Dari Luka Bencana ke Asa Baru: Nurhayati dan Cahaya Kepemimpinan Perempuan Aceh Tamiang

ADMIN

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 23:39 WIB

50360 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARANEWS|TAMIANG – Di tengah musibah banjir dan longsor yang melanda Aceh khususnya yang terparah di Kabupaten Aceh Tamiang, namun secercah harapan kembali lahir dari sosok perempuan tangguh. Nurhayati, satu-satunya perempuan yang terpilih sebagai Datok Penghulu Kampung Sungai Kuruk Dua, tampil sebagai simbol keteguhan, kepedulian, dan kebangkitan masyarakat pascabencana.

Terpilihnya Nurhayati bukan sekadar kemenangan pribadi melainkan momen bersejarah bagi masyarakat Sungai Kuruk Dua. Nurhayati yang kerap disebut sebut sebagai “Srikandinya Aceh Tamiang”, yang semangat juangnya mengingatkan pada pahlawan nasional perempuan Aceh seperti Cut Nyak Dhien, Cut Nyak Meutia, hingga Laksamana Keumalahayati perempuan pemberani yang mengukir sejarah bangsa Indonesia

Sejak awal musibah banjir melanda, Nurhayati terjun langsung mengurusi para korban. Ia aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, serta menguatkan nilai sosial di tengah kondisi serba sulit. Di luar masa darurat bencana, Nurhayati aktif dalam sektor pertanian, pembinaan majelis taklim kaum ibu ibu, serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan jiwa kepemimpinan yang elegan, Nurhayati membangun jejaring silaturahmi yang kuat baik dengan pemerintah daerah, pemangku kepentingan nasional, kaum ibu, maupun generasi muda. Sosoknya yang murah senyum, bersahaja, dan berkomitmen pada kebenaran menjadikannya figur pemersatu di tengah masyarakat.

“Kemenangan hari ini bukan kemenangan saya pribadi, tetapi kemenangan seluruh masyarakat Sungai Kuruk Dua,” ujar Nurhayati dalam pernyataannya. Nurhayati mengajak seluruh warga untuk merapatkan barisan, sama sama bergotong royong dalam membangun kembali kampung yang telah porak poranda, dengan semangat keikhlasan dan keyakinan bahwa setiap musibah menyimpan hikmah besar.

Nurhayati juga menegaskan pentingnya komunikasi aktif dengan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat, pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten, hingga para wakil rakyatguna mendorong percepatan pembangunan kampung ke depan.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Edy Asyaruddin, SE, anggota DPRA, atas nasihat dan dukungan yang diberikan, serta kepada Om Sur yang selama ini membimbing dan menanamkan semangat sejarah kepemimpinan perempuan Aceh, sejak era Sultan Iskandar Muda hingga Sultanah Safiatuddin dan Laksamana Keumalahayati.

Ke depan, Nurhayati menargetkan Sungai Kuruk Dua menjadi desa percontohan (pilot project) dan desa teladan, khususnya dalam pemulihan pascabencana, penguatan ekonomi rakyat, peningkatan kualitas pendidikan, serta perluasan akses internet gratis bagi masyarakat.

“Walaupun kami dilanda banjir, kami ingin memberi contoh terbaik. Dari Sungai Kuruk Dua untuk 6.500 desa di Aceh, 290 kecamatan, dan 23 kabupaten/kota,” tuturnya.

Dengan semangat Merah Putih yang tak pernah pudar, Nurhayati berkomitmen membangun Sungai Kuruk Dua dalam bingkai Syariat Islam, kebinekaan, dan keutuhan NKRI. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdoa, bersatu, dan bergerak cepat dengan cara-cara baru yang berbasis fakta dan bukti demi kesejahteraan rakyat.

Berita Terkait

Kolaborasi Bea Cukai Langsa dan Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera, Edukasi Masyarakat Cegah Perdagangan dan Peredaran Ilegal Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) Dilindungi
Bea Cukai Langsa Kembali Hadir di Kabupaten Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan Dukung Percepatan Pemulihan Masyarakat Terdampak Pasca Bencana Hidrometeorologi
Bea Cukai Langsa Salurkan Bantuan Logistik bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang melalui Program Bea Cukai Peduli
*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*
Bea Cukai Langsa Hadir Hingga Pelosok, Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak di Aceh Tamiang
Satpol PP Provinsi Riau Pulihkan Lingkungan SMKN 1 Karang Baru Aceh Tamiang, Sekolah Kembali Aktif Pasca Banjir
Dokter Perempuan dan Relawan Pria Digerebek Warga di Rumah Dinas Puskesmas Aceh Tamiang
Relawan Sukma Bangsa dan Fisipol UGM Mengajar di Pengungsian Aceh

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:09 WIB

Tokoh Pulau Merbau Dukung Kapolda Riau Tertibkan Panglong Arang Ilegal, Selamatkan Manggrove

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:48 WIB

Prosesi Adat Gayo “Bemunge” Warnai Perpisahan Siswa SMP Negeri 1 Bukit

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:35 WIB

Penerangan Tenaga Surya Dipasang di Situs Cagar Budaya Bener Meriah

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:04 WIB

Polres Bener Meriah Sita 50,5 Gram Sabu Dari Seorang Petani Asal Aceh Tengah

Selasa, 28 April 2026 - 19:04 WIB

Sekolah Terintegrasi Segera Hadir di Bener Meriah, Kemendikdasmen Tinjau Lokasi

Sabtu, 25 April 2026 - 01:14 WIB

Ketua DPRK Aceh Singkil H. Amaliun Pohan, Ucapkan Selamat Hari Jadi ke-27 Aceh Singkil

Jumat, 24 April 2026 - 14:36 WIB

BKMT Gelar Bimbingan Psikologis dan Praktik Tayamum bagi Pasien di RSU Munyang Kute

Jumat, 24 April 2026 - 14:34 WIB

Dinsyar Bener Meriah Perkuat Layanan Spiritual, Bimbing Pasien RSU Muyang Kute Praktik Tayamum

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

TMMD Abdya Bikin Haru, Rumah Reot Pasutri Lansia Mulai Dibangun Ulang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:23 WIB

ACEH BARAT DAYA

TNI dan Warga Bahu Membahu Selesaikan Plester Dinding Rumah Prasejahtera

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:50 WIB