slot preparation.lsrs.lu

Aliansi Masyarakat Pati Desak Pengesahan RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati Koruptor

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:31 WIB

50369 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, untuk mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Kelompok massa yang dipimpin oleh Supriyono, atau yang dikenal dengan panggilan Botok, memberikan ultimatum agar regulasi tersebut dapat disahkan selambat-lambatnya pada 15 Desember 2026.

Dalam aksinya, perwakilan massa, Anik Sriengsih, secara tegas menyampaikan tuntutan agar negara tidak hanya berfokus pada penyitaan aset koruptor, tetapi juga menerapkan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi. Pihaknya menilai bahwa korupsi merupakan ancaman serius bagi kesejahteraan bangsa dan menuntut keseriusan wakil rakyat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat yang terdampak oleh praktik korupsi.

Selain menyoroti substansi RUU, peserta aksi juga menyampaikan kekecewaan mereka terkait minimnya fasilitas bagi massa aksi selama berada di lokasi. Mereka mengkritik kurangnya pemenuhan kebutuhan dasar yang layak bagi masyarakat yang datang jauh-jauh untuk menyampaikan aspirasi di hadapan para wakil rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi tuntutan tersebut, pimpinan DPR RI yang diwakili oleh Sufmi Dasco Ahmad dan Cucun Ahmad Syamsurijal menemui massa aksi secara langsung. Pihak pimpinan DPR menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat terkait RUU Perampasan Aset. Selain itu, pimpinan DPR juga merespons laporan terkait dugaan intimidasi yang dialami massa dalam perjalanan menuju Jakarta dan berjanji akan mendalami serta melakukan pengawalan atas keamanan para pendemo.

Berita Terkait

Aksi Penurunan Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sejumlah Lokasi
Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta
SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali
Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Khusus Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian
Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas
YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:27 WIB

Banjir Meluas di Aceh, Pemerintah Daerah Diminta Segera Tetapkan Status Tanggap Darurat

Rabu, 4 November 2026 - 03:24 WIB

Tarmizi Age, Eks GAM Denmark: Indonesia Butuh Pelabuhan Tol Laut Internasional ke Eropa di Sabang

Selasa, 3 November 2026 - 19:34 WIB

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USK Sukses Gelar Aksi Sosial “Sigap Darurat”, Bekali Siswa MIS Lamgugob Kartu Darurat

Selasa, 3 November 2026 - 19:28 WIB

Mantan Direktur Bumdesma Pintu Rime Gayo Divonis 5,5 Tahun, Dana Desa 23 Kampung Raib untuk Proyek SPBU

Selasa, 3 November 2026 - 18:44 WIB

YARA Kecam Menteri Pertanian, Dinilai Abaikan Kewenangan Khusus Aceh di Kawasan Sabang

Senin, 2 November 2026 - 18:50 WIB

Graha Citra Karsa Tawarkan Hunian Modern, Legalitas SHM dan Skema Pembayaran Fleksibel

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Polda Aceh Tangani Laporan Dugaan Khalwat Oknum Ketua DPRK Nagan Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Dakwaan Kerusuhan Zikir Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman: Satu Terdakwa Didakwa Injak Merah Putih, Satu Lainnya Bakar Motor Dinas TNI

Berita Terbaru

NASIONAL

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:19 WIB

NASIONAL

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:48 WIB