ACEH TENGGARA, 28 Agustus 2026 — Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara menggelar Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh puskesmas sebagai upaya mendorong masyarakat mendeteksi penyakit sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tenggara, Rosita Astuti, S.SiT., M.Kes., mengatakan CKG merupakan Program Prioritas atau Quick Win Nasional dari Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk melakukan deteksi dini kesehatan bagi seluruh kelompok usia, mulai dari balita hingga lansia, sebanyak satu kali setiap tahun. Pelaksanaannya di Aceh Tenggara juga merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry, SE., MM.

“Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh sesuai kelompok usia masyarakat,” kata Rosita.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara, Rosita Astuti, S.SiT., M.Kes., menyampaikan bahwa hingga Agustus 2026, sebanyak 29.507 orang telah mengikuti pemeriksaan CKG dari total 31.586 peserta yang terdaftar sejak Januari 2026.
Meski jumlah peserta yang telah menjalani pemeriksaan cukup tinggi, capaian tersebut masih perlu terus ditingkatkan untuk memenuhi target program. Berdasarkan data per 28 Agustus 2026, capaian CKG di Kabupaten Aceh Tenggara tercatat sebesar 12,63 persen, sementara target CKG ditetapkan sebesar 46 persen dari jumlah penduduk.
“Hingga Agustus 2026, sebanyak 29.507 orang telah mengikuti pemeriksaan CKG dari 31.586 peserta yang terdaftar sejak Januari. Namun, jika dilihat dari target keseluruhan, capaian CKG kita per 28 Agustus 2026 masih berada di angka 12,63 persen dari target 46 persen jumlah penduduk,” ujar Rosita.

Layanan CKG disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan masing-masing kelompok usia. Pada bayi dan balita usia 0–5 tahun, pemeriksaan meliputi skrining kelainan bawaan bayi baru lahir, penimbangan berat dan pengukuran tinggi badan, pemantauan status gizi untuk mendeteksi stunting, evaluasi tumbuh kembang, serta pemeriksaan pendengaran dan penglihatan.
Untuk anak-anak dan remaja usia sekolah, pemeriksaan mencakup status gizi, tekanan darah, kadar gula darah, skrining anemia terutama bagi remaja putri, pemeriksaan mata dan telinga, kesehatan gigi dan mulut, serta skrining kesehatan jiwa dan tuberkulosis (TBC).
Sementara itu, masyarakat usia dewasa 18–59 tahun dapat memperoleh pemeriksaan indeks massa tubuh, tekanan darah untuk mendeteksi hipertensi, gula darah untuk mendeteksi diabetes, fungsi ginjal, pemeriksaan paru termasuk skrining TBC dan PPOK, kesehatan jiwa, serta deteksi dini penyakit tidak menular.
Adapun kelompok lanjut usia 60 tahun ke atas mendapatkan pemeriksaan seperti kelompok dewasa dengan tambahan skrining risiko penyakit jantung dan stroke, penurunan fungsi kognitif serta kemampuan beraktivitas sehari-hari. Pemeriksaan kanker, termasuk kanker payudara dan kanker leher rahim pada perempuan, juga menjadi bagian dari layanan sesuai ketentuan skrining.
Rosita mengimbau masyarakat Aceh Tenggara tidak menunggu munculnya keluhan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan.
“Masyarakat kami imbau memanfaatkan layanan CKG yang tersedia, baik pada kegiatan atau stan pemeriksaan seperti setiap hari Minggu di Lapangan Pemuda maupun langsung mendatangi puskesmas terdekat,” ujar Rosita.
Untuk memperoleh layanan tersebut, masyarakat cukup membawa identitas diri berupa KTP/NIK atau Kartu Keluarga (KK) ke puskesmas terdekat.
Menurut Rosita, pemeriksaan kesehatan secara rutin penting dilakukan karena banyak penyakit dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Dinas Kesehatan Aceh Tenggara mengajak masyarakat menjadikan CKG sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan dan membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.
“Jangan tunggu sakit. Mari manfaatkan Cek Kesehatan Gratis untuk mengetahui kondisi kesehatan kita sejak dini,” ajak Rosita.
(Syafri Selian)






































