slot preparation.lsrs.lu

JK Sebut Aceh Kini Kondusif: Dulu Toko Tutup Jam 6, Sekarang Bisa Ngopi Malam

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 12 September 2025 - 13:31 WIB

50451 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menilai kondisi Aceh saat ini jauh lebih aman dibanding masa konflik. JK menyebut, jika dulu suasana mencekam membuat toko-toko tutup sejak sore, kini masyarakat bisa menikmati kopi hingga larut malam.

“Kita mengerti waktu konflik, waktu itu sudah berjalan 30 tahun, korban begitu banyak, keadaan di Aceh mencekam. Kalau sekarang Bapak datang ke Aceh tentu sampai tengah malam bisa. Minum kopi zaman dulu itu jam 6 sore semua sudah tutup toko,” kata JK dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Badan Legislasi DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (11/9/2025).

JK menceritakan, saat dirinya bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat, keduanya berupaya mengakhiri konflik di Aceh. Menurutnya, akar masalah konflik bukan syariat melainkan ketidakadilan ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya juga ingin menyampaikan bahwa 15 konflik terbesar di Indonesia mulai dari Madiun MS, DI/TII, Poso, Ambon, Aceh, Papua, Kalimantan, ada 15 konflik yang korbannya lebih dari 1.000 orang. Dari 15 itu, 10 disebabkan ketidakadilan,” jelas JK.

JK menuturkan, ketimpangan pengelolaan sumber daya alam menjadi pemicu konflik panjang di Aceh. Meski kaya gas dan minyak, manfaat yang diterima rakyat Aceh sangat kecil.

“Apa masalahnya? Aceh sangat kaya dengan sumber alam, gas minyak pada waktu itu. Tapi apa yang diperoleh masyarakat Aceh kecil dibandingkan kekayaan yang ada. Maka terjadilah suatu pikiran yang berakhir dengan konflik negara,” ujarnya.

Adapun Revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UU PA) kini sudah masuk ke dalam program legislasi nasional (Prolegnas) DPR. Salah satu isu yang dibahas adalah masa berlaku Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang berakhir pada 2027. (*)

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:27 WIB

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terbaru