GAYO LUES, 24 Desember 2025 — Getaran gempa bumi kembali dirasakan di wilayah Provinsi Aceh. Kali ini, gempa mengguncang bagian timur laut Kabupaten Gayo Lues pada Rabu pagi (24/12/2025) pukul 06.28 WIB. Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa gempa memiliki kekuatan magnitudo 3,4 dengan pusat gempa berada di darat, sekitar 18 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues.
Dalam rilis resmi yang disampaikan melalui akun media sosial BMKG, titik koordinat gempa tercatat berada di 4,06 Lintang Utara dan 97,49 Bujur Timur, dengan kedalaman hanya 10 kilometer. Kedalaman yang relatif dangkal ini membuat gempa dirasakan sebagian warga meskipun tidak menimbulkan dampak kerusakan yang signifikan. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
BMKG menjelaskan bahwa gempa tergolong dalam kategori gempa dangkal yang biasa terjadi karena aktivitas sesar lokal di wilayah tersebut. Pihaknya juga mengingatkan bahwa informasi awal ini mengutamakan kecepatan penyebaran kepada masyarakat, sehingga data seismik yang disampaikan masih dapat mengalami pembaruan seiring proses analisis lanjutan dan konfirmasi dari titik monitoring BMKG di wilayah Aceh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aceh merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki tingkat aktivitas seismik tinggi. Keberadaan sejumlah sesar aktif serta letaknya yang bersinggungan dengan pertemuan lempeng tektonik Eurasia dan Indo-Australia menjadikan daerah ini rawan terhadap gempa bumi, baik dengan skala kecil maupun menengah.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG. Warga juga diminta untuk tetap waspada, terutama yang bermukim di kawasan perbukitan dan lereng curam, mengingat cuaca hujan dan kondisi tanah jenuh air dalam beberapa hari terakhir dapat meningkatkan risiko bencana lain seperti longsor.
BMKG menegaskan bahwa tidak ada potensi tsunami akibat gempa ini. Kendati demikian, koordinasi antara aparat setempat dan pihak pemantauan bencana terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan maupun risiko lanjutan lainnya. Pemerintah daerah juga diminta memastikan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, baik melalui imbauan, pelatihan tanggap darurat, maupun pemantauan struktur bangunan di wilayah rentan gempa.



































































