slot preparation.lsrs.lu

Harga Minyak Sere Stabil, Petani Gayo Lues Tagih Komitmen Pemerintah Jaga Nilai Jual

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 25 Mei 2025 - 01:01 WIB

50793 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues, Aceh – Sabtu, 24 Mei 2025 | Di tengah kabut pagi yang menyelimuti perbukitan Gayo Lues, kesibukan para petani sere kembali terlihat. Aroma khas tanaman sere yang sedang disuling perlahan menguar dari tungku-tungku tradisional, menjadi pertanda bahwa musim panen sedang berlangsung. Tahun ini, stabilitas harga minyak sere membawa kabar baik bagi masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan hidup dari komoditas ini.

Namun, di balik rasa syukur itu, tersimpan kekhawatiran. Masyarakat khawatir harga ini hanya sesaat. Karena itu, mereka menaruh harapan besar pada pemerintah daerah untuk menjaga agar harga minyak sere tetap kompetitif dan tidak kembali anjlok di pasar internasional.

Cacak Bes, seorang petani sere dari Desa Remukut, Kecamatan Pantan Cuaca, menyampaikan harapannya secara terbuka. Di tengah kesibukannya mengawasi penyulingan, ia menuturkan betapa pentingnya harga yang stabil bagi keberlangsungan hidup petani dan masa depan anak-anak mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kerja menyuling sere itu berat, tidak semua orang kuat. Tapi kami menjalaninya demi bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak. Kami butuh harga yang pasti, yang tidak berubah tiba-tiba hanya karena pasar luar negeri,” ungkapnya.

Stabilitas harga minyak sere menjadi sangat vital karena mayoritas petani di daerah ini tidak memiliki pendapatan alternatif. Mereka hidup dari hasil panen dan penyulingan sere yang dijual ke berbagai daerah bahkan diekspor ke luar negeri.

Minyak sere asal Gayo Lues dikenal memiliki kualitas unggulan yang banyak digunakan dalam industri parfum, farmasi, hingga kosmetik. Namun, keterikatan dengan pasar global justru menjadi tantangan tersendiri bagi para petani. Harga yang fluktuatif membuat mereka sering berada dalam posisi yang rentan.

Di tengah kondisi ini, warga Desa Remukut telah menyampaikan aspirasi kepada Bupati Gayo Lues. Mereka meminta agar pemerintah daerah tidak tinggal diam. Salah satu permintaan utama adalah adanya regulasi atau sistem yang dapat melindungi harga komoditas sere dari gejolak pasar dunia.

“Kalau pemerintah bisa bantu menstabilkan harga, kami tidak hanya tenang bekerja, tapi juga bisa menabung dan menyekolahkan anak-anak sampai kuliah,” lanjut Cacak Bes. Ia menyebut banyak petani yang terpaksa memutus sekolah anaknya karena hasil panen yang tak cukup membayar biaya pendidikan.

Permintaan masyarakat ini menjadi catatan penting bagi masa depan sektor pertanian di Gayo Lues. Minyak sere bukan sekadar produk ekspor, tetapi fondasi ekonomi ribuan keluarga. Ketika harganya stabil, ekonomi desa menguat. Sebaliknya, ketika harga anjlok, bukan hanya dapur yang tak berasap, tetapi harapan untuk masa depan pun ikut padam.

Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya menjadi penyalur bantuan sesaat, tetapi hadir dengan kebijakan jangka panjang. Dari penguatan koperasi, pembukaan pasar ekspor yang lebih adil, hingga pengembangan industri hilir di tingkat lokal, semua bisa menjadi langkah nyata menjaga nilai jual sere Gayo Lues.

Kini, bola berada di tangan pemangku kebijakan. Petani telah menyuarakan harapan mereka. Pertanyaannya, apakah pemerintah siap menjawab dengan tindakan nyata? (*)

Berita Terkait

Listrik Mati Hidup di Blangkejeren Tak Kunjung Stabil, PLN Pusat Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Bawahannya
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 03:14 WIB

Eks Danjen Kopassus Kecam Keras Makar Penyadapan Listyo Sigit, Singgung Peran Jokowi dan Lemahnya Pengamanan Presiden

Kamis, 5 November 2026 - 02:11 WIB

Pengerahan Belasan Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Urgensi Keamanan atau Langkah Politis?

Kamis, 5 November 2026 - 02:07 WIB

Dugaan Penyadapan di Lingkaran Istana Memicu Kegelisahan Politik

Kamis, 5 November 2026 - 02:05 WIB

Alat Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Ditemukan di Rumah Irjen Pol Ahrie Sonta

Kamis, 5 November 2026 - 01:38 WIB

Mantan Kapolri Jadi Tersangka Kasus Penyadapan, Mahfud MD Soroti Dugaan Makar

Kamis, 5 November 2026 - 01:31 WIB

Skandal Penyadapan Mantan Kapolri: Antara Pelanggaran Prosedur dan Narasi Makar yang Dipaksakan

Kamis, 5 November 2026 - 01:26 WIB

Dugaan Penyadapan Oleh Mantan Kapolri Dinilai Belum Penuhi Unsur Makar

Kamis, 5 November 2026 - 01:20 WIB

Listyo Tiga Kali Nyaris Dicopot, Mahfud MD Bongkar Peran Jokowi di Balik Tarik Ulur Pergantian Kapolri

Berita Terbaru