Blangkejeren – Jalan nasional di kawasan Raklunung, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, kembali berubah menjadi “sungai” pada Sabtu malam, 9 Agustus 2025. Hujan deras yang mengguyur sejak sore membuat air meluap dan menggenangi badan jalan, menutup hampir seluruh permukaan aspal di titik tersebut. Kendaraan dari arah Kutacane menuju Blangkejeren maupun sebaliknya terpaksa memperlambat laju, sebagian bahkan nyaris terhenti karena ketinggian air yang menghalangi jalur.
Kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Warga sekitar menyebut, setiap kali hujan lebat mengguyur, genangan air di Raklunung menjadi pemandangan rutin. Air yang tidak tertampung drainase meluber ke jalan, menciptakan genangan yang rawan menyebabkan kendaraan mogok dan kecelakaan. “Kalau hujan deras, apalagi malam, jalan ini seperti sungai. Air mengalir deras, kendaraan kecil kadang tak berani lewat,” kata seorang warga yang ditemui di lokasi.
Pantauan media di lokasi menunjukkan genangan menutupi hampir seluruh lebar jalan, dengan air yang memantulkan cahaya lampu toko dan lampu jalan. Deretan ruko di sisi kiri dan kanan, seperti sebuah rumah makan dan toko kelontong, terlihat sepi karena sebagian pintu sudah ditutup rapat. Pohon cemara kecil di pinggir jalan menjadi satu-satunya penanda ruang trotoar yang masih terlihat di tengah genangan. Butiran hujan yang masih turun menambah deras arus air di permukaan jalan. Marka jalan sama sekali tak terlihat, membuat kendaraan harus berjalan pelan sambil menebak posisi jalurnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah pengemudi truk dan minibus mengeluhkan situasi tersebut. Selain memperlambat perjalanan, genangan di jalan nasional ini juga membuat mereka khawatir mesin kendaraan rusak. Lampu penerangan jalan yang minim menambah risiko bagi pengguna jalan, terutama pada malam hari. “Kalau tidak hati-hati, bisa celaka. Airnya deras dan menutupi lubang-lubang jalan,” ujar seorang sopir angkutan umum.
Warga dan pengguna jalan mendesak pihak pengelola jalan nasional segera menindaklanjuti persoalan ini. Mereka menilai penanganan harus dilakukan menyeluruh, mulai dari perbaikan saluran drainase, peninggian badan jalan, hingga penambahan penerangan di titik rawan. “Ini jalan nasional, penghubung penting antara Kutacane dan Blangkejeren. Tidak seharusnya dibiarkan seperti ini setiap musim hujan,” tegas salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional terkait rencana penanganan. Sementara itu, prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Gayo Lues dalam beberapa hari ke depan. Tanpa langkah cepat, bukan tak mungkin Raklunung akan kembali menjadi “sungai” di tengah jalan nasional, mengancam keselamatan pengguna jalan dan mengganggu arus transportasi di jantung dataran tinggi ini. (RED)









































