Grand Final Puteri Tionghoa Indonesia 2025 Singing Competition Sukses Digelar, 10 Bintang Baru Siap Bersinar

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 9 Juli 2025 - 18:10 WIB

50568 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana acara Grand Final Puteri Tionghoa Indonesia 2025 Singing Competition. (Dok. Istimewa)

Suasana acara Grand Final Puteri Tionghoa Indonesia 2025 Singing Competition. (Dok. Istimewa)

Yogyakarta – Indonesia Records bersama TemanHebat baru saja menggelar acara spektakuler Grand Final Puteri Tionghoa Indonesia 2025 Singing Competition yang berlangsung pada Minggu, 6 Juli 2025 di Sleman City Hall, Yogyakarta. Event tersebut menjadi ajang penampilan terbaik dari 10 finalis muda berbakat yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam acara puncak tersebut, 10 finalis yang tampil memiliki beragam usia dan latar belakang menunjukkan kekayaan talenta generasi muda Tionghoa Indonesia. Nama-nama yang berhasil melaju ke Grand Final adalah: Sidney Mourenshia (14 tahun, Jambi), Gwen Putri Amos (16 tahun, Jakarta), Emily Cahyadi (13 tahun, Semarang), Vanessa Elena Riady (13 tahun, Surabaya), Theona Widya Paramita (15 tahun, Yogyakarta), Felisha Jessie Soesanto (14 tahun, Surabaya), Jennifer Tan Huey Fen (16 tahun, Purworejo), Kimberly Key (13 tahun, Surabaya), Valerie Michaelle Celica (14 tahun, Semarang), dan Helen Loveine (15 tahun, Surabaya).

Acara tersebut juga diwarnai oleh penampilan spesial dari beberapa penyanyi berbakat yang menambah semarak suasana: Ivory Mei (Jakarta), Vanya Wijaya (Kepanjen), Makhaila Paramitha (Semarang). Sementara itu, Kenneth Trevi (Bandung) dan Jennifer Aurelia (Surabaya) tampil sebagai Special Guest Stars yang memukau para penonton dengan lagu-lagu andalan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah melewati persaingan ketat, para juri akhirnya memilih pemenang dari kompetisi tersebut: Juara I: Sidney Mourenshia (Jambi), Runner-up 1: Gwen Putri Amos (Jakarta), dan Runner-up 2: Valerie Michaelle Celica (Semarang). Sebagai hadiah, ketiga pemenang akan diproduseri dua lagu oleh Indonesia Records, satu lagu berbahasa Mandarin dan satu lagi berbahasa Indonesia. Para grand finalis lainnya akan diproduserinya satu lagu. Tak hanya itu, lagu-lagu mereka akan dipromosikan oleh TemanHebat yang didukung oleh Indonesia Records dan didistribusikan melalui label musik LadofaDoredo.

Tixxy, pemilik Indonesia Records kepada awak media pada Rabu (9/7/2025) mengatakan bahwa ajang tersebut memiliki tujuan lebih dari sekadar kompetisi. “Kami ingin menjadi jembatan antara tradisi dan kreativitas masa kini, sekaligus memperkuat identitas budaya Tionghoa Indonesia. Harapannya, para pemenang dapat menjadi duta budaya yang menyuarakan toleransi, keberagaman, dan semangat berkarya,” ujar Tixxy.

Ditanya mengenai proses seleksi, Tixxy menjelaskan bahwa peserta diharuskan untuk menguasai lagu berbahasa Mandarin sebagai bagian dari penilaian kualitas vokal dan penguasaan budaya. “Kriteria kami tak hanya teknik vokal, tetapi juga kemampuan mereka dalam menyampaikan emosi melalui dialek Tionghoa dan lirik Mandarin.”

Indonesia Records berencana untuk mendalami potensi para pemenang dan grand finalis lainnya dengan menyiapkan lagu untuk mereka masing-masing. Lagu-lagu tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi mereka untuk merintis karier di industri musik Indonesia.

Tixxy juga berbicara mengenai perkembangan industri musik Indonesia, yang menurutnya semakin positif dengan munculnya talenta-talenta muda. “Kompetisi seperti ini membuka ruang bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan vokal dan karakter yang lebih mendalam,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Yuly, pemilik TemanHebat berbagi visi mengapa mereka terlibat dalam kompetisi tersebut. “Kami melihat bahwa ada minat besar dari generasi muda Indonesia terhadap lagu berbahasa Mandarin. Kami ingin menciptakan karya-karya Mandarin asli dari Indonesia yang bisa menembus pasar internasional,” ujarnya.

