Bupati Gayo Lues Sebut Kunjungan Menteri PUPR Bentuk Komitmen Pemerintah Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:12 WIB

50151 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Kehadiran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia di Kabupaten Gayo Lues menandai keseriusan pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak berat akibat banjir bandang. Kunjungan ini dimaknai sebagai bentuk kepedulian dan perhatian langsung terhadap kondisi kerusakan jalan, jembatan, serta sarana vital lainnya di kabupaten yang berada di wilayah tengah Aceh tersebut. Menteri PUPR tiba di Gayo Lues pada Minggu (4/1/2026) dan setelah meninjau langsung lokasi terdampak, beliau kembali ke Jakarta untuk menghadiri rapat dengan Presiden Prabowo Subianto.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa kunjungan Menteri PUPR memiliki makna penting dalam proses awal rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Menurutnya, tujuan utama dari kunjungan adalah memastikan secara langsung kondisi kerusakan sarana dan prasarana yang menjadi kewenangan kementerian, utamanya yang terdampak langsung oleh banjir bandang beberapa pekan sebelumnya. Salah satu titik terparah yang dikunjungi adalah jalan lintas utama dari Kabupaten Aceh Tenggara menuju Gayo Lues. Jalur ini dinilai sangat krusial karena menjadi akses utama logistik warga, termasuk distribusi bahan pokok dan bantuan pascabencana.

Bupati mengatakan momen ini menjadi sangat penting karena Menteri PUPR turun langsung ke lapangan untuk menyaksikan sejauh mana tingkat kerusakan. Dari situ, kata dia, Menteri memerintahkan langsung kepada satuan kerja di bawah kementerian, termasuk Balai Pelaksana Jalan Nasional dan pihak pelaksana proyek, untuk segera merumuskan langkah teknis penanganan. Tujuannya adalah agar perbaikan jalan tidak sekadar bersifat sementara, tetapi bisa memberikan solusi permanen agar bencana serupa di masa akan datang tidak kembali memutus akses yang vital bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak kementerian, menurut penjelasan Bupati, saat ini tengah mengkaji pendekatan teknis terbaik untuk pemulihan jalan, terutama mengingat kondisi geografi yang berat dan tanah yang labil di sepanjang jalur Aceh Tenggara–Gayo Lues. Ia berharap, proses percepatan yang dijanjikan tidak hanya menyentuh jalan nasional, tetapi meluas hingga jalan provinsi hingga kabupaten yang turut terdampak.

Bupati menyampaikan, Menteri PUPR juga telah memastikan bahwa seluruh jenis infrastruktur yang rusak akibat bencana akan mendapat penanganan, tanpa berorientasi pada status kewenangan. Ini menjadi kabar baik bagi pemerintah daerah yang selama ini terkendala oleh batasan kewenangan pengelolaan infrastruktur. Pemerintah pusat, melalui Kementerian PUPR, telah menunjukkan bahwa dalam kondisi bencana, pendekatan kolaboratif dan terpadu menjadi dasar utama penanganan.

Kehadiran Menteri PUPR dinilai sebagai bukti nyata keterlibatan langsung pemerintah pusat dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Menurut Bupati Suhaidi, ini merupakan bentuk kehadiran negara tidak hanya bagi Gayo Lues, tetapi juga bagi daerah-daerah lain yang terdampak bencana di wilayah Aceh dan Sumatera. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah agar seluruh penanganan bencana, termasuk respons terhadap potensi bencana susulan, dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat.

Sebelumnya, Bupati menjelaskan bahwa akses jalan dari Aceh Tenggara menuju Gayo Lues sebenarnya sempat terbuka kembali, meskipun hanya bisa dilewati oleh kendaraan berpenggerak ganda (double gardan). Namun, akibat longsor susulan yang terjadi dua hari lalu, jalur tersebut kembali tertutup sepenuhnya. Tak hanya terjadi longsor berupa timbunan material dari tebing, tetapi juga amblasnya badan jalan yang membuat upaya perbaikan menjadi lebih sulit dan berisiko tinggi bagi para pekerja di lapangan.

