Hujan Deras Picu Longsor Beruntun, Gayo Lues Kembali Terisolasi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:04 WIB

50243 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, sejak awal pekan memicu serangkaian bencana tanah longsor di sejumlah titik strategis. Salah satu longsoran terparah terjadi di Desa Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung. Longsor tersebut mengakibatkan akses jalan vital yang menghubungkan Gayo Lues dengan Aceh Tenggara tertutup total oleh material longsor, sehingga membuat wilayah Gayo Lues kembali terisolasi.

Longsor di Desa Ramung Musara terjadi pada Minggu (4/1/2026) pagi. Material tanah dari lereng yang labil meluncur ke badan jalan, disertai gemuruh. Warga setempat melaporkan kejadian ini dengan penuh kewaspadaan dan mengimbau agar masyarakat menjauh dari lokasi untuk menghindari risiko longsor susulan. Sebelumnya, akses jalan dari Gayo Lues menuju Aceh Tenggara sempat bisa dilalui kendaraan secara darurat, meski kondisi jalannya masih rawan. Namun, longsor beruntun yang terjadi menyebabkan jalan kembali lumpuh total. Belum ada keterangan resmi mengenai estimasi waktu perbaikan maupun pembukaan kembali jalur transportasi tersebut.

Seiring meningkatnya intensitas hujan selama beberapa hari terakhir, wilayah Gayo Lues berada dalam status siaga bencana. Topografi daerah yang didominasi pegunungan menjadikan kawasan ini sangat rentan terhadap bencana longsor pada musim hujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di titik-titik rawan yang memiliki potensi bahaya tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Longsor yang menutupi jalan utama tidak hanya menghambat jalur transportasi barang dan pangan, tetapi juga memutus akses warga terhadap layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan logistik. Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, aktivitas masyarakat lumpuh dan pasokan kebutuhan pokok mulai terhambat. Masyarakat kini mengandalkan jalur komunikasi terbatas dan usaha mandiri untuk mencukupi kebutuhan harian.

Di lokasi terdampak, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah mulai melakukan penanganan darurat. Proses pembersihan area terdampak longsor terus diupayakan menggunakan alat berat yang telah dikerahkan. Namun, upaya tersebut menghadapi tantangan karena medan berat dan cuaca yang belum bersahabat. Petugas juga telah memasang tanda peringatan di sekitar lokasi longsor untuk mencegah masyarakat mendekat dan menjaga keselamatan warga.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues telah meminta dukungan dari pemerintah provinsi dalam bentuk logistik, alat berat tambahan, serta pembukaan jalur alternatif untuk menghubungkan wilayah yang terisolasi. Rencana evakuasi warga yang tinggal di zona rawan juga sedang dipertimbangkan, terutama bagi mereka yang tinggal di lereng-lereng bukit dengan kemiringan curam.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat bahwa tanah longsor merupakan bencana tahunan yang kerap terjadi di wilayah Pegunungan Leuser, termasuk Gayo Lues, terutama selama musim hujan yang berlangsung antara November hingga Februari. Aktivitas pembukaan lahan tanpa kontrol di beberapa lereng juga ditengarai turut memperparah kondisi struktur tanah yang mudah terkikis air.

Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, khususnya pada malam hari saat curah hujan meningkat dan jarak pandang terbatas. BPBD akan terus memberikan pembaruan informasi melalui siaran lokal dan posko informasi. Edukasi darurat bagi warga terus dilakukan agar mereka siap menghadapi kondisi terburuk.

Dengan curah hujan yang masih tinggi dan risiko pergerakan tanah yang belum reda, seluruh upaya kini difokuskan pada penanganan darurat dan pengurangan risiko. Koordinasi antarinstansi dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan dan mencegah kerugian lebih besar. Dalam situasi penuh keterbatasan ini, semangat gotong royong dan kewaspadaan bersama menjadi fondasi utama dalam menghadapi bencana alam yang tengah melanda kawasan ini. (RED)

Berita Terkait

PT Hopson Diduga Beroperasi Ilegal Setiap Malam, Polda Aceh dan Mabes Polri Didesak Turun Tangan
Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA
Cuaca Pancaroba Sangat Panas, Kapolres Gayo Lues Imbau Warga Waspada Karhutla
Tim URC Satreskrim Polres Gayo Lues Berhasil Amankan Mobil L300 Hasil Curanmor di Aceh Tenggara
KPH Wilayah VIII Perkuat Pengamanan Hasil Hutan dan Tata Niaga Getah Pinus
Plang Larangan Cuma Pajangan: Negara Mandul, Produksi PT Hopson Jalan Terus di Gayo Lues
Negara Tak Berdaya, PT Hopson Aceh Industri Berani “Menampar” Hukum di Gayo Lues
Sempat Viral di Medsos, Pencuri Uang di Jok Motor Stadion Seribu Bukit Diringkus Tim URC Satreskrim Polres Gayo Lues

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:16 WIB

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:58 WIB

Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:38 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 01:48 WIB

PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:09 WIB

Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:25 WIB

Kapolsek Babul Makmur Pimpin Langsung Pengamanan Pelaku Penganiayaan , Bukti Kesigapan Polri Melayani Masyarakat

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:00 WIB

BNN Aceh dan Pemkab Aceh Tenggara Teken Nota Kesepakatan, Perkuat Sinergi Wujudkan Aceh Tenggara Bersih Narkoba

Senin, 1 Juni 2026 - 19:54 WIB

IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum Et Repertum dan Medikolegal, Hadirkan Pakar Forensik Nasional

Berita Terbaru