TemanHebat juga akan mempromosikan lagu-lagu yang dirilis para penyanyi dari ajang tersebut. Harapan Yuly, lagu-lagu tersebut bisa diterima oleh komunitas Tionghoa di Indonesia, serta dinikmati oleh siapa saja, termasuk penikmat musik luar negeri yang menguasai bahasa Mandarin.

Yuly juga menambahkan, “Di era digital ini, kami memanfaatkan platform online untuk melakukan streaming langsung dan memperkenalkan artis dan lagu-lagu baru ke audiens yang lebih luas. Ini menjadi strategi kami dalam memaksimalkan promosi.”

Tantangan terbesar yang dihadapi TemanHebat adalah derasnya arus konten digital yang semakin mempersaingkan setiap artis untuk menonjol. Namun, mereka tetap optimis dalam mencari cara kreatif untuk memperkenalkan talenta baru ke pasar. “Kami selalu mencoba beradaptasi dengan perubahan digital dan terus berinovasi dalam menghadapi perubahan selera pasar,” jelas Yuly.

TemanHebat berkomitmen untuk terus mendukung talenta-talenta muda tersebut, dengan rencana untuk menggelar lebih banyak event dan program lainnya. “Kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk terus berkembang, belajar, dan mengembangkan karier mereka ke depan,” tutup Yuly.

Dengan berakhirnya kompetisi tersebut, Indonesia Records dan TemanHebat semakin memperkuat komitmennya dalam memberikan kesempatan bagi talenta-talenta muda Indonesia untuk bersinar di dunia musik. Terutamanya dalam mempertahankan dan melestarikan budaya Tionghoa melalui musik.

Setelah suksesnya ajang Puteri Tionghoa Indonesia 2025 Singing Competition, Indonesia Records sudah merancang kompetisi lanjutan yang bertajuk Puteri Tionghoa Kids 2025 Singing Competition yang akan digelar pada Oktober 2025. Program tersebut dirancang untuk menggali potensi anak-anak dan remaja Indonesia dalam dunia musik, sekaligus menjadi sarana bagi mereka untuk mengekspresikan diri dan membangun karakter sejak dini.

Saksikan ulang Grand Final Puteri Tionghoa Indonesia 2025 Singing Competition melalui link berikut ini: https://www.youtube.com/live/fOo719o9phs

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Berita Terkait

Lingling Siap Tampil Perdana di Sinetron Nasional, Perjuangan Perantau Asal Malang Jadi Sorotan
Vanya Wijaya Ajak Generasi Muda Ikut Lomba Nyanyi Tingkat Nasional “Jiwantara Kanjuruhan 2026 Season I”
Michelle Quinessha Rilis “Like A Diamond”, Penyanyi Usia 12 Tahun Siap Go Internasional
Zeya Prillian Adriaensen Siap Cetak Jejak Emas di Industri Film Tanah Air
Aisha Kamila Gaungkan Lagu Sunda Lewat Lomba Nyanyi Nasional 2026
Pendaftaran Lomba Fashion Show Numofest Little Runway Telah Dibuka, Roadshow 9 Kota Besar
Aprilia Sky Jalani Operasi Kedua di Korea Selatan, Penampilan Makin Fresh
Film Drama Keluarga “NAY”, Karya Sineas Independen Balikpapan Siap Tayang

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:30 WIB

6 Bulan Pascabencana, Gubernur Aceh ke Mendagri: Sawah Belum Bisa Dipakai, Sungai Harus Dibersihkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:25 WIB

Ambulans Tabrak Kerbau di Tol Sibanceh, 1 Penumpang Luka Ringan

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:15 WIB

Ratusan Warga Laksanakan Salat Jenazah Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Masjid Raya Baiturrahman

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:47 WIB

Mantan Peraih Kompolnas Award 2022, IPTU Muhammad Abidinsyah Dipercaya Jabat Kasatreskrim Polres Langsa

Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:27 WIB

1. ASDP Bergerak Cepat! Tanggung Jawab Penuh Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2, Pemulihan Jadi Prioritas

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:55 WIB

Ledakan KMP Aceh Hebat 2, Suryadi Djamil Desak Usut Tuntas dan Pertanyakan Spesifikasi Kapal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:19 WIB

FORBINA: Polemik IUP di Aceh Harus Disikapi Objektif, Fokus pada Pengawasan dan Manfaat bagi Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:57 WIB

Dukungan untuk Tarmizi Age Menguat, Nama Putra Aceh Ini Viral sebagai Kandidat Wakil Menteri Ketenagakerjaan

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Dikejar TNI AL di Laut, Nelayan Kurir Narkoba Ditangkap di Karimun

Minggu, 14 Jun 2026 - 02:43 WIB