Dinamika Globalisasi dalam Dunia Pendidikan: Peluang dan Tantangan yang Tak Terelakkan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 20 November 2025 - 23:02 WIB

50406 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Ardhian Abshar
Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala

 Globalisasi telah menjadi kekuatan transformasional yang mengubah berbagai sendi kehidupan manusia, termasuk sektor pendidikan. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir memungkinkan pertukaran pengetahuan melampaui batas geografis dan budaya. Di ruang kelas, globalisasi menghadirkan metode pembelajaran baru yang lebih interaktif dan terbuka. Akses terhadap sumber belajar digital, kolaborasi daring lintas negara, serta keterhubungan dengan berbagai institusi internasional, membuat siswa dan tenaga pendidik memiliki peluang lebih besar dalam memperluas cakrawala mereka.

Namun, di balik peluang tersebut, globalisasi juga membawa sejumlah tantangan yang tidak bisa diabaikan. Salah satu persoalan utama adalah ketimpangan akses terhadap teknologi. Meskipun penetrasi internet meningkat dari tahun ke tahun, masih banyak sekolah, terutama di wilayah terpencil dan tertinggal, yang belum memiliki infrastruktur digital memadai. Di berbagai daerah, siswa harus bergelut dengan buruknya jaringan internet, kurangnya perangkat digital, serta terbatasnya kemampuan digital para guru. Ketimpangan ini menciptakan jurang yang semakin lebar antara institusi pendidikan di perkotaan dengan yang berada di daerah pelosok. Akibatnya, kesetaraan dalam memperoleh pendidikan berkualitas menjadi sulit dicapai di tengah derasnya arus globalisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Transformasi budaya juga menjadi dampak signifikan dari masuknya arus global. Dengan mudahnya akses terhadap media global, peserta didik terpapar berbagai nilai, gaya hidup, dan pandangan dunia yang berasal dari luar. Hal ini memberikan pengaruh tidak kecil terhadap pola pikir dan perilaku mereka. Di sejumlah kasus, budaya instan, individualisme, dan konsumerisme mulai menggeser nilai-nilai kearifan lokal serta prinsip pendidikan karakter yang selama ini dijunjung tinggi. Sekolah dan para pendidik dihadapkan pada dilema untuk tetap relevan dengan perkembangan zaman sekaligus mempertahankan nilai-nilai identitas dan etika yang menjadi fondasi dalam proses pembelajaran.

Selain itu, globalisasi turut mendorong perubahan dalam struktur kebutuhan dunia kerja. Persaingan yang semakin ketat di tingkat internasional menuntut lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap perubahan dan mahir dalam keterampilan abad ke-21. Sayangnya, banyak lembaga pendidikan belum mampu menyesuaikan kurikulumnya secepat tuntutan zaman. Kurikulum yang masih bersifat konvensional dan minim integrasi teknologi menyulitkan peserta didik dalam mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan di pasar kerja global. Ketika pembelajaran tidak lagi selaras dengan dinamika industri dan kebutuhan global, maka lulusan yang dihasilkan berpotensi tertinggal dalam persaingan.

Tantangan-tantangan tersebut menjadikan dunia pendidikan berada di persimpangan jalan: antara menyambut kemajuan global dengan segala potensi positifnya, dan berusaha mempertahankan kualitas serta nilai yang sesuai dengan konteks lokal. Untuk memastikan bahwa globalisasi memberi dampak yang konstruktif, adaptasi sistem pendidikan menjadi hal yang mendesak. Ini mencakup peningkatan infrastruktur teknologi di seluruh daerah, pembinaan bagi guru dalam memanfaatkan teknologi secara efektif, hingga penguatan pendidikan karakter yang tidak kalah pentingnya dari aspek kognitif. Pemerintah, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat perlu membangun sinergi agar transformasi pendidikan berbasis global tidak menjadi ancaman, tetapi peluang yang memperkaya sekaligus memperkuat daya saing generasi mendatang.

Dengan cara itulah, pendidikan dapat tetap menjadi pilar utama pembangunan bangsa di tengah arus globalisasi yang terus bergerak cepat. Tanpa kesiapan yang matang, manfaat globalisasi bisa berubah menjadi beban baru. Namun dengan pendekatan yang bijak dan inklusif, globalisasi justru dapat menjadi tuas untuk mendorong kemajuan pendidikan yang lebih merata, modern, dan berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan. (*)

Berita Terkait

Mitigasi Kebudayaan dalam Menjaga Budaya Gayo
Rekomendasi Dan Harga Hoodie Adidas 2026
Segenap jajaran Kementerian ATR/BPN mengucapkan Selamat Tahun Baru 2026🎉
Halo #SobATRBPN, bersama ini kami informasikan untuk selalu waspada terkait informasi palsu atau hoaks yang memicu penipuan.
Segenap jajaran Kementerian ATR/BPN mengucapkan Selamat Memperingati Hari Lingkungan Hidup Nasional Tahun 2026.
capaian Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tenggara
Langkah 11 Kilometer di Tengah Banjir Desa Babah Krueng
Hancurnya Generasi Jauh Dari Islam

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:40 WIB

Menjelang Meugang Ramadhan Wabup Raja Sayang Serahkan Bantuan Sosial Untuk Warga Korban Banjir Di Beutong Ateuh

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:44 WIB

Pemkab Nagan Raya Tentukan Harga Daging Meugang Rp.180.000- 200.000./Kg

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:09 WIB

Raja Sayang Wabup Buka Musrenbang Beutong Ateuh Tekankan Sinergi dan Kualitas Usulan

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:51 WIB

Ketum DPN PERMAHI Azhar Sidiq: Tegaskan Batas Kewenangan MKMK dalam Polemik Keppres Hakim MK

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:05 WIB

Bupati Nagan Raya TRK Buka Musrenbang Tingkat Kecamatan Tahun 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:00 WIB

TRK Bupati Nagan Raya Lantik 13 JPT Pratama. Ini Nama Namanya

Senin, 9 Februari 2026 - 10:22 WIB

BNN Bongkar Jaringan Narkoba Aceh–Medan, 3 Pelaku Ditangkap dengan 200 Kg Ganja

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:29 WIB

Agus Kliwir : Polri Harus di Bawah Presiden RI, Demi Netralitas dan Profesionalisme

Berita Terbaru

Muklis Ketua DPD PAN Bener Meriah

BENER MERIAH

Muklis Pimpin DPD PAN Kabupaten Bener Meriah

Minggu, 15 Feb 2026 - 23:31 WIB

BIREUEN

Dek Gam Tunjuk Wapres Persiraja Nahkodai PAN Bireuen

Minggu, 15 Feb 2026 - 21:55 WIB