Bupati menambahkan bahwa kunjungan Menteri PUPR tidak dilakukan secara tiba-tiba. Sebelumnya, Gayo Lues juga telah dikunjungi oleh para pejabat eselon satu dari kementerian, termasuk Direktur Jenderal Bina Marga dan Direktur Jenderal Sumber Daya Air. Mereka secara khusus meninjau kerusakan pada badan sungai yang berada di sepanjang jalur Aceh Tenggara–Gayo Lues maupun arah Gayo Lues ke wilayah Abdya. Banyak ruas jalan yang letaknya sangat berdekatan dengan aliran sungai atau bahkan berada tepat di sisi sungai, mengakibatkan kerusakan lebih parah saat bencana banjir dan longsor terjadi secara bersamaan.

Dalam konteks ini, Bupati menekankan perlunya penanganan infrastruktur secara menyeluruh, tidak terpisah antara jalan dan sungai. Menurutnya, akan sia-sia jika jalan diperbaiki sementara struktur sungai dibiarkan rusak, karena kerusakan dapat terulang kembali saat curah hujan tinggi melanda. Oleh sebab itu, ia menyambut baik rencana penanganan terpadu dari kementerian, di mana proses perbaikan jalan akan dilakukan bersamaan dengan normalisasi sungai di titik-titik rawan longsor dan banjir.

Bupati juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR berencana membangun jembatan permanen untuk menggantikan sejumlah jembatan yang rusak berat. Namun, sambil menunggu pengerjaan jembatan permanen yang memerlukan waktu perencanaan dan pembangunan, kementerian terlebih dahulu akan membangun jembatan darurat. Jembatan darurat ini akan digunakan sebagai solusi sementara bagi masyarakat untuk mengakses kembali wilayah Kecamatan Dabun Gelang dan Rumah Sakit Umum Daerah yang vital bagi layanan kesehatan masyarakat.

Dengan sejumlah langkah yang telah dan akan dilakukan ini, Bupati Suhaidi menyatakan optimismenya bahwa Gayo Lues akan segera bangkit dari dampak bencana. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus menjalin komunikasi erat dengan kementerian serta mendukung semua proses yang dibutuhkan, termasuk penyediaan lahan dan data teknis. Pemerintah daerah berharap dukungan penuh pemerintah pusat dapat mempercepat proses pemulihan dan memberikan jaminan keamanan infrastruktur bagi masyarakat Gayo Lues di masa mendatang. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Pemkab Gayo Lues Ikuti Rakor Nasional Pendataan Kerusakan Pascabencana, Tegaskan Komitmen Percepatan Bantuan
Organisasi Perempuan Gayo Lues Salurkan Bantuan, Perkuat Peran dalam Pemulihan Pascabencana
Anak-anak Kampung Agusen Kembali Sekolah di Tengah Pengungsian, Bupati Gayo Lues Tinjau Langsung Sekolah Darurat
Delapan Desa di Gayo Lues Hilang Pascabanjir Bandang
TNI AL Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Gayo Lues Lewat Udara
Infrastruktur Gayo Lues Rusak Parah Pascabencana, Puluhan Ruas Jalan dan Jembatan Terdampak
Bupati Gayo Lues Tinjau Kampung Terdampak Banjir di Kecamatan Pantan Cuaca
Warga Gayo Lues Kesulitan Akses Komunikasi, Jaringan Telekomunikasi Belum Pulih Pascabencana

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Ikuti Rakor Nasional Pendataan Kerusakan Pascabencana, Tegaskan Komitmen Percepatan Bantuan

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:16 WIB

Organisasi Perempuan Gayo Lues Salurkan Bantuan, Perkuat Peran dalam Pemulihan Pascabencana

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:13 WIB

Anak-anak Kampung Agusen Kembali Sekolah di Tengah Pengungsian, Bupati Gayo Lues Tinjau Langsung Sekolah Darurat

Selasa, 6 Januari 2026 - 19:06 WIB

Delapan Desa di Gayo Lues Hilang Pascabanjir Bandang

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:36 WIB

Infrastruktur Gayo Lues Rusak Parah Pascabencana, Puluhan Ruas Jalan dan Jembatan Terdampak

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:32 WIB

Bupati Gayo Lues Tinjau Kampung Terdampak Banjir di Kecamatan Pantan Cuaca

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:29 WIB

Warga Gayo Lues Kesulitan Akses Komunikasi, Jaringan Telekomunikasi Belum Pulih Pascabencana

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:26 WIB

Relawan Banser Tembus Jalur Terisolasi di Gayo Lues untuk Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Berita Terbaru

GAYO LUES

Delapan Desa di Gayo Lues Hilang Pascabanjir Bandang

Selasa, 6 Jan 2026 - 19:06 WIB