Hujan Deras Picu Longsor Beruntun, Gayo Lues Kembali Terisolasi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:04 WIB

50268 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, sejak awal pekan memicu serangkaian bencana tanah longsor di sejumlah titik strategis. Salah satu longsoran terparah terjadi di Desa Ramung Musara, Kecamatan Putri Betung. Longsor tersebut mengakibatkan akses jalan vital yang menghubungkan Gayo Lues dengan Aceh Tenggara tertutup total oleh material longsor, sehingga membuat wilayah Gayo Lues kembali terisolasi.

Longsor di Desa Ramung Musara terjadi pada Minggu (4/1/2026) pagi. Material tanah dari lereng yang labil meluncur ke badan jalan, disertai gemuruh. Warga setempat melaporkan kejadian ini dengan penuh kewaspadaan dan mengimbau agar masyarakat menjauh dari lokasi untuk menghindari risiko longsor susulan. Sebelumnya, akses jalan dari Gayo Lues menuju Aceh Tenggara sempat bisa dilalui kendaraan secara darurat, meski kondisi jalannya masih rawan. Namun, longsor beruntun yang terjadi menyebabkan jalan kembali lumpuh total. Belum ada keterangan resmi mengenai estimasi waktu perbaikan maupun pembukaan kembali jalur transportasi tersebut.

Seiring meningkatnya intensitas hujan selama beberapa hari terakhir, wilayah Gayo Lues berada dalam status siaga bencana. Topografi daerah yang didominasi pegunungan menjadikan kawasan ini sangat rentan terhadap bencana longsor pada musim hujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di titik-titik rawan yang memiliki potensi bahaya tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Longsor yang menutupi jalan utama tidak hanya menghambat jalur transportasi barang dan pangan, tetapi juga memutus akses warga terhadap layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan logistik. Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, aktivitas masyarakat lumpuh dan pasokan kebutuhan pokok mulai terhambat. Masyarakat kini mengandalkan jalur komunikasi terbatas dan usaha mandiri untuk mencukupi kebutuhan harian.

Di lokasi terdampak, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah mulai melakukan penanganan darurat. Proses pembersihan area terdampak longsor terus diupayakan menggunakan alat berat yang telah dikerahkan. Namun, upaya tersebut menghadapi tantangan karena medan berat dan cuaca yang belum bersahabat. Petugas juga telah memasang tanda peringatan di sekitar lokasi longsor untuk mencegah masyarakat mendekat dan menjaga keselamatan warga.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues telah meminta dukungan dari pemerintah provinsi dalam bentuk logistik, alat berat tambahan, serta pembukaan jalur alternatif untuk menghubungkan wilayah yang terisolasi. Rencana evakuasi warga yang tinggal di zona rawan juga sedang dipertimbangkan, terutama bagi mereka yang tinggal di lereng-lereng bukit dengan kemiringan curam.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat bahwa tanah longsor merupakan bencana tahunan yang kerap terjadi di wilayah Pegunungan Leuser, termasuk Gayo Lues, terutama selama musim hujan yang berlangsung antara November hingga Februari. Aktivitas pembukaan lahan tanpa kontrol di beberapa lereng juga ditengarai turut memperparah kondisi struktur tanah yang mudah terkikis air.

Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, khususnya pada malam hari saat curah hujan meningkat dan jarak pandang terbatas. BPBD akan terus memberikan pembaruan informasi melalui siaran lokal dan posko informasi. Edukasi darurat bagi warga terus dilakukan agar mereka siap menghadapi kondisi terburuk.

Dengan curah hujan yang masih tinggi dan risiko pergerakan tanah yang belum reda, seluruh upaya kini difokuskan pada penanganan darurat dan pengurangan risiko. Koordinasi antarinstansi dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan dan mencegah kerugian lebih besar. Dalam situasi penuh keterbatasan ini, semangat gotong royong dan kewaspadaan bersama menjadi fondasi utama dalam menghadapi bencana alam yang tengah melanda kawasan ini. (RED)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Posko DPP GRIB Jaya di Kedoya Selatan Terbakar
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru