksa berhutang dulu ke Bank Emok (Bank keliling Pinjaman Kecil). Fakta sangat sulitnya mencari uang.

Desil 9 (Golongan berpenghasilan besar) menyasar ke data para tukang becak, Kuli pacul, Lansia jompo atau tukang pulung dimana mana. Kesalahan pencatatan data atau berhemat anggaran tujuannya agar tidak membebankan KAS Daerah dari salah pendataan saat ini.
Kok alasan pendataan selalu tidak akurat di jadikan alasan. Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menjadi heran. Padahal selalu ada sensus penduduk dan sensus ekonomi. Mungkin data yang sebenarnya tak pernah sampai ke meja para pemimpin, agar selalu bisa menjadi alasan bahwa rakyat miskin jumlahnya berkurang atau semakin banyak yang kaya mendadak dan tidak sama dengan data yang di miliki pemerhati dari lembaga dunia.

Ketika keluhan dari rakyat kecil di tuliskan dan hendak disampaikan ke istana negara, Ubinnya sangat licin oleh liur para penjilat dan tidak boleh kertas dari rakyat ini sampai di meja yang punya kekuasaan.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH mengingatkan untuk semua masyarakat. Berdoalah kepada Tuhan yang tidak pernah tidur dan lantainya tidak pernah licin, sehingga doa dari rakyat pasti di terima dan di ijabah.

Narasumber : Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID) Assotion Of Young Indonesian Advocates Ketua Umum YPLBH Profesor Sutan Nasomal SH MH Rektor Universitas STIA STIH Pronass Pendiri Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Ketua Umum YPP Brigade Global Indonesia Plus (YPP.BRIGIP).

Berita Terkait

LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!
Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045
Siasat Apartemen Mewah Jadi Sarang Judi Online, Sindikat Internasional Dibongkar
Suryadi Djamil Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto, Minta Sikat Narkoba hingga ke Pabrik
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
Urus Peralihan Hak Sendiri, Pengurusan Sertipikat Tidak Seribet yang Dibayangkan
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Realisasikan Pengadaan Tanah untuk Infrastruktur dan Konsolidasi Tanah
Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru