slot preparation.lsrs.lu

Dari Luka Bencana ke Asa Baru: Nurhayati dan Cahaya Kepemimpinan Perempuan Aceh Tamiang

ADMIN

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 23:39 WIB

50418 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARANEWS|TAMIANG – Di tengah musibah banjir dan longsor yang melanda Aceh khususnya yang terparah di Kabupaten Aceh Tamiang, namun secercah harapan kembali lahir dari sosok perempuan tangguh. Nurhayati, satu-satunya perempuan yang terpilih sebagai Datok Penghulu Kampung Sungai Kuruk Dua, tampil sebagai simbol keteguhan, kepedulian, dan kebangkitan masyarakat pascabencana.

Terpilihnya Nurhayati bukan sekadar kemenangan pribadi melainkan momen bersejarah bagi masyarakat Sungai Kuruk Dua. Nurhayati yang kerap disebut sebut sebagai “Srikandinya Aceh Tamiang”, yang semangat juangnya mengingatkan pada pahlawan nasional perempuan Aceh seperti Cut Nyak Dhien, Cut Nyak Meutia, hingga Laksamana Keumalahayati perempuan pemberani yang mengukir sejarah bangsa Indonesia

Sejak awal musibah banjir melanda, Nurhayati terjun langsung mengurusi para korban. Ia aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak, memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, serta menguatkan nilai sosial di tengah kondisi serba sulit. Di luar masa darurat bencana, Nurhayati aktif dalam sektor pertanian, pembinaan majelis taklim kaum ibu ibu, serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan jiwa kepemimpinan yang elegan, Nurhayati membangun jejaring silaturahmi yang kuat baik dengan pemerintah daerah, pemangku kepentingan nasional, kaum ibu, maupun generasi muda. Sosoknya yang murah senyum, bersahaja, dan berkomitmen pada kebenaran menjadikannya figur pemersatu di tengah masyarakat.

“Kemenangan hari ini bukan kemenangan saya pribadi, tetapi kemenangan seluruh masyarakat Sungai Kuruk Dua,” ujar Nurhayati dalam pernyataannya. Nurhayati mengajak seluruh warga untuk merapatkan barisan, sama sama bergotong royong dalam membangun kembali kampung yang telah porak poranda, dengan semangat keikhlasan dan keyakinan bahwa setiap musibah menyimpan hikmah besar.

Nurhayati juga menegaskan pentingnya komunikasi aktif dengan seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat, pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten, hingga para wakil rakyatguna mendorong percepatan pembangunan kampung ke depan.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Edy Asyaruddin, SE, anggota DPRA, atas nasihat dan dukungan yang diberikan, serta kepada Om Sur yang selama ini membimbing dan menanamkan semangat sejarah kepemimpinan perempuan Aceh, sejak era Sultan Iskandar Muda hingga Sultanah Safiatuddin dan Laksamana Keumalahayati.

Ke depan, Nurhayati menargetkan Sungai Kuruk Dua menjadi desa percontohan (pilot project) dan desa teladan, khususnya dalam pemulihan pascabencana, penguatan ekonomi rakyat, peningkatan kualitas pendidikan, serta perluasan akses internet gratis bagi masyarakat.

“Walaupun kami dilanda banjir, kami ingin memberi contoh terbaik. Dari Sungai Kuruk Dua untuk 6.500 desa di Aceh, 290 kecamatan, dan 23 kabupaten/kota,” tuturnya.

Dengan semangat Merah Putih yang tak pernah pudar, Nurhayati berkomitmen membangun Sungai Kuruk Dua dalam bingkai Syariat Islam, kebinekaan, dan keutuhan NKRI. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berdoa, bersatu, dan bergerak cepat dengan cara-cara baru yang berbasis fakta dan bukti demi kesejahteraan rakyat.

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Aceh Tamiang, Getaran Terasa Hingga Gayo Lues
Warga Resah, Buaya Ganas Mulai Mengintai di Aliran Sungai Tamiang
Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang Terendam Banjir, Aktivitas Santri Lumpuh
110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Dibabat untuk Sawit: Ketika Papan Larangan Dicabut dan Hukum Diuji
Pembukaan 110 Hektare Hutan di Aceh Tamiang Tak Bisa Dibiarkan, Hukum Harus Bongkar Siapa Bekingnya
Pembukaan 110 Hektare Hutan Produksi di Aceh Tamiang Diduga untuk Sawit, Satu Ekskavator Diamankan
Pelayanan Gigi Keliling Polres Aceh Tenggara Curi Perhatian Ketua Umum Bhayangkari di Aceh Tamiang
Pemilik Mobil yang Terparkir di Jembatan Kuning Ditemukan Meninggal di Sungai

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:13 WIB

Kemendikdasmen Belum Tindaklanjuti Putusan MA soal Pembatalan Suket Ijazah Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka

Jumat, 6 November 2026 - 02:41 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Jumat, 6 November 2026 - 02:37 WIB

dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Jumat, 6 November 2026 - 02:33 WIB

Jokowi Tegaskan Tak Pernah Rekonstruksi Wajah Sejak 1985 di Sidang Kasus Fitnah Ijazah

Jumat, 6 November 2026 - 02:30 WIB

Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib

Jumat, 6 November 2026 - 02:27 WIB

Mahfud MD Desak Polri Pecat Tidak Hormat Listyo Sigit, Sebut Ada Lambang Bangkai di Mabes Jika Tak Dipecat

Jumat, 6 November 2026 - 02:24 WIB

Bareskrim Ungkap Peran Kunci Irjen Slamet Uliandi Beri Restu Penyadapan dan Hapus File Sadapan Presiden

Berita Terbaru